PENGERTIAN LEMPAR CAKRAM

By On Tuesday, October 29th, 2013 Categories : Sosiologi

LEMPAR CAKRAM, salah satu nomor pada cabang olahraga atletik yang sudah dipertandingkan sejak olimpiade klasik, sekitar 3.000 tahun silam. Pada masa itu cakram masih terbuat dari batu dengan berat sekitar 2,5 kilogram. Kini, alat itu terbuat dari kayu berlapis tembaga, atau sejenis plastik berlapis logam dengan berat sekitar 2 kilogram.
Seorang atlet melempar cakram dengan melakukan putaran tubuh. Putaran itu bisa menyamping atau membelakangi arah. Sang atlet melempar cakram itu dari sebuah lingkaran bergaris tengah 2,5 meter, yang ditandai dengan garis lingkar berwarna putih selebar 6 sentimeter. Cara memegang cakram diawali dengan posisi seperti orang sedang membawa buku, yaitu meluruskan lengan ke bawah. Saat cakram akan dilemparkan, kaki dibuka sejajar menyampingi arah. Posisi kaki kiri berada di depan dan berat badan ditumpu kaki belakang yang dibengkokkan ke depan (lutut ditekuk). Sewaktu melempar, posisi tangan kanan lurus dan punggung tangan kanan terletak di atas. Lepasnya cakram diakhiri dengan menggerakkan jari kelingking ke dalam agar sewaktu lepas dari tangan, cakram berputar ke luar. Ketika melepaskan cakram, atlet tidak melakukan putaran. Cara ini berlaku untuk atlet bukan kidal. Biasanya, sebelum dilemparkan, cakram diayun-ayunkan lebih dulu. Nomor Dasa Lomba. Lempar cakram termasuk nomor yang harus diikuti atlet Dasa Lomba (.Decathlon) yang berlangsung selama dua hari berturut-turut. Dalam 10 nomor yang diperlombakan, lempar cakram dan lembing dipertandingkan pada hari kedua. Dasa Lomba ini hanya untuk putra. Untuk atlet putri adalah Panca Lomba yang berlangsung selama dua hari. Lempar cakram tidak ikut dilombakan dalam Panca Lomba.
Prestasi. Rekor nasional lempar cakram putra sejauh 45,98 meter dipegang Suhadi Ivlasiri dari Malang. Rekor ini, yang dibuat tahun 1981, sampai kini belum terpecahkan. Dalam kejurnas atletik 1986, Geraldus B. (Irian Jaya), yang menduduki peringkat pertama, hanya mampu melempar sejauh 42,76 meter. Peringkat pertama cakram putri masih ditempati Yuliana Effendi (DKI). Rekornas yang dibuatnya di Bangkok tahun 1985, yaitu 45,98 meter, sampai kini belum terpecahkan. Dalam kejurnas tahun 1986, prestasinya justru merosot dengan hasil lemparan sejauh 45.00 meter. Tempat kedua diduduki Poppy Timorason (Jabar) dengan hasil lemparan 36,82 meter.

PENGERTIAN LEMPAR CAKRAM | ok-review | 4.5