PENGERTIAN ORGANISASI NEGARA-NEGARA PENGEKSPOR MINYAK

By On Thursday, January 9th, 2014 Categories : Ekonomi

ORGANIZATION OF PETROLEUM EXPORTING COUNRIES (OPEC) / ORGANISASI NEGARA-NEGARA PENGEKSPOR MINYAK adalah suatu organisasi yang didirikan pada tahun 1960 untuk menangani kepentingan minyak dari lima negara: Iran, Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela. Menjelang tahun 1973, delapan negara-negara lain telah bergabung dengan opec, yaitu: Qatar, Indonesia, Libya, Abu Dhabi, Algeria, Nigeria, Ekuador dan Gabon. Pada tahun 1973 OPEC menggunakan kekuatannya untuk mengambil alih inisiatif pengaturan harga minyak dari tangan perusahaan-perusahaan minyak Amerika, dan karenanya harga minyak meningkat empat kali lipat, dari $2,5 (dollar Amerika) per barel menjadi lebih dari $ 11,50 per barel. Peningkatan harga ini mengakibatkan neraca pembayaran dari sebagian besar negara-negara konsumen minyak menjadi defisit, dan bersamaan dengan itu juga terjadi resesi dunia yang berlarut- larut. Pada saat resesi teijadi, pendapatan dari minyak mulai menurun, yang mengakibatkan OPEC membalasnya dengan meningkatkan lagi harga secara tajam pada tahun 1979 dari kurang $ 15 per barel menjadi sekitar $ 28 per barel. OPEC sering dicatat sebagai suatu contoh dari suatu KARTEL (CARTEL) produsen-produsen yang berhasil. Dalam sebuah kartel yang “klasik”, penawaran pasar dengan sengaja dibatasi atau dirintangi dalam rangka untuk memaksa harga meningkat, dengan mengalokasikan KUOTA (QUOTA) produksi pada setiap anggotanya. Dalam kasus OPEC, karena kesulitan- kesulitan politis, kuota formil belum digunakan untuk memotong produksi hingga akhir-akhir ini. Alasan utama mengapa organisasi ini mampu secara gemilang meningkatkan harga pada waktu yang lalu adalah karena permintaan untuk minyak ketidakelastisitasan harganya sangat tinggi. Akhir-akhir ini, OPEC sedang berada di bawah tekanan, karena dua alasan: (a) total permintaan untuk minyak telah jatuh, sebagian disebabkan oleh resesi dunia, dan juga disebabkan oleh fakta bahwa dengan harganya yang tinggi, masyarakat menggunakan bentuk-bentuk energi alternatif sebagai substitusinya (khususnya batu bara), sehingga minyak sekarang mempunyai ketidakelastisitasan harga yang berkurang dibandingkan sebelumnya, (b) kemampuan memperoleh laba yang meningkat dari produksi minyak telah membawa pada suatu tingkat investasi yang tinggi dalam ladang-ladang minyak baru (khususnya di Laut Utara), dan hal ini melemahkan pengendalian OPEC atas penawaran minyak dunia. Faktor- faktor ini telah dapat mengakibatkan diperkenalkannya kuota produksi yang terbatas, yang menaikkan kembali harga minyak pada awal tahun 1990-an.

PENGERTIAN ORGANISASI NEGARA-NEGARA PENGEKSPOR MINYAK | ok-review | 4.5