PENGERTIAN KLIOMETRIKA

By On Tuesday, October 8th, 2013 Categories : Antropologi

Istilah kliometrika (suatu neologisme yang mengaitkan konsep pengukuran bobot sejarah) nampaknya mulai berkembang di Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat, pada akhir 1950-an. Awalnya konsep ini diterapkan pada studi sejarah ekonomi yang kemudian berkembang menjadi sejarah ekonomi baru, sejarah ekonometrik dan sejarah ekonomi kuantitatif. Belakangan ini kliometrika diterapkan secara lebih luas. Ekonomi di awal abad ke-19 Terbitan penting lainnya dari NCER yang berkaitan dengan kliometrika ini adalah laporan konferensinya (1966) yang terutama membahas perubahan ekonomi AS pada abad 19 North 196 T; mengkombinasikan taksirannya sendtri mengenai perdagangan dalam negeri sebelum tahun 1860 dengan pendekatan regional yang digunakan untuk menjelaskan kontur dasar pertumbuhan ekonomi Amerika dari tahun 1790 hingga pecahnya Perang Saudara atau Perang Sipil. Karya-karya tersebut memberikan implikasi yang sangat penting bagi diskusi mengenai pertumbuhan ekonomi di Amerika khususnya pada periode sebelum Perang Sipil. Penyelenggaraan konferensi para ahli kliometrika di Universitas Purdue, yang diorganisir oleh Davis, Hughes, dan tokoh-tokoh lainnya, kian memicu pergeseran penulisan sejarah ekonomi Amerika. Perkembangan ini membangkitkan kesadaran akan pentingnya tinjauan ulang atas catatan-catatan sejarah ekonomi Amerika. Pada akhir 1950-an dan 1960-an terjadi lagi serangkaian perubahan di bidang sejarah, khususnya sejarah politik dan sosial, meskipun kemajuan terbesar dicatat oleh sejarah ekonomi, baik itu dalam aspek teori, data kuantitatif, dan metode-metode statistiknya. Karya kliometrika yang paling kontroversial adalah karya Fogel (ia bersama North memenangkan hadiah Nobel ekonomi di tahun 1993) yang dibantu oleh Engerman, mengenai aspek ekonomi perbudakan Amerika, yang berjudul Time on the Cross 1974. Kesimpulan-kesimpulan yang diajukannya, khususnya yang berkenaan dengan profitabiiitas. kelayakan dan efisiensi perbudakan, menimbulkan perdebatan sengit di kalangan para ahli kliometrika dan sejarawan pada umumnya. Karya berikutnya Fogel mengenai perbudakan, yakni IVizhout Consent or Contract (1989) tidak menimbulkan perdebatan seseru itu. Pada tahun 1970-an dan 1980-an minat para ahli kliometrika meluas ke dekade-dekade berikutnya dalam sejarah. Sebagai contoh, perhatian banyak diberikan pada stuui mengenai demografi dan antropometrik. North dan para ahli sejarah iainnya mengalihkan perhatian mereka pada perkembangan institusi-institusi dan organisasi ekonomi Indikator cakupan perluasan itu dapat dilihat pada volume ketiga terbitan resmi NBER 1986; mengenai sejarah ekonomi yang diedit oleh Engerman dan Galiman.
Karakteristik-karakteristik yang paling umum dari karya kliometrika (dalam sejarah ekonomi) adalah secara sistematis teori ekonomi dan konsep-konsepnya untuk menelaah pertumbuhan ekonomi di masa lampau, serta adanya perhatian yang lebih eksplisit ternaaap teori dan lebih seringnya digunakan materi-materi kuantitatif serta prosedur statistik tidak bisa dipungkiri telah memberikan warna sendiri dalam pendekatan dan penafsiran persoalan-persoalan sejarah. Meskipun demikian, di kalangan para ahli kliometrika itu sendiri masih berbeda pendapat tentang bagaimana mereka harus menggunakan metode-metode kuantitatif dan statistik. Bagi sebagian ahli, unsur pertama yang harus diperhatikan adalah penyiapan data kuantitatif, sedangkan ahli lainnya lebih menyukai pencarian informasi rinci mengenai periode tertentu (misalnya berdasarkan sampel populasi, sampel produk pertanian atau catatan sektor manufaktur yang diperoleh dari sensus federal berjangka sepuluh tahunan) atau data-data antarwaktu berjangka panjang (misalnya data mengenai pendapatan dan kekayaan nasional, tingkat upah, jumlah angkatan kerja, dan sebagainya), guna mengukur dan memahami perubahan-perubahan ekonomi di masa lampau itu. Kebiasaan para ahli kliometrika dalam membuat taksiran-taksirannya sendiri jelas memerlukan dukungan rekonstruksi imajinatif dari sampel-sampel yang tersedia yang biasa mereka ambil dari bank data masa lampau, dan praktek ini tidak selamanya melibatkan perangkat statistik yang kelewat canggih. Ada pula ahli kliometrika yang lebih menekankan penggunaan metode-metode statistik yang lebih formal, seperti analisis regresi, untuk menguji hipotesis mereka. Sebagian ahli kliometrika membatasi penggunaan teori ekonomi dalam menganalisis perubahan-perubahan institusional dan ekonomis yang tentu saja sulit diukur secara kuantitatif. Meningkatnya minat terhadap teori-teori ekonomi (dan juga teori politik serta sosiologi) mendorong lebih banyak upaya untuk menemukan generalisasi-generalisasi historis yang didasarkan pada konsep-konsep dan metode-metode ilmu pengetahuan sosial, meskipun cara ini tidak begitu disukai oleh para sejarawan generasi lama. Luasnya peluang” untuk mengumpulkan dan menelaah berbagai data dari sumber kearsipan dan publikasi, ditunjang pula oleh kemajuan teknologi komputer, kian memungkinkan pengembangan analisis karena materi atau data-data yang tersedia untuk diorganisir, dianalisis dan diuji, semakin melimpah. Perdebatan mengenai pemilihan metode terbaik telah mereda seiring dengan meluasnya penggunaan metode-metode kuantitatif dan konstruksi teoretis. Para ahli kliometrika itu bahkan beranjak lebih jauh dari para sejarawan pada umumnya dengan mem-perluas cakupan telaah dan memperkaya sumber-sumber kajiannya. Studi-studi kliometrika pertama terutama dikembangkan oleh para ilmuwan di Amerika Utara, karena di sana data-datanya lebih banyak dan lebih lengkap. Sebagian besar di antaranya mengenai perekonomian Amerika Serikat pada abad 19. Namun sejak pertengahan 1970-an, cakupan temporal dan geografis kliometrika telah meluas. Banyak karya-karya kliometrika tentang perekonomian Amerika di masa kolonial dan tempat-tempat lainnya di dunia, khususnya di Inggris dan Eropa Barat telah diterbitkan. Meskipun, sama dengan upaya-upaya kategorisasi pada umumnya, penetapan garis pembeda sulit dilakukan, kliometrika sebagai subbidang ilmu sejarah dapat kita bedakan dari bidang lainnya atas dasar aplikasi sistematis teori sosial, dan luasnya penggunaan data kuantitas serta analisis statistik guna memahami fakta sejarah di masa lampau.

PENGERTIAN KLIOMETRIKA | ok-review | 4.5