PENGERTIAN MANAJEMEN KESAN

By On Saturday, November 23rd, 2013 Categories : Psikologi

Kemungkinan ketiga ialah bahwa distorsi yang berjalan sendiri mungkin memberikan hanya penampilan-diri atau fungsi manajemen-kesan. Artinya, kita tidak mungkin benar-benar salah melihat penyebab hasil yang kita peroleh. Akan tetapi, jika kita ditanya kita mencoba mempengaruhi orang lain bahwa kita bertanggung jawab atas keberhasilan yang kita capai dan tidak merasa bersalah atas kegagalan yang kita alami, karena dengan demikian mereka akan menilai diri kita lebih tinggi. Bradley (1978) berargumentasi bahwa berbagai telaah yang memperlihatkan distorsi yang bekerja sendiri itu dapat diinterpretasikan kembali sesuai dengan pandangan ini. Guna ikut mendukung pandangan ini, Orvis (1977) menemukan bahwa orang yang memiliki hubungan intim mengajukan argumentasi secara publik bagi penjelasan yang lebih memuaskan diri kita tentang konflik mereka ketimbang berpikir bahwa mereka benar. Dalam diskusi dengan partner mereka, kerapkali mereka akan menyalahkan sang partner atas konflik-konflik yang mereka hadapi, lebih dari apa yang secara pribadi mereka anggap dapat dibenarkan.
Tetapi kecenderungan untuk lebih memberikan kepuasan dalam pernyataan publik tidaklah menjelaskan semua segi distorsi yang berjalan sendiri dalam atribusi. Orang sungguh sungguh mempercayai propaganda mereka sendiri. Sejumlah telaah menunjukkan bahwa orang mempertunjukkan distorsi yang bekerja sendiri meskipun dalam kondisi sangat pribadi di mana tidak mungkin mereka berusaha memberikan kesan kepada orang lain. Contohnya, Greenberg et al. (1982) dan Schenkel et ai. (1983) menemukan distorsi yang bekerja sendiri bahkan ketika para subjek mengira bahwa pembuat eksperimen tidak tahu bagai-mana mereka bekerja. Riess et al. (1981) menemukannya meski para subjek tersangkut dalam “saluran palsu”, yaitu sebuah aparat yang dianggap dapat menangkap kebohongan. Secara umum, distorsi yang bekerja sendiri tidak semata-mata “menghadang” manajemen kesan meskipun mereka mungkin bertindak demikian pada waktu-waktu tertentu. Nampaknya ada kecenderungan kuat untuk distorsi atribusi melalui kebutuhan penilaian diri sendiri, terutama dalam kasus minta dipuji untuk hal-hal baik dan mengelak dari tuduhan dalam peristiwa-peristiwa buruk. Akan tetapi pembenaran atau pembatalan harapan juga merupakan faktor penting dalam atribusi kita tentang keberhasilan dan kegagalan. Jika terjadi sesuatu yang mengagetkan, kita memerlukan penjelasan bara Di sini, ketiga interpretasi itu dapat berkembang. Mungkin semuanya sah.

PENGERTIAN MANAJEMEN KESAN | ok-review | 4.5