PENGERTIAN NILAI TUKAR

By On Monday, October 21st, 2013 Categories : Ekonomi

Nilai tukar atau kurs adalah harga suatu mata uang yang dinyatakan dalam satuan mata uang lain. Ada beberapa jenis nilai tukar, yakni nilai tukar nominal, efektif dan riil. Nilai tukar nominal adalah harga bilateral yang dinyatakan sebagai jumlah unit mata uang domestik per satu unit valuta asing, atau sebaliknya. Sedangkan nilai tukar efektif adalah suatu indeks nilai mata uang tertentu yang dinyatakan berdasarkan nilai sejumlah mata uang lainnya. Pergerakan-pergerakan pada indeks ini memperlihatkan bagaimana suatu mata uang mengalami perubahan nilai tukar, tidak terhadap suatu mata uang tunggal yang lain, melainkan terhadap sekelompok (“sekeranjang”) mata uang yang lain. Pergerakan kurs efektif ini merupakan rata-rata tertimbang dari perubahan-perubahan kurs nominal. Nilai tukar nominal atau efektif biasanya dijadikan ukuran daya saing output domestik di pasar-pasar internasional. Pada harga-harga domestik konstan, harga valuta asing (terhitung dalam satuan valuta asing) atas ekspor suatu negara akan mempengaruhi besar-kecilnya permintaan luar negeri terhadap berbagai produk domestik. Demikian pula, pada harga valuta asing konstan, nilai tukar menentukan harga mata uang domestik atas produk-produk impor sehingga mempengaruhi permintaan negara itu terhadap keseluruhan impor. Pergerakan nilai tukar jelas memiliki pengaruh kuat terhadap posisi kompetitif barang dan jasa yang pada gilirannya mempengaruhi pula arus perdagangan internasional. Kalkulasi nilai tukar riil menyesuaikan pergerakan-pergerakan nilai tukar nominal atau efektif dengan perubahan relatif harga domestik berbagai barang di negara yang memproduksikannya. Jadi, bila suatu negara mengalami depresiasi sebesar 10 persen dan tingkat inflasinya lebih tinggi 4 persen dari para pesaingnya, maka nilai tukar riil negara itu turun 6 persen. Teori dan bukti empiris atas proses pembentukan nilai tukar masih menjadi bahan perdebatan. Teori-teori arus (flow theories) cenderung berkonsentrasi pada catatan neraca transaksi berjalan dan berbagai faktornya seperti harga relatif dan pergerakan pendapatan antar negara yang kesemuanya mempengaruhi arus perdagangan. Nilai tukar dipandang sebagai suatu mekanisme penyeimbang neraca transaksi berjalan. Sementara itu teori-teori portofolio atau pendekatan aset-pasar (sebagai salah satu varian teori moneter kurs) berfokus pada syarat- syarat yang harus dipenuhi bagi terciptanya keseimbangan atau ekuilibrium portofolio para investor atau pemilik aset. Dalam model-model ini pergerakan nilai tukar dipandang sebagai suatu hal yang mencerminkan kelebihan penawaran atau permintaan aset-aset finansial antar- negara. Lebih lanjut, depresiasi dipandang sebagai gejala terjadinya kelebihan penawaran aset finansial domestik. Stabilitas nilai tukar, menurut model-model ini mensyaratkan adanya kebijakan moneter yang konsisten dalam suatu negara maupun antar-negara. Pemerintah sangat berkepentingan untuk menjaga tingkat dan stabilitas nilai tukar mata uang nasionalnya. Karena setiap pergerakan yang mempengaruhi harga domestik impor, maka pada gilirannya hal itu akan mempengaruhi pula tingkat harga domestik, selain tingkat pendapatan atau upah dan tingkat inflasi.
Melalui mekanisme yang sama, nilai tukar akan mempengaruhi tingkat upah dan tingkat pendapatan riil pada setiap tingkatan output. Karena perubahan nilai tukar selalu mempengaruhi posisi kompetitif internasional barang-barang domestik, maka hal itu dengan sendirinya membawa implikasi terhadap tingkat output dan penyerapan tenaga kerja di negara yang bersangkutan. Oleh karena itulah pemerintah berusaha menghindari apresiasi (peningkatan nilai tukar mata uang domestik) karena hal itu bisa mempengaruhi bidang ketenagakerjaan domestik secara negatif, namun pemerintah juga berusaha menghindari depresiasi (penurunan nilai tukar) karena hal itu bisa memicu kenaikan harga-harga atau inflasi.

PENGERTIAN NILAI TUKAR | ok-review | 4.5