PENGERTIAN KOPERASI DAN MODAL

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Ekonomi

Koperasi adalah organisasi ekonomi yang dijalankan oleh para anggota secara individual yang masing-masing memiliki satu suara dan pangsa kepemilikan yang sama sehingga bagian keuntungan yang akan mereka terima pun sama besarnya. Susunan keanggotaannya mirip dengan yang terdapat pada Perseroan Terbatas hanya saja proses pengambilan keputusan dalam koperasi lebih demokratis. Karakteristik inilah yang sangat menonjol pada koperasi, yakni satu anggota satu suara. Tidak seperti perusahaan pada umumnya, sumbangan modal tidak selalu menjadi elemen terpenting bagi pembagian hak dalam pembuatan keputusan. Koperasi bisa menghimpun para konsumen, petani, atau buruh. Dalam koperasi konsumen, keanggotaannya didasarkan pada pembelian, dan laba akan didistribusikan sesuai dengan jumlah pembelian dari masing- masing anggota. Sedangkan dalam koperasi pertanian, para anggotanya adalah para petani yang bergabung dan saling membantu dalam produksi, dan juga pemasaran. Koperasi penting berikutnya adalah koperasi simpan-pinjam dan koperasi perumahan yang prinsip kerjanya sama dengan koperasi lainnya. Keuntungan dibagi secara merata berdasarkan kontribusi. Koperasi pertama dibentuk pada tahun 1844 di Toad Lane, Rochdale oleh 28 pekerja Lanca-shire yang selanjutnya mengembangkan tujuh prinsip koperasi yang sampai sekarang masih menjadi iandasan gerakan koperasi di seluruh dunia. Ketujuh prinsip tersebut adalah keanggotaan yang bersifat terbuka; satu anggota satu suara: perputaran modal terbatas; alokasi surplus produksi disesuaikan atau kontribusi dari masing-masing anggota; jasa penyediaan uang tunai; penekanan pada aspek pendidikan; dan bersifat netral dalam soal agama dan politik. Dewasa ini telah ada Aliansi Koperasi Internasional (1CA, International Co-operative Alliance) yang mencoba mengembangkan kegiatan koperasi berdasarkan prinsip-prinsip tersebut di seluruh dunia. ICA terbentuk di tahun 1966 dan untuk mengembangkan gerakan koperasi secara lebih intensif dua prinsip terakhir sengaja digugurkan dan diganti dengan prinsip kolaborasi antar-koperasi.
Gerakan koperasi internasional tumbuh sangat pesat, dan di tahun 1980 tercatat 700 ribu koperasi berafiliasi dengan ICA, yang secara keseluruhan menghimpun 350 juta anggota dari 65 negara. Kebanyakan adalah koperasi pertanian dan lembaga simpan pinjam, yakni mencapai 250 ribu unit yang menghimpun 180 juta anggota. Namun jenis koperasi yang jumlah rata-rata anggotanya terbanyak adalah koperasi pertanian yang dewasa ini tercatat mencapai 60 unit dengan 130 juta anggota Di samping itu terdapat pula 45 ribu koperasi industri yang menghimpun para buruh yang jumlahnya mencapai 5.5 juta orang lebih. Koperasi bermula di Eropa dan Amerika Utara, dan sampai sekarang koperasi memiliki akar yang kuat, terutama koperasi konsumen dan koperasi pertanian. Sejak Perang Dunia Kedua perkembangan koperasi kian pesat khususnya di negara-negara berkembang karena tipe organisasi ini agak cocok dengan kondisi setempat. Koperasi pertanian, misalnya, memungkinkan para pemilik lahan kecil untuk memadukan sumber daya mereka yang terbatas dalam melakukan produksi, panen atau pemasaran. Koperasi juga dirasakan cocok di negara-negara bekas komunis Eropa Timur dan Tengah. Koperasi memang merupakan bentuk kompromi antara organisasi sosialis dan kapitalis. Perkembangan koperasi di wilayah itu juga diinspirasikan oleh keberhasilan serikat pekerja industri mandiri yang beroperasi di bekas wilayah Yugoslavia antara tahun 1952 hingga 1989. Momentum perkembangan koperasi dipacu pula oleh tulisan Ward (1958) dan Vanek (1970) dan studi-studi ekstensif Ireland dan Law. Para analis berminat mempelajari bagaimana kepu- tusan koperasi bisa berubah dengan cepat seiring dengan bergesernya kepentingan atau minat para pekerja yang menjadi anggotanya. Ada lima hal yang diperhatikan. Pertama, koperasi produsen yang konon tidak terlalu berorientasi pasar; para anggota lebih suka mempertahankan tingkat produksi yang tinggi demi menjaga lapangan kerja dan tingkat upah agar tetap tinggi, ketimbang membuatnya sedemikian rupa untuk memaksimalkan laba. Kedua, terbatasnya modal investasi koperasi yang acapkali menyulitkannya berkembang. Ketiga, kurang efisiennya manajemen koperasi karena hubungan sosial dalam koperasi seringkali dianggap tak kalah pentingnya ketimbang perhitungan ekonomis, dan kebanyakan anggota koperasi enggan memikul resiko bisnis yang relatif besar. Berikutnya, bertolak dari alasan-alasan di atas, koperasi sulit bertahan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Sedangkan yang kelima adalah menonjolnya partisipasi anggota dalam pembuatan keputusan, yang ada kalanya tidak dibarengi dengan kontrol untuk meningkatkan efisiensi manajemen. Terlepas dari berbagai kelemahannya, ternyata cukup banyak koperasi yang bisa tumbuh kuat di lingkungan ekonomi kompetitif di berbagai masyarakat Barat. Salah satu di antaranya yang mencapai ukuran sangat besar adalah kelompok koperasi Mondragon di daerah Basque, Spanyol. Sejak dibentuk pada pertengahan 1950-an, koperasi ini tumbuh pesat sehingga mampu mem bantu kegiatan produksi, investasi, pemasaran dan pendidikan bisnis bagi para anggotanya, bahkan ia sanggup membuka 16.000 lapangan kerja industri. Studi terhadapnya menunjukkan bahwa efisiensi dan produktivitas koperasi ini jauh di atas rata-rata. Sejumlah penelitian juga telah dilakukan terhadap tingkat efektivitas 20.000 koperasi di Italia, 700 di Ferancis dan sekitar 800 koperasi produsen di Amerika Serikat. Kecuali Mondragon dan segelintir koperasi produsen lainnya, kebanyakan tetap berukuran kecil meskipun sudah beroperasi sekian tahun, dan sama sekali tidak mampu menyaingi perusahaan-perusahaan swasta biasa. Masalah klasiknya adalah modal. Jadi, modal lebih banyak merekrut pekerja, ketimbang pekerja merekrut modal. Mungkin tolok ukur keberhasilan koperasi bukannya ukuran atau formasi modal, melainkan sejauh mana ia bisa mencipta- kan lapangan kerja; untuk kriteria ini, banyak sekali koperasi yang harus diakui keberhasilannya. Antara 1975 dan 1990, 1.600 koperasi sangat berjasa mengatasi masalah pengangguran di Inggris, meskipun mereka harus merelakan peluang pertumbuhannya sebagai unit ekonomi yang besar dan efisien.

PENGERTIAN KOPERASI DAN MODAL | ok-review | 4.5