PENGERTIAN KOMUNISME

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Sosiologi

Pada dasarnya istilah komunisme merujuk pada setiap pengaturan sosial yang didasarkan pada kepemilikan, produksi, konsumsi, swa-pemerintahan, atau bahkan hubungan, yang serba komunal atau bersama-sama. Istilah ini juga merujuk pada berbagai masyarakat dan praktek yang didasarkan pada teori komunisme. Contoh-contoh masyarakat komunis bisa kita temukan pada masyarakat religius di berbagai penggal sejarah dan juga di berbagai masyarakat radikal mulai dari kaum Anabaptis di abad 16, sampai dengan komunitas kontemporer yang menganut “kontra-budayaContoh paling terkenal penganjuran komunisme adalah dibentuknya rezim atau kasta pelindung dalam karya Plato yang berjudul Republic. Selama pertengahan abad 19, pemikiran-pemikiran yang paling radikal dari gerakan sosialis yang saat itu tumbuh pesat, termasuk dari Marx dan Engels, menyebut diri mereka kaum komunis untuk membedakan dari kelompok-kelompok sosialis lainnya yang mereka anggap kurang konsisten. Jadi, kalau referensinya khusus pada periode tersebut, istilah komunis seringkali sinonim dengan sistem gagasan yang dikembangkan oleh Engels dan Marx (mereka menggunakan istilah komunisme dan sosialisme secara bergantian), meskipun kita tahu bahwa sesungguhnya makna istilah komunisme lebih luas dari itu. Komunisme dalam pengertian yang sempit itu merujuk pada kumpulan doktrin Marxis, atau kritik kaum Marxis terhadap kapitalisme dan teori liberal, serta ramaian mereka akan terciptanya revolusi proletariat yang akan menciptakan suatu masyarakat komunis yang mereka yakini akan bebas dari kemiskinan, kelas, pembagian kerja yang timpang, serta institusi-institusi pemaksaan dan dominasi Namun rincian karakteristik dari masyarakat komunis itu tidak kita temukan pada tulisan-tulisan Marx dan Engels Di kalangan Marxis sendiri terdapat perdebatan sengit mengenai sejauh mana alienasi dan penindasan (kalau ada) dalam masyarakat komunis di masa mendatang. Marx dan Engels sendiri hanya menyatakan bahwa komunisme merupakan bentuk awal dan akhir masyarakat manusia; bentuk awalnya adalah masyarakat primitif yang memang tidak mengenal kelas. Seiak awal. para pengikut Engels dan Marx bahkan menggunakan dan menafsirkan istilah komunisme secara berbeda.
Sebagian besar pengikut ajaran Marxis pada akhir abad 19 dan awal abad 20 menyebut diri mereka kaum sosialis demokrat. Istilah ini berkembang setelah terjadinya revolusi Rusia di tahun 1917. Vladimir Lenin yang menamakan fraksi gerakan Marxis Rusianya sebagai partai komunis, dan menyebut partai-partai lainnya sebagai partai sosialis demokrat yang daiarr. rendangannya harus merupakan pengikut-pengikut partai komunis untuk menciptakan tata internasional ketiga (komunis). Sebagai konsekuensinya, komunisme kemudian diartikan sebagai penafsiran Marxisme yang diwarnai gagasan-gagasan serta tindakan Lenin dan faksi Boishevik-nya. Leninisme ditandai oleh keyakinan bahwa perubahan sosial hanya dapat dilakukan meiaiui revolusi karena proses perubahan yang iebih lunak seperti reformasi cenderung merugikan kaum tertindas. Leninisme iuga menyakini Dahwa Marxisme dapat diterapkan ke negara-negara yang kapitalismenya belum maju sehingga yang harus dimobilisasi bukan hanya kaum buruh namun juga kaum petani dan etnik minoritas. Revisi penting berikutnya dalam Leninisme adalah keyakinan akan perlunya sebuah “partai pelopor” yang profesional dan revolusioner untuk mengoreksi hukum-hukum sejarah dan politik, sekaligus membawa seluruh masyarakat menuju komunisme. Segenap aparat partai harus dirancang untuk mampu memobilisasikan kelas pekerja serta sekutu-sekutunya guna menciptakan suatu pemerintahan yang merupakan kombinasi dari inisiatif massa dan kontrol birokrasi yang oleh Lenin disebut sebagai “sentralisme demokratik“. Terakhir. Leninisme mengagungkan pengalaman partai komunis Rusia dalam memperoleh dan mempertahankan kekuasaan. Dengan demikian komunisme diartikan pula sebagai keseluruhan teori dan praktek pemerintahan oleh partai-partai komunis. Meskipun para pemimpin partai-partai komunis yang berkuasa belum merasa pantas untuk menyebut sistem politiknya sebagai komunis, namun cap itu sudah terlanjur diberikan oleh para pemimpin Barat. Karena itu pula komunisme diartikan juga sebagai setiap masyarakat atau kelompok masyarakat yang dikuasai oleh partai-partai komunis. Bentuk matang pemerintahan komunis dikembangkan di Uni Soviet dibawah pimpinan Joseph V Stalin. Itu sebabnya, komunisme sejak tahun 1930-an adalah sinonim Stalinisme atau neo-Stalinisme. Ini adalah suatu sistem partai komunis menyatakan diri sebagai pemimpin pencerahan dan pemegang kekusaan tertinggi di seluruh negara. Bertolak dari klaim ini, partai komunis menerapkan kontrol terhadap semua organisasi dan asosiasi, semua bentuk komunikasi, pendidikan, hiburan, pemilihan pejabat, karir para petinggi negara, dan sebagainya. Tujuan penting berikutnya yang hendak diraih adalah pertumbuhan ekonomi secara kilat melalui program-program industrialisasi berskala besar dalam suatu wadah perekonomian komando terpusat. Karena itu komunisme di masa Stalin juga diartikan sebagai salah satu bentuk pengelolaan ekonomi. Masyarakat-masyarakat komunis dewasa ini sama sekali tidak sesuai dengan visi komunisme Marx dan Engels atau bahkan Lenin. Dalam karyanya yang tidak pernah selesai, The State And Revolution, Lenin sendiri tidak memberikan gambaran yang benar-benar jelas seperti apa masyarakat komunis itu. Stalin juga tidak melakukan penggambaran yang lebih baik. Atas dasar itu komunisme kontemporer bukanlah suatu pemikiran ortodoks tunggal namun merupakan kumpulan pemikiran ortodoks yang satu sama lain berbeda meskipun semuanya mengaku didasarkan pada pemikiran Engels dan Marx. Komunisme abad 20 bermula dari sebuah impian untuk menciptakan masyarakat ideal yang dapat mensejahterakan semua manusia. Selanjutnya komunisme berkembang menjadi rangkaian program akumulasi modal anti-kapitalis atau westernisasi secara kilat. Proyek yang kelewat ambisius itu telah terbukti gagal, dan kesengsaraan yang ditimbulkannya masih dapat disaksikan di Eropa. Sistem politik dan kekuasaan yang semula dikuasai oleh partai komunis kini menjadi ajang rebutan partai-partai kecil yang terus terlibat dalam konflik. Etnik-etnik minoritas yang semula tertindas kini bangkit dan saling berperang untuk memperoleh pengakuan atas keberadaannya. Kesengsaraan selama proses revolusioner ini memaksa banyak orang untuk meninggalkan ide-ide komunis, meskipun banyak pula orang yang berusaha merevisi komunisme, atau menyegarkannya lagi. Jadi, pendapat umum yang beredar di Barat bahwa komunisme telah mati nampaknya terlalu prematur.
 

PENGERTIAN KOMUNISME | ok-review | 4.5