PENGERTIAN KONSEP PUSAT DAN PINGGIRAN

By On Monday, October 7th, 2013 Categories : Ekonomi

Kedua konsep ini merupakan bagian dari aliran pemikiran yang mencoba menjelaskan proses di mana kapitalisme mempengaruhi struktur ekonomi dan politik di negara-negara berkembang atau terkebelakang. Bertolak dari tradisi Marxis, pemikiran ini berasumsi bahwa pusat yang terdiri dari negara-negara kapitalis memiliki modal yang sangat besar, dan tingkat upahnya kurang lebih sama dengan biaya reproduksi tenaga kerja. Sebaliknya pinggiran, yakni negara-negara miskin, modal yang tersedia sangat sedikit dan tingkat upah pun relatif sangat rendah sehingga tidak mencukupi biaya reproduksi tenaga kerja. Ini terjadi karena di pinggiran, reproduksi tenaga kerja acapkali tergantung pada produksi non-kapitalis, di mana sebagian upah yang dibayarkan kepada para pekerja disubsidi oleh produksi subsisten. Di sejumlah kasus, seperti di kalangan pekerja perkebunan, para pemilik lahan kecil dapat memberikan kontribusi sebesar nilai uang aktual dari upah yang dibayarkan. Dalam kasus lain, seperti dalam sektor pertambangan, pekerja pria migran biasanya hanya menerima upah yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, sedangkan keluarganya harus mengandalkan nafkah pada produksi subsisten di tempat lain. Di pusat, upah terutama ditentukan oleh proses atau mekanisme pasar. Sedangkan di pinggiran, yang bermain adalah kekuatan-kekuatan non pasar seperti represi politik atau hubungan tradisional antara keias atas dan kelas bawah Penggunaan konsep pusat dan pinggiran mengisaratkan sistem dunia sebagai unit analisis, dan “keterbelakangan” sebagai sesuatu proses yang tak terelakkan (jadi bukan sekedar istiiah deskriptif). Keterbelakangan pada dasarnya dinyatakan sebagai akibat kontradiksi dalam hubungan-hubungan produksi kapitalis di pusat. Hai itu muncul sebagai akibat dari adanya upaya mengatasi masalah-masalah produksi yang terus menerus gagal memutuskan ikatan pengaruh produksi kapitalis di pusat. Upaya analisis proses ekstraksi surplus dan pernyataan bahwa perekonomian dunia pada dasarnya bersifat kapitalis, memunculkan dua perdebatan lainnya yang erat berkaitan Salah satu di antaranya berfokus pada pendefinisian kapitalisme, yang antara lain mempertanyakan apakah hal itu cukup ditandai oleh adanya sistem produksi atau hubungan pertukaran tertentu. Sedangkan yang lain mencoba mengidentifikasikan ikatan antara pusat dan pinggiran, sehingga perdebatan ini mencoba mengungkap hakikat sistem atas dasar hubungan atau artikulasi antara berbagai mode produksi yang berlainan Dalam upayanya mempertegas persoalan teoritis serta implikasi-implikasi politiknya, konsepsi pusat dan pinggiran telah dikembangkan dan diteliti secara empiris. Hal tersebut memunculkan berbagai teori sistem dunia, yang antara lain dikemukakan oleh Wallerstein (1974), Frank (1978)dan Amin (1976: Dalam aliran ini terdapat pula teori-teori mengenai siklus ekonomi nasional dan global, misalnya teori yang dikemukakan oleh Mandel(1980). Selain itu, dalam menjelaskan posisi sejumlah negara seperti Brazil, Argentina dan Meksiko, muncullah konsep semi-pinggiran. Konsep ini mencakup gagasan bahwa budaya politik dan sifat campuran industrialisasinya yang unik menempatkan negara-negara tersebut dalam suatu posisi penyangga, jika dilihat dari konteks politik internasional, antara negara-negara kapitalis di pusat dan negara-negara miskin yang ada di pinggiran.

PENGERTIAN KONSEP PUSAT DAN PINGGIRAN | ok-review | 4.5