PENGERTIAN KONSERVASI

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Teknologi

Pada dasarnya konservasi adalah kegiatan penyimpanan atau pemeliharaan. Dengan melakukan konservasi, itu berarti kita menyimpan sebagian dari yang kita miliki saat ini untuk kita gunakan esok atau seratus tahun mendatang. Secara umum, perhatian para ekonom dan masyarakat awam terfokus pada fenomena natural mulai dari konservasi sumber daya perikanan, minyak, kualitas iingkungan hidup dan sebagainya, meskipun sesungguhnya mesin, literatur dan kebudayaan juga perlu dikonservasikan oleh manusia, dan daiam banyak hal prinsip-prinsip yang digunakan juga sama. Usia bumi itu terbatas, demikian pula dengan sumber daya dan kemampuannya dalam menyokong hidup manusia serta menyerap polusi. Sejumlah ekonom percaya bahwa pertumbuhan berkesinambungan dalam output dan populasi akan membawa dunia pada ambang batas kemampuannya dalam waktu yang lebih cepat ketimbang yang diduga oleh banyak orang. Menurut pandangan ini sumber-sumber daya yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak dan mineral maupun sumber-sumber daya yang dapat diperbaharui seperti sumber daya perikanan dan kualitas tanah akan menyusut semakin cepat. Kerusakan lingkungan melalui erosi, penyebaran karbondioksida dan sebagainya akan kian berlebihan dan perilaku konsumsi yang bersifat merusak sekali akansulitdihentikan. Para ekonom radikal dan Marxis menuding kapitalisme sebagai penyebabnya, sekalipun negara-negara Eropa Timur mengalami kerusakan lingkungan yang sama parahnya.
Secara umum para ekonom berpendapat bahwa pasar bisa berfungsi sebagai mekanisme penyedia insentif konservasi. Penggunaan sumber daya akan ditentukan terutama oleh perkiraan gerakan harga dan tingkat diskonto. Kelangkaan berarti harga yang mahal dan dugaan mengenai kelangkaan akan memicu kenaikan harga dan hal ini akan menguntungkan upaya konservasi sumber daya dan mendorong dilakukannya langkah-langkah penghematan seperti daur ulang dan modifikasi teknologi. Namun fungsi atau mekanisme pasar juga bisa gagal. Di samping itu, usaha konservasi yang berlebihan juga menimbulkan dampak negatif yang tidak kalah merugikannya. Hanya saja kegagalan pasar biasanya dapat diketahui sejak dini dan diatasi sebelum berkembang terlalu luas. Langkah yang dianjurkan untuk mengatasi kelemahan mekanisme pasar ini adalah pengembangan modal dan teknologi tepat guna secara bijaksana. Krisis minyak tahun 1973, membuka mata dunia mengenai bahaya krisis sumber daya. Lonjakan harga hingga empat kali lipat telah mengguncangkan perekonomian dunia. Bahkan negara-negara yang kaya minyak seperti Inggris juga mengalami kemerosotan ekonomi. Studi- studi ekonometrik mengungkap bahwa pasar memberi reaksi yang begitu cepat terhadap kelangkaan sumber daya berupa lonjakan harga yang tidak urung mengakibatkan krisis yang hanya dapat diatasi dalam jangka panjang melalui penyesuaian teknologi. Sumber-sumber daya yang dapat diperbaharui seperti sumber daya perikanan sesungguhnya memang mengalami penyusutan secara alamiah sehingga upaya pemanfaatannya haruslah dilakukan secara lebih hati-hati. Sedangkan penggunaan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui seperti minyak harus dibarengi dengan pengembangan teknologi alternatif sedini mungkin. Sumber daya mineral secara umum juga tidak dapat diperbaharui, namun laju penyusutannya dapat diperlambat antara lain melalui pengembangan praktek dan teknologi daur ulang. Lingkungan hidup sehari-hari merupakan sumber daya berikutnya yang harus dikonservasi. Tujuannya jelas lebih luas dari sekedar penciptaan tempat wisata. Namun mekanisme pasar tidak selamanya bisa diterapkan, misalnya orang kaya tidak bisa begitu saja menggusur orang yang miskin yang tinggal di daerah-daerah indah untuk pindah ke tempat lain. Sebagian masalah lingkungan berskala internasional, seperti pemanasan global dan perluasan karbondioksida yang begitu cepat, serta reSiko radiasi nuklir.
Ada dua alasan mengapa populasi begitu penting dalam diskusi mengenai lingkungan. Pertama, jumlah dan pertumbuhan penduduk merupakan salah satu determinan penting bagi kelangsungan dan kelestarian sumber daya serta lingkungan hidup. Kedua, pemilikan dan pemeliharaan anak mengandung masalah eksternalitas yang acapkali mengharuskan pemerintah memberikan bantuan keuangan khususnya bagi keluarga-keluarga besar. Dewasa ini jumlah penduduk dunia naik dua kali lipat setiap empat puluh tahun. Di beberapa bagian dunia seperti Cina dan Taiwan, angka pertambahan penduduk memang tengah berkurang. Namun di tempat- tempat lain seperti di India dan sebagian besar negara muslim dan katholik Roma yang menolak keluarga berencana, belum menunjukkan tanda-tanda penurunan angka pertambahan penduduk. Bahkan di sebagian besar negara maju, laju pertambahan penduduknya juga tidak kunjung turun. Keprihatinan tentang kependudukan di negara maju dibuktikan oleh angka persentase pertumbuhan populasi tahunan yang kian lama kian tinggi. Sebab-sebabnya sangatlah kompleks dan sampai sekarang belum dipahami secara utuh, sekalipun banyak pihak yang berpendapat bahwa faktor biaya sangat berperan. Banyak faktor yang membuat usaha konservasi sampai sekarang belum memadai. Antara lain, sulitnya prediksi berkesiapan langkah dalam menghadapi ketidakpastian. Pertumbuhan penduduk masih tetap merupakan ancaman bagi kelestarian sumber daya perikanan, kehutanan dan pertambangan. Pengaturan pajak adakalanya justm menghambat usaha konservasi seperti di Amerika Serikat yang mengurangi pajak bagi keluarga-keluarga yang jumlah anaknya banyak. Masalah berikutnya adalah terlalu tingginya tingkat diskonto yang terus memacu investasi dan pertumbuhan tanpa memberi perhatian yang memadai bagi usaha pelestarian lingkungan. Pemerintah di banyak negara justru menyukai hal itu meskipun mereka juga tahu hal itu akan mengorbankan konservasi. Langkah-langkah perbaikan juga sulit ditentukan. Banyak pengamat menganjurkan dirombaknya sistem perpajakan guna mendukung usaha konservasi. Namun harus disadari bahwa konservasi ini seringkah bertentangan dengan pertimbangan ekonomi, karena pembatasan penangkapan ikan pada musim tertentu, pe-nerapan aturan polusi bagi pabrik-pabrik, pembatasan pemakaian pestisida, atau pengaturan bangunan dan penggunaan tanah mau tidak mau harus mengorbankan, sampai batas tertentu, pertimbangan ekonomi. Banyak pihak yang mencoba memadukan kedua aspek itu, namun akibatnya justru inefisiensi. Pembatasan periode penangkapan ikan, misalnya, mengakibatkan banyak kapal yang menganggur dan jelas ini merupakan pemborosan. Tindakan lain yang lebih masuk akal seperti penyediaan subsidi bagi penghematan bahan bakar dan penerapan sanksi berupa denda bagi pabrik-pabrik yang tingkat polusinya melampaui ambang batas yang telah ditentukan juga sulit diterapkan secara luas. Sudah banyak usulan yang telah dikemukakan seperti nasionalisasi, diversifikasi (yang sangat dianjurkan oleh para ahli ekologi), penggalakan daur ulang dan sebagainya. Namun seperti dikemukakan oleh Baumol dan Oates  yang paling diperlukan sesungguhnya adalah kombinasi metode karena masing-masing metode itu mengandung kelemahannya sendiri.

PENGERTIAN KONSERVASI | ok-review | 4.5