PENGERTIAN KETERANDALAN (TRUSTWORTHINESS)

By On Saturday, November 30th, 2013 Categories : Psikologi

Bagaimanapun ahlinya komunikator, sangat penting bagi pendengar meyakini bahwa komunikator tidak berat sebelah. Mungkin seseorang adalah penyair terhebat di dunia, namun kita tidak akan terpengaruh dengan ulasannya mengenai sajak karyanya sendiri atau’ sajak karya kawannya. Kita tidak akan memperhatikan kemampuannya menggubah dengan akurat, kita akan memperhatikan objektivitasnya, yang berarti juga keterandalannya. Bila dia dianggap memiliki keinginan untuk mendapatkan sesuatu dari pendapat yang didukungnya atau bila dia mendukung pandangan itu demi alasan pribadi, dia akan menjadi kurang persuasif dibandingkan orang lain yang dianggap mendukung pendapat itu semata-mata karena alasan objektif. Salah satu cara bagi komunikator agar tampak terandal adalah dengan mengusulkan secara tidak memihak pendapat yang bertenaga. Amatilah situasi di mana seorang jaksa dan seorang penjahat saling mengungkapkan pernyataan tentang perlu tidaknya memperkuat perwakilan pelaksanaan hukum. Biasanya jaksa akan tampak lebih paham dan lebih berwibawa, karenanya lebih persuasif. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Walster, Aronson, dan Abrahams (1966), menjadi jelas apa yang terjadi asalkan pembicara mendukung kekuatan perwakilan pelaksanaan hukum.
Dengan pendapat itu, si jaksa lebih persuasif daripada penjahat terpidana tersebut. Tetapi apa yang terjadi jika penjahat itu mengajukan pendapat yang bertentangan dengan kepentingan mereka sendiri, dan menyatakan setuju terhadap peningkatan pelaksanaan hukum? Seperti yang terlihat, penjahat tersebut menjadi benar-benar persuasif, dan dapat menandingi kekuatan persuasif si jaksa. Oleh sebab itu, salah satu cara agar lebih andal, sehingga lebih berpengaruh, adalah dengan menentang kepentingan diri sendiri. Penjahat bisa benar-benar menyesal dan merasa bahwa masyarakat memerlukan pelaksanaan hukum yang lebih keras sehingga dia tidak dapat melepaskan diri. Kepala perhimpunan pembayar pajak negara bisa benar-benar yakin bahwa pajak perlu dinaikkan, atau jika tidak sekolah-sekolah akan menjadi sedemikian jelek sehingga penduduk di negara tersebut akan berada dalam keadaan buruk. Pemimpin serikat keija mungkin merasa bahwa peningkatan upah yang tiba-tiba merupakan suatu gagasan buruk karena akan menghancurkan kondisi k.euangan perusahaan. Orang sering menentang kepentingan mereka sendiri, karena berbagai alasan, dan biasanya hal itu membuat mereka menjadi persuasif ketika melakukannya. Bila kita ingin memprediksi penilaian komunikan terhadap keterandalan pembicara, dianjurkan untuk menggunakan analisis atribusional. Penilaian komunikan harus berdasarkan pertalian dengan alasan pernyataan pembicara: Apakah dia mengemukakan pendapat itu karena dia. memahami kenyataan permasalahannya, atau karena dia mengharapkan sesuatu dari pendapat tersebut? Atau karena pendapat itu sesuai dengan prasangkanya sendiri? Misalnya, bila presiden Amerika menyatakan bahwa Uni Soviet bertanggung jawab terhadap perlawanan gerilya di Amerika Tengah, kita mencoba memikirkan apakah dia berkata demikian karena kuatnya prasangka antikomunis yang membuat dia melihat tindak subversi Rusia di balik setiap pemberontakan di seluruh dunia, atau karena dia mempunyai informasi akurat yang menunjukkan keterlibatan Rusia dalam kasus ini.
Ada tiga kemungkinan pertalian. Pernyataan komunikator mungkin benar-benar merefleksikan kebenaran. Alasannya mungkin terletak dalam realitas. Kedua, pernyataannya mungkin bias meskipun dia menyatakan sikapnya dengan jujur dan tepat. Mungkin dia tidak memperoleh cukup informasi untuk mengetahui kenyataan sebenarnya, atau mungkin dia memperoleh informasi yang salah dari orang lain, atau mungkin prasangkanya sendiri telah membutakan dia dari kebenaran. Singkatnya, dia benar-benar menyatakan sikapnya dengan tepat, tetapi sikap sesuai dengan realitas pokok persoalan. Hal ini dinamakan bias pengetahuan. Ketiga, mungkin dia benar-benar memiliki keyakinan yang akurat dan berdasar, tetapi tidak mengkomunikasikannya secara akurat dan jujur pada orang lain. Hal ini dinamakan bias pernyataan (reporting bias). Bias pernyataan dapat terjadi karena berbagai alasan, sebab seringkah orang memperoleh insentif yang kuat untuk mengikuti pendapat umum yang tidak benar-benar mereka pertahankan Seorang politikus yang mencalonkan diri untuk pemilihan ulang, seorang pelamar di suatu wawancara pekerjaan, atau seseorang di hari kencan pertamanya, memperoleh insentif yang kuat untuk melakukan beberapa bias pernyataan. Namun, apa pun bentuk pertalian yang dibuat, sebab-sebab yang dikaitkan dengan pernyataan komunikator akan menimbulkan perbedaan penting dalam penilaian tentang keterandalan, dan dengan demikian dalam kesediaan komunikan untuk menyetujui pendapatnya.
Jadi, faktor pokok dalam keterandalan adalah pembuatan pertalian dengan realitas dan bukan dengan bias atau disposisi lain dari si komunikator. Kapan kita melakukan pertalian dengan disposisi individu? Para pengamat lebih mudah membuat pertalian disposisional bila perilaku pelaku konsisten dengan dugaan yang didasarkan pada perilaku sebelumnya. Singkatnya, bila komunikator menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan ekspektasi, kemungkinan komunikan akan mengaitkannya dengan bukti dan bukan dengan disposisi. Komunikator dianggap lebih andal dan akan menimbulkan lebih banyak perubahan sikap. Keurutan ini telah diuji dalam beberapa penelitian baru-baru ini, seperti yang dilakukan oleh Wood dan Eagly (1981). Mereka menyajikan seorang komunikator pria yang memberikan komunikasi yang mendukung atau menentang pornografi. Untuk menanamkan ekspektasi sebelumnya tentang falsafah politis umumnya, sebelumnya subjek diberi pernyataan otobiografis oleh pembicara itu yang menggambarkan sikapnya terhadap kebebasan berbicara, aborsi, dan agama. Setelah itu komunikasinya tentang pornografi dapat dilihat sebagai sesuatu yang konsisten atau tidak dengan pandangan politisnya secara umum. Bila pesannya menegaskan ekspektasi terhadap dirinya, maka kemungkinan besar pesannya tersebut akan dikaitkan dengan latar belakangnya dan kemungkinan kecil akan dikaitkan dengan bukti-bukti yang sesungguhnya. Dia dianggap semakin menyimpang dan kurang menghasilkan perubahan opini. Perhatikan bahwa penegasan ekspektasi tidak memberikan efek pada pemahaman pesan. Mekanisme yang bertanggung jawab terhadap efek keterandalan pada perubahan sikap ini adalah pertalian, bukan belajar.

PENGERTIAN KETERANDALAN (TRUSTWORTHINESS) | ok-review | 4.5