PENGERTIAN MARKET / PASAR

By On Thursday, December 12th, 2013 Categories : Ekonomi

MARKET / PASAR adalah suatu mekanisme pertukaran yang mempertemukan para penjual dan para pembeli suatu PRODUK (PRODUCT) , FAKTOR PRODUKSI (FACTOR OF PRODUCTION) atau SURAT BERHARGA (FINANCIAL SECURITY) . Pasar mencakup sejumlah produk, dalam dimensi fisik dan ruang. Dalam kaitannya dengan produk, sebuah pasar dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang berisikan kelompok barang dan jasa yang dipandang sebagai produk-produk pengganti oleh para pembeli. Karenanya, dari sudut pandang seorang pembeli, sepatu wanita dan sepatu pria akan mewakili pasar-pasar yang terpisah satu sama lain, yaitu pasar-pasar yang melayani kebutuhan dari para pembeli yang berbeda. Dari sudut ruang, suatu pasar mungkin berada pada taraf lokal, nasional atau internasional tergantung pada pertimbangan-pertimbangan seperti biaya transportasi, karakteristik produk dan keseragaman selera pembeli. Contoh: karena tingginya rasio biaya transportasi terhadap nilai tambah, pasar-pasar semen dan eternit cenderung untuk dilokalisasi. Begitu juga bir Bavarian misalnya, khusus untuk melayani selera regional tertentu, sementara Coca Cola dijual di seluruh dunia sebagai suatu merek yang global. Secara fisik, pertukaran-pertukaran pembeli dan penjual mungkin dilakukan dalam sebuah tempat yang jelas (sebagai contoh: pasar ikan lokal atau bursa wol), atau dalam suatu lingkungan yang tidak terdefmisi (sebagai contoh: pembelian dan penjualan saham dengan telepon melalui kantor transaksi internasional). Terakhir, dalam beberapa pasar para penjual berhadapan secara langsung dengan para pembeli terakhir, sementara transaksi lain dilakukan melalui suatu mata rantai perantara, seperti para pedagang besar dan pengecer, para broker dan bank.
Para ekonom umumnya mendefinisikan sebuah pasar sebagai suatu kelompok produk yang dipandang sebagai substitusi antara satu dengan yang lainnya oleh para konsumen (yaitu, produk-produk itu memiliki suatu ELASTISITAS SILANG PERMINTAAN ( CROSS-ELASTICITY OF DEMAND) yang tinggi) . Konsep pasar ini mungkin tidak persis cocok dengan KLASIFIKASI INDUSTRI (INDUSTRIAL CLASSIFICATIONS) yang mengelompokkan produk pada industri (lihat INDUSTRY) menurut karakteristik teknis atau produksi mereka dan bukan menurut kemampuan substitusi konsumen. Contoh: botol-botol gelas dan kaleng-kaleng logam akan dianggap oleh para pengguna sebagai bahan kemasan substitusi, akan tetapi dalam kenyataannya mereka dialokasikan pada klasifikasi industri yang berbeda (masing-masing termasuk industri gelas dan logam). Sebaliknya, kategori klasifikasi industri dari produk-produk baja misalnya, dapat mencakup jenis dari pemakainya yang bermacam-macam, seperti insinyur sipil (batang-batang penguat), pabrik mobil (badan-badan mobil) dan pabrik produk berwarna putih (kerangka-kerangka mesin cuci). Akan tetapi dengan tidak adanya data elastisitas silang permintaan yang dapat dipercaya, maka para ekonom seringkah terpaksa tidak menggunakan klasifikasi industri sebagai suatu perkiraan pasar yang paling baik dalam analisis empiris. TEORI PASAR (THEORY OF MARKET) membedakan antarpasar sesuai dengan karakteristik struktur mereka, khususnya pada jumlah pembeli dan penjual yang terlibat. Beberapa situasi pasar dapat diidentifikasi seperti di bawah ini:
PERSAINGAN SEMPURNA = banyak penjual, banyak pembeli
(PERFECT COMPETITION)
OLIGOPOLI (OLIGOPOLY) – sedikit penjual, banyak pembeli
OLIGOPSONI (OLIGOPSONY) = banyak penjual, sedikit pembeli
OLIGOPOLI BILATERAL = sedikit penjual, sedikit pembeli
( BII A TERA L OL1GOPOL Y)
DUOPOLI (DUOPOLY) = dua penjual, banyak pembeli
DUOPSONI (DUOPSONY) = banyak penjual, dua pembeli MONOPOLI (MONOPOLY) = satu penjual, banyak pembeli MONOPSONI (MONOPSONY) = banyak penjual, satu pembeli MONOPOLI BILATERAL = satu penjual, satu pembeli
( BILA TERAL MONOPOLY)
Pengklasifikasian demikian cocok untuk analisis teoritis dan tidak perlu dibuat perbedaan-perbedaan yang jelas atas batas-batas pasar. Akan tetapi, dari sudut pandang kebijakan yang berlaku, luas dan sempitnya sebuah pasar didefinisikan tergantung luas persoalan khusus yang menjadi perhatian kebijakan itu dan pada tingkat ketelitian yang layak bagi kebijakan tersebut. Contoh: untuk tujuan perencanaan makro, mungkin layak untuk mengacu pada pasar minuman dan pasar makanan secara luas. Dari sudut pandang KEBIJAKAN PERSAINGAN (COMPETITION POLICY) yang berlaku, suatu pemisahan dari pengelompokkan seperti itu ke dalam pasar- pasar yang lebih kecil adalah suatu keharusan. Karena itu, pasar minuman dapat dibagi mejadi pasar minuman yang mengandung dan yang tidak mengandung alkohol, dan lebih jauh lagi dapat dibagi ke dalam berbagai macam jenis minuman yang mengandung alkohol, seperti bir, anggur, minuman keras, dan lain sebagainya. Lihat juga LABOUR MARKET, FOREIGN-EXCHANGE MARKET STOCK EXCHANGE, CAPITAL MARKET, COMMODITY MARKET, MONEY MARKET, FUTURES MARKET.

PENGERTIAN MARKET / PASAR | ok-review | 4.5