PENGERTIAN KLIMAKS EDAFIK

By On Tuesday, February 25th, 2014 Categories : Ilmu Alam

Berhubungan dengan istilah edafik yang dalam ekologi umumnya dikaitkan de­ngan konsep klimaks. Dalam teorinya, klimaks diba­gi menjadi dua, yakni monoklimaks dan poliklimaks. Pada monoklimaks hanya ada satu vegetasi klimaks dalam suatu rezim iklim. Dalam hal ini penggantian (suksesi) yang terjadi, baik penggantian basah mau­pun penggantian kering akan menuju pada satu kli­maks. Pada poliklimaks terdapat beberapa vegetasi klimaks.
Poliklimaks suatu komunitas dikelompokkan lagi menjadi dua, yakni klimaks iklim atau klimaks regio­nal tunggal dan klimaks edafik atau klimaks dengan variasi regional. Pada klimaks iklim, kesetimbangan dicapai pada kondisi iklim yang umum, sedangkan pa­da klimaks edafik, kondisi tetap kesetimbangan di­capai karena pengaruh substrat khusus dari daerah lokasi.
Perkembangan ekosistem akhir penggantian, seperti penggantian karena kerusakan topografi, tanah, dan air, atau kerusakan umumnya, misalnya kebakaran yang terjadi dalam suatu klimaks edafik, tidak akan pernah mencapai titik akhir teoretis klimaks. Yang mungkin yang dicapai hanya subklimaksnya saja. Kli­maks iklim maupun klimaks edafik bergantung pada variasi substrat. Namun pengaruh manusia besar da­lam perkembangan penggantian dan pencapaian kli­maks. Sebagai contoh, komunitas mantap dari padang rumput yang tidak merupakan klimaks iklim maupun klimaks edafik mengalami perumputan oleh ternak domestik akibat ulah manusia. Padang rumput itu lalu menjadi padang pasir dengan tumbuhan kaktus, se­mak kreosot (Covillea mexicana, suatu semak gurun bergetah) dan mesquite (Prosopis fuliflora, suatu se­mak kacangan). Padahal, semestinya iklim lokal da­pat mengatur sendiri dengan disklimaks atau subkli- maks antropogenik.

PENGERTIAN KLIMAKS EDAFIK | ok-review | 4.5