PENGERTIAN KOMPETISI

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Ekonomi

Makna paling sederhana dari istilah kompetisi adalah persaingan antara calon-calon pembeli dan penjual, yang masing-masing berusaha memenuhi kepentingannya sendiri. Ini merupakan konsep sentral dalam ilmu ekonomi, karena kompetisi merupakan mekanisme koordinasi tindakan dari seluruh agen atau pelaku ekonomi. Konsep inilah yang menjadi landasan pernyataan Adam Smith bahwa setiap orang “dibimbing oleh tangan tak nampak untuk mempromosikan situasi yang tidak selamanya sesuai dengan kehendaknya”. Kompetisi mensyaratkan adanya keragaman calon pembeli maupun penjual dan sikap untuk saling berebut dan bertanding demi meraih kepuasan atau keuntungan maksimal. Ini merupakan lawan dari monopoli (dalam ilmu ekonomi modern) atau pemungutan pajak dan kerja sama. Ketika Adam Smith dan para ekonom klasik lainnya menggunakan istilah kompetisi, mereka mengartikannya sebagai proses di mana harga dipaksa turun mendekati biaya produksi, dan upah serta keuntungan akan dipaksa mendekati tingkat yang “wajar’. Syarat agar proses itu berlangsung adalah apa yang disebut oleh Smith sebagai “kebebasan sempurna” di mana sama sekali tidak ada kendala mobilitas dan “setiap orang, selama ia tidak melanggar hukum keadilan, harus bebas mengejar kepentingannya sendiri dengan caranya sendiri, dan dengan berbekal modal serta kemampuannya bersaing secara bebas dengan siapa saja”. Inilah yang sejak lama disebut sebagai aspek jangka panjang kompetisi, yakni suatu proses di mana modal dan tenaga kerja akan bergerak dari suatu kegiatan ke kegiatan lainnya. Sebagai perbandingannya, ada pula aspek jangka pendek kompetisi yang terutama berkaitan dengan cara beroperasinya pasar. Dalam pandangan para ekonom klasik, aspek jangka pendek kompetisi itu dapat dirangkum berupa Dalil Satu Harga (Law of One Price) yang pada intinya menyatakan bahwa tidak mungkin ada dua harga untuk suatu produk yang sama di pasar yang sama. Ini merupakan konsepsi statis dari kompetisi, karena proses penyamaan harga itu sendiri diabaikan.
Antara periode 1870-andan 1930-an sejumlah ekonom (terutama W.S. Jevons, L. Walras, F.Y Edgeworth. V. Pareto. A. Marshall dan K. Wicksell. serta J. Robinson dan E.H. Chamberlin) mengembangkan konsep kompetisi sempurna. Sama halnya dengan Dalil Satu Harga, dan kontras dengan penafsiran para ekonom klasik mengenai istilah itu, kompetisi sempurna dinyatakan sebagai sebuah konsep statis. Kompetisi diartikan bukan sebagai sebuah proses melainkan sebagai salah satu jenis pasar di mana ukuran atau kemampuan setiap pelaku ekonomi begitu kecil sehingga tidak mampu mempengaruhi harga atas berbagai barang yang diperjual-belikan di pasar. Singkatnya, setiap pelaku ekonomi adalah penerima harga (price taker). Ini kontras dengan kompetisi tidak sempurna, di mana ukuran atau kekuatan masing-masing pelaku ekonomi cukup besar sehingga mampu mempengaruhi harga atas berbagai produk yang diperjualbelikan. Kompetisi tidak sempurna mencakup berbagai bentuk struktur pasar, mulai dari monopoli (satu penjual) dan monopsoni (satu pembeli) sampai dengan oligopoli (di pasar hanya terdapat sedikit penjual) dan monopoli bilateral (di pasar hanya ada satu pembeli dan satu penjual). Kompetisi sempurna adalah suatu situasi di mana sebagian besar fenomena yang terkait dengan kompetisi (diferensiasi merk dan produk, periklanan, perang harga yang sangat mewarnai kepustakaan ekonomi Amerika di akhir abad 19) tidak ditemukan. Konsep inilah yang memberi pengaruh dominan terhadap teori-teori ekonomi sejak tahun 1940-an. Sampai sekian jauh para ekonom masih sibuk menggali berbagai kondisi yang akan menciptakan kompetisi sempurna Kompetisi sempurna dianggap efisien karena memungkinkan terciptanya ekuilibrium kompetitif sempurna yang akan membuat kesejahteraan setiap individu meningkat tanpa harus meruginan pihak lain (efisiensi Pareto) sampai 1980-an, kompetisi sempurna hampir dijadikan asumsi mengenai struktur pasar yang baik untuk berbagai elemen ekonomi muiai dan perdagangan internasional, inflasi dan pengangguran. Alasan utama mengapa para ekonom begitu mempercayai model-model kompetisi sempurna adalah karena kompetisi tidak sempurna khususnya monopoli jauh iebih suiit dianalisis sehingga para ekonom sendiri tidak leluasa membuat prediksi darinya. Dalam menyorot- para aktor ekonomi dalam struktur oligopoi: p»ra ekonom kini menggunakan teori permainan (game theory). Teori tersebut dijadikan dasar untuk mengkonstruksikan model-model teoretis atas berbagai aspek persaingan dalam struktur oligopoli mulai dari strategi untuk mengganjal pendatang baru, pelaksanaan investasi strategis, penganekaragaman produk dan peningkatan anggran nset dan pengembangan (R & D). Meskipun fokus kebanyakan teori ekonomi adalah kompetisi sempurna, aspek-aspek dinamis persaingan yang ditonjolkan oleh Smith dan para ekonom klasik lainnya tidak terabaikan. Aliran pemikiran Austria (Austrian School) yang didasarkan pada karya C. Menger, melihat persaingan sebagai suatu proses dinamis yang didominisasi oleh figur-figur wirausaha yang paling cekatan dalam melihat peluang laba melalui produksi barang baru atau penciptaan cara baru dalam memproduksi barang yang sudah ada. Proses kompetitif mencakup kreasi secara terus menerus dan penyusutan peluang laba. Kontras antara konsepsi ortodok dan Austria mengenai kompetisi begitu marak dalam perdebatan di tahun 1920-an dan 1930-an, yang antara lain terfokus pada bisa-tidaknya kalkulasi ekonomis yang rasional dan efisien dilakukan dalam alam sosialisme. Para tokoh sosialis pasar seperti O. Lange berfokus pada konsep statis kompetisi sempurna dan ia berpendapat suatu perekonomian sosialis (yakni yang tidak mengakui kepemilikan modal pribadi) juga memungkinkan diciptakannya seperangkat aturan yang akan menghasilkan alokasi sumber daya yang sama seperti yang akan terjadi pada perekonomian kapitalis yang kompetitif. Para ekonom aliran Austria seperti L. von Mises dan F. A. von Hayek menolak pendapat itu karena mereka yakin kompetisi baru ada kalau ada produk-produk dan teknologi baru (aspek kompetisi ini menurut Marx hanya merupakan pemborosan), sedangkan hal-hal tersebut hanya bisa ditemukan pada sistem kapitalisme dan suiit berkembang dalam sosialisme. Mungkin ekonom aliran Austria yang paling terkenal adalah J A Schumpeter. Visinya mengenai kompetisi sebagai suatu proses “destruksi kreatif sangat menarik. Dikatakannya, para pengusaha selalu berusaha mencari teknologi baru untuk memperbesar laba. Dalam perkembangan selanjutnya penemuan mereka akan ditiru oleh pengusaha lain, sehingga kompetisi akan memaksa menciutnya laba. Teori ini sesuai dengan tradisi teori-teori kompetisi yang bersifat evolusioner yang usianya lebih lama. yang cikal bakalnya dapat dilacak pada pandangan Darwinisme sosial di akhir abad 19 yang melihat kompetisi cenderung mematikan dan menghilangkan mereka yang tidak kuat bersaing. Beberapa tokoh kompetisi evolusioner adalah R.R. Nelson dan S G. Winter yang memadukan wawasan Aliran Austria yang mengatakan para pengusaha selalu berusaha mencari cara-cara baru untuk berkembang seperti yang digambarkan Darwin, dan mengalahkan atau mematikan mereka yang tidak sanggup bertahan. Penekanan aliran Austria terhadap pentingnya inovasi membuat sikap mereka agak berbeda terhadap peran jumlah dalam kompetisi. Secara umum mereka berpendapat bahwa semakin kecil jumlah perusahaan, maka semakin terbatas pula kadar kompetisinya. Dari konsepsi ini mereka mencoba mengukur tingkat kompetisi melalui rasio-rasio konsentrasi, yakni pangsa output yang dihasilkan oleh, katakanlah, lima perusahaan terbesar. Namun mereka juga melihat arti penting kompetisi potensial yang tidak selamanya berkaitan secara langsung dalam jumlah perusahaan dalam suatu industri. Pandangan serupa juga dikemukakan oleh W.J. Baumol yang mengembangkan ide pasar “pertandingan”. Pasar pertandingan yang sempurna adalah yang memungkinkan keluar-masuknya perusahaan secara bebas tanpa biaya khusus sehingga potensi kompetisi senantiasa tinggi dan hal ini membuat harga-harga senantiasa rendah sekalipun jumlah perusahaan dalam industri itu sebenarnya sedikit.

PENGERTIAN KOMPETISI | ok-review | 4.5