PENGERTIAN KOMITE DAN LEMBAGA

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Sosiologi

Komite-komite yang paling lazim dikenal adalah yang membantu pengelolaan suatu negara, mulai dari komite kabinet, majelis legislatif, komite partai dan komite atau dewan pengadilan tinggi. Namun istilah komite juga merujuk pada dewan direktur perusahaan, serikat pekerja/buruh, majelis propinsi atau negara bagian, dewan kota, dan lembaga yang berkaitan dengan pengaturan atau pemerintahan. Biasanya istilah komite merujuk pad a sekelompok orang yang secara teratur saling temu tatap-muka untuk membuat keputusan melalui perbandingan pendapat atau suara. Jenis-jenis komite yang telah disebutkan memiliki iandasan institusional yang kokoh dan mekanisme pengambilan suaranya pun mapan. Keputusan-keputusannya bersifat mengikat atau semi-mengikat bagi para anggota komite itu sendiri ‘mengingat mereka dapat mengubah keputusan melalui pemungutan suara ulang). Banyak pula komite yang sifatnya hanya sebagai pemberi nasehat atau sumber informasi bagi administrator, penyelia atau organisasi lain yang lebih besar. Dalam organisasi-organisasi besar, komite penasehat diharapkan untuk membantu dalam penataan pembagian kerja, dan peningkatan skala ekonomis. Sedangkan bagi administrator atau penyelia, sebuah komite penasehat diharapkan untuk memberikan pertimpangan tambahan atau berbagai informasi yang sulit diperoleh dari sumber-sumber lain. Kian seragamnya fungsi dan organisasi komite dalam berbagai aspek menandai kemerosotan metode ;aiur komando langsung yang semula terbukti efisien dalam pelaksanaan kegiatan bisnis. Ditinjau dan aspek praktisnya, teknologi memudahkan Komite-komite berfungsi secara efektif. Duplikasi dan transmisi elektronik memudahkan penyebaran informasi dan mendukung komunikasi. Berbagai kemajuan transformasi juga turut memudahkan pelaksanaan fungsi komite.
Studi tentang komite terarah pada dua hal, yakni studi mengenai komite-komite secara individual serta studi tentang sistem komite. Studi mengenai komite tunggal berfokus pada justifikasi pemanfaatannya, dan strategi-strategi para anggotanya dalam pengambilan suara (lihat misalnya Black, 1958), atau pada norma-norma pembuatan keputusan substantif pada kelompok-kelompok yang memainkan peran penting. Belakangan ini perhatian kian dicurahkan bagi studi mengenai sistem komite, khususnya dalam hubungannya dengan pihak legislatif. Lees dan Shaw (1979) telah mengadakan studi tentang sistem komite lembaga legislatif nasional di delapan negara. Studi ini dimaksudkan untuk mengetahui arti penting dari berbagai sistem komite dalam kaitannya dengan pembuatan keputusan. Beberapa penemuan penting yang berhasil terungkap antara lain adalah sistem komite memainkan peran sentra dan terpenting dalam sistem politik di Amerika Serikat, sedangkan partai-partai politik di negara itu justru memainkan peran yang relatif sangat terbatas. Lazimnya, para organisator sistem komite dihadapkan pada sejumlah bahan keputusan penting seperti bagaimana membagi tugas untuk menyelesaikan masalah; berapa banyak komite yang harus diadakan; berapa banyak anggota untuk setiap komite; berapa banyak tugas yang harus dibebankan pada setiap anggota; seberapa jauh wewenang yang perlu didelegasikan; serta perlu tidaknya sub-sub komite diciptakan dalam komite tertentu. Dalam badan-badan perwakilan, komite-komite kecil acapkali mengabaikan aspek perwakilan itu sendiri (aspek representasi), namun komite tetap perlu diadakan untuk menggarap suatu agenda yang sulit dipecahkan (Ferancis 1989). Kongres dan lembaga-lembaga legislatif negara bagian di Amerika Serikat sesungguhnya beroperasi melalui sejumlah komite. Komite-komite di Kongres bahkan memiliki sejumlah besar sub-komite. Dalam kalimat lain, sub-komite itulah yang menjalankan fungsi pokok komite, sedangkan komite tinggal mengesahkannya saja. Sebaliknya di Inggris, India dan Kanada, berbagai persoalan diperdebatkan dalam sidang terbuka sebelum digodok lebih lanjut oleh komite-komite. Esensinya, sistem komite kini merupakan bentuk organisasi yang kian kompleks, dan di masa mendatang akan menjadi objek utama teori-teori pembuatan keputusan.

PENGERTIAN KOMITE DAN LEMBAGA | ok-review | 4.5