PENGERTIAN PARABAHASA

By On Wednesday, November 20th, 2013 Categories : Psikologi

Keberagaman berbicara yang berbeda dari kata-kata aktual atau tata-kalimat, memuat banyak arti, yang dinamakan parabahasa. Nada suara, keras lembutnya, irama, naik turunnya suara, serta sikap ragu menyampaikan informasi. Orang tua seringkah tahu apakah bayinya lapar, marah, atau hanya agak marah melalui tangisnya. Anjing menggonggong dengan berbagai cara, dan setiap gonggongan mempunyai arti tersendiri bagi orang yang sudah akrab dengan binatang tersebut. Tentu saja makna dan arti pembicaraan orang-orang dewasa sebagian tergantung dari faktor-faktor parabahasa ini.
Pernyataan sederhana seperti “Anda ingin pindah ke Jepang” dapat mempunyai arti yang lain, tergantung dari tekanan serta tinggi rendahnya nada suara. Coba diungkapkan keras-keras, datar, dan tanpa tekanan apa-apa, maka ia kedengaran hanya sebagai pernyataan biasa dari suatu fakta. Ucapkanlah dengan nada naik pada akhir kalimat, maka ia akan mempertanyakan kebijakan tentang keberangkatan ke Jepang tersebut; Anda mengekspresikan keraguan apakah tempat itu layak menjadi tempat kepindahan. Ucapkanlah dengan tambahan tekanan pada kata pertama dan ia akan berubah menjadi pertanyaan apakah orang yang disapa itu berpendidikan atau tidak; Anda meningkatkan keraguan mengenai kemampuan orang tersebut untuk menyesuaikan diri di negeri asing itu. Kalimat pendek “Saya menyukai Anda” dapat menunjukkan sesuatu dari perasaan halus sampai gairah yang menyala-nyala, tergantung karakteristik parabahasanya. Variasi ini seringkah penting guna menyampaikan emosi. Dalam kenyataan, variasi tersebut sedemikian pentingnya sehingga sering harus ditambahkan ke dalam bahasa tulisan. Untuk menunjukkan bahwa seseorang menganggap Jepang sebagai pilihan yang tidak wajar, maka kalimatnya dapat dibaca sebagai berikut, ” ‘Anda ingin pindah ke Jepang?’ ia bertanya dengan nada tidak percaya.” Guna menggambarkan perasaan di balik pernyataan menyukai, orang dapat menulis, ” ‘Saya menyukaimu,” bisiknya dengan penuh gairah.” Tanpa petunjuk parabahasa ini, sangat sulit untuk menginterpretasikan pernyataan.
Salah satu kesulitan dalam menelaah parabahasa (dan sebagian besar perilaku nonverbal) ialah bahwa petunjuknya tidak mempunyai arti yang pasti. Kita semua setuju dengan arti kata-katanya. Kita semua tahu bahwa apa yang dimaksud dengan kata “Jepang,” dan dalam variasi kita tahu bahwa jika seseorang berkata bahwa dia “menyukai” Anda, maka dia membuat pernyataan dengan perasaan positif. Akan tetapi, manusia berbeda-beda dalam mengartikan petunjuk parabahasa. Bagi orang-orang tertentu, tanda istirahat waktu berbicara mungkin dimaksudkan untuk memberikan tekanan; sedang untuk orang lain, hal itu mungkin menyatakan ketidakpastian. Nada tinggi bisa berarti perasaan meluap-luap atau kebohongan; suara keras berarti amarah, tekanan, atau perasaan meluap-luap. Arti tertentu itu bergantung dari konteks. Sukar sekali menginterpretasikan apa yang dikomunikasikan jika seorang pembicara berbicara lebih keras kepada Anda: Jika orang mengepalkan tangan berarti ia marah; jika orang itu memeluk Anda, tindakan itu menunjukkan kasih sayang. Hal itu juga bergantung pada kebiasaan dan karakteristik pribadi.

PENGERTIAN PARABAHASA | ok-review | 4.5