PENGERTIAN KONFORMITAS

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Psikologi

Riset mengenai konformitas itu sendiri pada awalnya tidak bertolak dari niat memahami keteraturan-keteraturan perilaku karena hal tersebut tidak dimungkinkan oleh keterbatasan eksperimen di laboratorium.Pada awalnya, kajian mengenai keseragaman atau uniformitas dalam perilaku sosial manusia terarah pada insting untuk menciptakan kesamaan (McDougall) atau pada prinsip-prinsip umum dari proses belajar seperti imitasi atau sugesti (Tarde. Le Bon). Namun kajian awal ini belum dapat memberikan pejelasan yang memadai.  Pada 1930-an Sherif (1935) mengadakan penelitian laboratium mengenai formasi dan fungsi norma-norma sosial. Sherif menempatkan beberapa orang secara terpisah untuk mengerjakan suatu tugas, sebagian dalam ruang gelap dan sebagian lagi dalam ruang gelap total. Ternyata individu-individu yang berada dalam ruang gelap melakukan tugas dengan meniru apa yang dilakukan oleh orang yang ada di ruang terang, dan dari situ terbentuklah suatu norma kelompok. Ketika semua ruang gelap total masing-masing individu tetap mengerjakan tugas dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Durkheim (1966) adalah orang pertama yang mengidentifikasikan suatu situasi yang disebut anomi atau keadaan tanpa norma. Sherif sesungguhnya juga sudah menemukan fenomena sosial tersebut, namun ia lebih berfokus pada fungsi-fungsi norma, dan dari situ ia dapat menunjukkan bagaimana suatu norma sosial berfungsi sebagai kerangka refe-rensi untuk membimbing tindakan individu. Para ilmuwan liberal yang menjunjung tinggi otonomi kebebasan individu tidak menyukai temuan Sherif yang mengisyaratkan bahwa manusia cenderung bertindak dengan meniru tindakan manusia lain. Pada awal 1950-an Asch berniat mendemonstrasikan otonomi individual dengan menghilangkan semua stimuli eksternal dalam penelitiannya. Namun orang-orang yang menjadi subjek penelitiannya justru merasa menjadi minoritas karena mereka tidak punya acuan tindakan (Asch, 1956). Mereka tidak menyadari bahwa ada subjek penelitian lain yang juga diminta melakukan tindakan-tindakan secara otonom. Pada akhirnya masing-masing individu memang melakukan tindakan secara terpisah dan berbeda. Namun penelitian Asch ini sulit dikemukakan sebagai bukti kemandirian individu anti-konformitas karena apa yang diperlihatkan oleh individu-individu dalam penelitiannya itu lebih tepat bila dikatakan sebagai pola perilaku kelompok minoritas yang acapkali kebingungan dalam mengambil rujukan tindakan.
Eksperimen itu segera berdampak luas karena para ilmuwan pada umumnya terlanjur meyakini adanya konformitas dalam kehidupan sosial. Sekurang-kurangnya Asch dapat menunjukkan bahwa pemakaian rujukan tindakan bagi setiap kelompok ternyata bisa juga berbeda-beda, dan hal ini tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip konformitas. Crutchfield (1955) membakukan prosedur Asch dengan menstandarisasikan penelitian dengan menggunakan sejumlah kelompok yang terdiri dari lima orang. Pengubahan prosedur ini ternyata berhasil meningkatkan efisiensi pengumpulan data. namun penelitian ini pun tidak dapat menghilangkan prinsip konformitas. Deutsch dan Gerard (1955) memperbesar independensi individu ketimbang dalam penelitian Asch yang lebih mengisolasikan masing-masing subjek penelitian, meskipun penelitian ini juga tidak dapat menafikan prinsip konformitas. Studi-studi eksperimental Milgram (1974) mengenai kepatuhan pada pertengahan 1960-an sama kontroversialnya dengan hasil penilain Asch di awal 1950-an itu. Milgram mengidentifikasikan kondisi-kondisi yang menentukan kepatuhan seseorang terhadap instruksi Sementara itu sebagai respon terhadap studi Asch. Mosccvici (1976: mengembangkan pula teori pengaruh minoritas Ia berniat mengidentifikasikan bagaimana kaum minoritas dari waktu ke waktu dipengaruhi oleh kaum mayoritas. Meskipun teorinya itu didasarkan pada penelitian laboratorium. Mosccvici seperti halnya Freud. Einstein atau Darwin lebih tertarik untuk mengetahui bagaimana individu-individu kreatif menyesuaikan diri terhadap perilaku mayoritas tanpa mengabaikan preferensi pribadinya. itu berarti ia lebih meneliti kreativitas dan perubahan ketimbang pemeliharaan status quo atau hal-hal yang berkaitan dengari konformitas.
 

PENGERTIAN KONFORMITAS | ok-review | 4.5