PENGERTIAN LIMA GAIB KAPRIBADEN

By On Sunday, April 13th, 2014 Categories : Budaya

PENGERTIAN LIMA GAIB KAPRIBADEN – Paguyuban penghayatan kapribaden yang didirikan pada tahun 1978. Ajaran ini berupa laku kasampurnan yang diterima Romo Semono Sastro Tadidjojo pada tahun 1955 dan disampai­kan kepada penganutnya selama 25 tahun dengan sa­rana panca gaib. Ajaran ini diteruskan oleh Manuel Aler. Tidak ada ajaran yang diberikan seseorang ke­pada orang lain. Ajaran yang sesungguhnya diberikan oleh hidup masing-masing sebagai Dzat Tuhan kepa­da raga manusianya.
panca gaib terdiri atas (1) kunci, kata pembukaan vang dihadapkan kepada Gusti Ingkang Moho Suci; (2) asmo, nama dari hidup/urip/roh orang bersang­kutan dan diberikan kepada seseorang oleh warga se­puh (kadhang) yang telah mampu memberikan , bukan dalam arti “keluar”, tetapi dalam arti “menyatu dengan hidup”; (4) singkir diterapkan untuk menyingkirkan angkara murka dalam diri sendiri atau mengalahkan aku-nya sendiri; (5) paweling berisikan peringatan bahwa sepatah kata panca gaib tidak dapat diganti; jika berubah tidak berguna sama sekali. Wa­lau diwujudkan dengan bahasa Jawa, namun gaibnya dapat dihayati dengan rasa.
Paguyuban penghayat kapribaden mengikuti peng­aturan gaib, pengaturan hidup, karena itu tidak memi­liki pengurus. Laku dijalankan oleh siapa pun yang menghendaki, tidak memandang suku, bangsa, aga­ma, budaya, bahkan umur yang bersangkutan (dapat dihayati oleh anak kecil). Penganut paguyuban ini ter­sebar di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

PENGERTIAN LIMA GAIB KAPRIBADEN | ok-review | 4.5