PENGERTIAN KESEMPATAN KERJA PENUH

By On Saturday, December 7th, 2013 Categories : Ekonomi

FULL EMPLOYMENT / KESEMPATAN KERJA PENUH adalah penggunaan penuh dari semua / sumber daya manusia yang tersedia (dan modal) sehingga perekonomian dapat berproduksi pada batas PRODUK NASIONAL BRUTO POTENSIAL (POTENTIAL GROSS NATIONAL PRODUCT). Kesempatan kerja penuh adalah salah satu tujuan utama dari KEBIJAKAN MAKROEKONOMI (MACROECONOMIC POUCY). Dalam prakteknya, sudah tentu pemakaian 100% tenaga tidak mungkin dapat dicapai. Selalu ada sebagian kecil pengangguran yang tidak dapat dihindari sebagai akibat dari pengalihan tenaga kerja dan masyarakat yang membutuhkan waktu dalam mencari dan memilih pekerjaan baru; dan karena perubahan struktural ekonomi – kehilangan pekerjaan karena penurunan perdagangan yang mengharuskan masyarakat beralih ke pekerjaan baru dalam sektor yang berkembang. Sehubungan dengan itu, interpretasi yang lebih realistis dari kesempatan kerja penuh adalah: kesempatan kerja penuh dicapai apabila jumlah pengangguran yang terdaftar (lihat UNEMPLOYMENT RATE) sama dengan jumlah pekerjaan yang lowong (lihat VACANCY RATE). Namun demikian ukuran ini tidak memberikan estimasi yang akurat karena banyak kelompok seperti ibu rumah tangga dan orang yang sudah tua tidak termasuk dalam daftar sebagai pengangguran ketika prospek pengangguran dalam keadaan suram walaupun mereka ingin bekeija (PENGANGGURAN TERSELUBUNG/DISGUISED UNEMPLOYMENT).
Untuk tujuan makroekonomi, hampir semua pemerintah cenderung merinci tujuan kesempatan kerja penuhnya dalam ukuran tingkat pengangguran yang ditargetkan (sebagai contoh, 5% dari angkatan keija total), tetapi tingkat target yang sebenarnya jarang dipublikasikan. Lihat UNEMPLOYMENT, FIXED TARGETS (APPROACH TO MACROECONOMIC POLICY) , SUPPLY-SIDE ECONOMIC.

PENGERTIAN KESEMPATAN KERJA PENUH | ok-review | 4.5