PENGERTIAN KONSERVATISME

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Psikologi

Konservatisme adalah doktrin yang meyakini bahwa realitas suatu masyarakat dapat ditemukan pada perkembangan sejarahnya, dan karena itu sebaiknya pemerintah membatasi diri dalam melakukan campur tangan terhadap perilaku kehidupan masyarakatnya. Doktrin konservatif muncul pada tahun 1790-an sebagai reaksi terhadap proyeksi rasionalis terhadap revolusi Perancis dan pernyataan pendukungnya yang terdapat dalam karya Edmund Burke yang berjudul Reflections on the Revolution in France. Penekanan aspek historis oleh Burke itu sendiri sejalan dengan aliran pemikiran yang tengah berkembang di Eropa pada masa itu yang menolak penalaran abstrak sebagai metode untuk memahami dunia manusia. Nuansa flamboyan pada retorika Burke dianggap perlu untuk menghadirkan warna konservatisme, namun karena doktrin itu sendiri dalam bentuknya yang paling murni tidak terlepas dari kehati-hatian khas kaum intelektual yang telah mengakar selama dua abad sebelumnya, maka doktrin itu belum menunjukkan pretensi untuk bangkit sebagai ideologi modern. Doktrin-doktrin tersebut saling bersaing dalam memberikan penjelasan yang tidak hanya mengenai kegiatan politik namun juga keseluruhan keberadaan manusia dan kedudukannya di alam semesta. Burke sendiri berpendapat bahwa landasan doktrin itu bersumber dari agama, sehingga ia begitu hati-hati dalam mengembangkannya agar tidak bentrok dengan lembaga-lembaga yang telah mapan di masyarakat. Namun kehati-hatian itu sendiri tidak bisa menghilangkan unsur skeptisisme dalam konservatisme mengenai kemampuan manusia untuk memahami dan mengalahkan berbagai kompleksitas yang menyelimuti kehidupannya. Konservatisme memandang masyarakat sebagai suatu yang terus berkembang namun perkembangan itu tidak boleh menghilangkan akarnya. Bagi kalangan redikal yang percaya bahwa masyarakat harus mengalami transformasi secara revolusioner demi menghilangkan berbagai bentuk ketidak-adilan, konservatisme adalah tembok penghalang. Bisa dikatakan semua tokoh konservatif menentang transformasi secara revolusioner itu. Secara spesifik konservatisme adalah salah satu dari tiga doktrin yang menjadi pilar tradisi politik Eropa. Pilar berikutnya adalah liberalisme yang mengutamakan kebebasan dan nilai-nilai reformasi, sedangkan pilar yang ketiga adalah sosialisme konstitusional yang juga me-lantangkan perlunya perubahan-perubahan demi memperbaiki lapisan masyarakat yang paling miskin. Pada intinya, ilmu politik modern merupakan dialog panjang antara ketiga aliran pemikiran tersebut.
Konservatisme mulai berkembang pesat melalui Partai Whig pada akhir abad 18 di Inggris, dan berpuncak pada tahun 1830-an dengan tampilnya Partai Konservatif (Tory). Paham tersebut lantas menyebar ke nagara-negara lain, khususnya di Amerika Serikat, meskipun tidak ada partai atau kekuatan politik di negara-negara selain Inggris itu yang secara terang-terangan menggunakan label konservatif. Sejak tahun 1960-an kecenderungan haluan liberal di Amerika (yang terutama dibawa oleh Partai Demokrat) mulai menerapkan kebijakan-kebijakan sosialis yang kemudian membangkitkan reaksi yang menyebut dirinya sendiri “Neo-Konservatif”. Doktrin konservatif menyatakan bahwa partai-partai politik harus memberi respon terhadap perubahan lingkungan, meskipun doktrin ini dikenal dengan kehati-hatiannya dalam melakukan perubahan apa pun. Meskipun demikian, konservatisme bukan hanya merupakan sebuah doktrin, namun juga disposisi tentang manusia Sampai batas tertentu konservatisme adalah sikap dasar yang ada di hampir semua manusia. Secara politik, haluan konservatif banyak dipengaruhi oleh Partai Konservatif Inggris yang senantiasa aktif memberikan respon terhadap berbagai masalah di dunia modern. Di bawah pimpinan Disraeli, partai ini mengorganisir dan memperkokoh diri sehingga menjadi figur handal dalam dunia politik. Pada akhir abad 19, Partai Konservatif Inggris berada di jajaran terdepan dalam pengembangan ekonomi dan upaya mempertahankan monarkhi yang saat itu dirongrong oleh upaya untuk memisahkan Irlandia Pada periode antara dua perang dunia, Baldwin memimpin partai konservatif guna memperkuat akarnya di masyarakat. Setelah keberhasilan penciptaan negara kesejahteraan oleh Attlee dari tahun 1945 hingga tahun 1951 Churchill dan Macmillan meneruskannya lebih lanjut. Namun sejak tahun 1976, Margareth Thatcher dan sayap kanan partai yang tengah berkuasa mulai me-nyusutkan sosok negara kesejahteraan Inggris yang dianggap berlebihan dan memboroskan uang. Sikap Thatcher yang lebih menyukai mekanisme pasar itu masih mewarnai tatanan politik dan sikap pemerintah di Inggris hingga saat ini. Aliran konservatif tidak memberikan pedoman yang lengkap bagi dilakukannya tindakan politik tertentu, dan hal ini rentan terhadap tuntutan- tuntutan perubahan. Seperti yang dikemukakan olehF.A. Hayek; “Pada dasarnya aliran konservatif tidak dapat menawarkan suatu alternatif atau arah di mana kita harus bergerak” (The Constitution of Liberty, 1960). Namun adalah keliru, jika kita menganggap konservatisme sebagai paham anti-perubahan. Yang lebih dipermasalahkan bukan perubahan itu sendiri, melainkan sumbernya. Ini sangat kontras dengan sikap radikal yang menghendaki perubahan besar-besaran dan menjadikan perubahan itu sebagai tujuan. Kaum liberal berpendapat bahwa pemerintah harus memainkan peran aktif dalam melaksanakan reformasi guna menghilangkan berbagai penyakit sosial. Meskipun menolak perluasan peran pemerintah, kaum konservatif berpendapat bahwa harus ada suatu kerangka hukum sebagai landasan perubahan dan tempat berpijak untuk mengatasi berbagai persoalan di dalam masyarakat. Dalam hal ini konservatisme adalah suatu aplikasi politik dari idiom hukum yang menyatakan bahwa kasus yang berat akan melahirkan hukum yang buruk. Jadi sangatlah keliru jika kita menganggap konservatisme menolak perubahan. Sekali lagi yang sangat dipentingkannya adalah dari mana perubahan itu berasal. Seperti halnya semua doktrin politik, konservatisme memiliki pandangan tertentu yang relatif longgar terhadap kondisi dunia. Aliran ini menghormati berbagai entitas dan identitas yang telah mapan dan juga menjunjung tinggi sopan santun meskipun hal itu mungkin irrasional karena hal-hal tersebut dianggapnya sebagai jangkar yang akan mencegah seseorang bertindak semaunya. Radikalisme mudah berkembang di kalangan pemuda sedangkan konservatisme biasanya dianut oleh para orang tua yang sudah memiliki pandangan dan sikap yang mapan mengenai apa yang harus diutamakan dalam hidup. Meskipun mengalami naik turun, daya tarik konservatisme sampai sekarang tetap besar. Bahkan suatu masyarakat yang tidak memiliki elemen konservatisme tidak akan bertahan lama.

PENGERTIAN KONSERVATISME | ok-review | 4.5