PENGERTIAN KESEIMBANGAN NERACA PEMBAYARAN

By On Friday, November 29th, 2013 Categories : Ekonomi

BALANCE-OF-PAYMENT EQUILIBRIUM / KESEIMBANGAN NERACA PEMBAYARAN adalah suatu keadaan di mana belanja dan investasi suatu negara tidak melebihi belanja dan investasi negara-negara lain ke negara tersebut. Sehingga cadangan devisa tidak bertambah maupun berkurang. Dalam perdagangan bebas hal tersebut sangat tidak mungkin teijadi. Neraca pembayaran akan mengalami defisit atau surplus, walaupun tidak besar, dan ketidakseimbangan ini selalu dapat diatasi. Suatu hal yang harus dicegah adalah KETIDAKSEIMBANGAN NERACA PEMBAYARAN YANG FUNDAMENTAL (FUNDAMENTAL DISEQUILIBRIUM) di mana terjadi ketidakseimbangan yang kronis. Apabila terjadi ketidakseimbangan neraca pembayaran, ada tiga cara yang utama untuk mengatasinya:
(a) penyesuaian harga eksternal. Dengan mengadakan perubahan / kebijakan NILAI TUKAR secara selang-seling (tergantung pada sistem nilai tukar yang dipakai) antara mata uang dengan melibatkan DEVALUASI/ DEPRESIASI (DEVALUATION/DEPRECIATION) dan REVALUASI/APRESIASI (REVALUATIONZ APRECIATION) dari mata uang asing yang berkepentingan sehingga mengakibatkan ekspor lebih murah/lebih mahal dan impor lebih murah/ lebih mahal untuk ukuran mata uang asing. Sebagai contoh, yang berkaitan dengan ekspor, jika nilai tukar pound terhadap dollar didevaluasi dari $1.60 menjadi $1.40 maka hal ini akan menurunkan harga barang ekspor Inggris sebesar penurunan nilai tersebut, sehingga meningkatkan daya saing harga di pasar Amerika Serikat.
(b) Penyesuaian harga internal. penyesuaian harga dan pendapatan internal. Menggunakan kebijakan moneter dan fiskal yang bersilat dellasi dan reflasi (lihat DEFLATION, REFLATION) dengan menurunkan harga-harga produksi dan jasa dalam negeri dibanding dengan harga-harga barang dan jasa yang sama yang diproduksi negara-negara lain, dengan demikian harga barang ekspor lebih murah dan harga barang impor lebih mahal secara relatif untuk ukuran mata uang asing. Sebagai contoh, berkaitan dengan ekspor, apabila dimungkinkan untuk menurunkan harga produk Inggris, seperti dalam Gambar 14b, dengan kurs yang tetap, hal ini akan menurunkan harga barang tersebut dalam dollar di pasar Amerika Serikat, sehingga meningkatkan daya saing harga terhadap produk-produk Amerika Serikat.
(c) Kebijakan yang sama digunakan untuk mengubah tingkat pendapatan domestik dan pengeluaran, termasuk belanja untuk impor. hambatan atau larangan perdagangan dan nilai tukar mata uang asing. Penggunaan BEA MASUK (TARIFFS), KUOTA (QUOTAS), PENGAWASAN NILAI TUKAR MATA UANG ASING (FOREIGN EXCHANGE CONTROLS) dan lain-lain untuk mempengaruhi harga dan kesediaan dari barang dan jasa, serta pengawasan dari mata uang asing yang digunakan untuk membeli produk tersebut. Dalam SISTEM NILAI TUKAR TETAP (FIXED EXCHANGE-RATE SYSTEM) ketidakseimbangan neraca pembayaran yang kecil dapat diperbaiki dengan penyesuaian dalam negeri (b), tetapi disekuilibrium yang fundamental mengharuskan tindakan devaluasi atau revaluasi (a). Namun demikian harus ditekankan bahwa ada beberapa kondisi yang harus ada untuk menjamin berhasilnya suatu tindakan devaluasi atau revaluasi (lihat DEPPRECIATION). Dalam teori, SISTEM NILAI TUKAR MENGAMBANG memberikan suatu mekanisme secara otomatis untuk menghilangkan ketidakseimbangan neraca pembayaran yang mulai terjadi (yaitu, sebelum mencapai proporsi ‘fundamental’ adanya defisit berakibat pada depresiasi terhadap nilai tukar mata uang, dan surplus akan langsung mengakibatkan apresiasi terhadap nilai tukar mata uang (lihat PURCHASING-POWER PARITY THEORY) . Akan tetapi, kembali sejumlah kondisi yang menguntungkan harus ada untuk menjamin kesuksesan tindakan depresiasi dan apresiasi. Lihat juga J-CURVE, INTERNAL—EXTERNAL BALANCE MODEL, MARSHALL—LERNER CONDITION, TERMS OF TRADE.

PENGERTIAN KESEIMBANGAN NERACA PEMBAYARAN | ok-review | 4.5