PENGERTIAN KERTARAJASA JAYAWARDHANA

By On Saturday, April 5th, 2014 Categories : Budaya

PENGERTIAN KERTARAJASA JAYAWARDHANA – Raja pendiri Kerajaan Majapahit, memerintah dari ta­hun 1293 sampai 1309. Sebelum naik takhta, ia ber­nama Raden Wijaya. Ia keturunan Singasari, putra pyah Lembu Tal, cucu Narasinga, sekaligus menantu Raja Kertanegara. Ia naik takhta kerajaan dengan ge­lar Abhiseka Kertarajasa Jayawardhana setelah ia ber­hasil mengalahkan Jayakatwang, raja Kediri. Menurut kidung Harsawijaya, penobatan Kertarajasa terjadi para purneng kartikasama panca dasi sukleng catur atau tanggal 15 bulan Kartika (Oktober-November) tahun 1293. Sebagai tanda kesetiaannya terhadap para leluhur di Singasari, negara baru Majapahit dianggap sebagai kelanjutan Kerajaan Singasari.
Pada waktu Singasari diserbu oleh Jayakatwang, Raden Wijaya menyelamatkan diri ke Kudadu, kemudian ke Sumenep untuk meminta bantuan kepada Adipati Wiraraja. Setelah persetujuan di antara keduanya tercapai, taktik dan strategi untuk mengalahkan Kediri disusun. Adipati Wiraraja mengusulkan agar Raden Wijaya menyerahkan diri dan mengabdi kepada raja Kediri. Atas bantuan Wiraraja pula penyerahan Raden Wijaya ini diterima dengan senang hati oleh raja Kediri.
Setelah beberapa lama mengabdi di Kediri, Raden Wijaya memohon kepada Raja Jayakatwang agar membuka hutan Tarik untuk padang perburuan raja. Jayakatwang yang suka berburu mengabulkan permintaan ini tanpa kecurigaan. Pada akhir tahun 1292, Raden Wijaya mulai membuka hutan Tarik. Adipati Wiraraja menepati janjinya dan mengirim bantuan dari Madura. Di tempat inilah Raden Wijaya menghimpun kekuatan secara diam-diam.
Setelah persiapan untuk mengadakan perlawanan terhadap raja Kediri cukup, secara kebetulan tentara Mongol yang dikirim oleh Kubhilai Khan untuk meng­hukum Raja Kertanegara tiba di Pulau Jawa. Kesem­patan ini digunakan dengan baik oleh Raden Wijaya. Ia mengadakan persekutuan dengan tentara Mongol. Kerajaan Kediri mereka gempur, dan mereka takluk­kan. Jayakatwang tertangkap, dibawa ke markas ten- tara Mongol di Ujung Galuh, dan di sana dibunuh.
Setelah Kediri runtuh, Raden Wijaya berbalik me­nyerbu tentara Mongol. Dengan tipu muslihat, Raden Wijaya akhirnya dapat mengalahkan tentara Mongol. Banyak pasukan Mongol dibinasakan, dan sisanya melarikan diri kembali ke Cina. Raden Wijaya kemu­dian dinobatkan menjadi raja Majapahit. Sementara itu Adipati Wiraraja yang berjasa besar diberi ke­dudukan tinggi dan diberi kekuasaan atas daerah Lumajang dan Blambangan. Demikian pula pembantu-pembantunya vang lain, antara lain yang ter­kenal, Rongga Lawe, Sora, Nambi, Juru Demung, mendapat anugerah dari raja. Kertarajasa Jayawardhana kawin dengan Tri-buaneswari, Mahadewi, Jayendradewi, dan Gayatri, I yang keempat-empatnya adalah putri Kertanegara. Dari perkawinannya ini, Kertarajasa memperoleh dua orang putri, yakni Tribhuwanattunggadewi dan Raja-dewi Maharajasa. Keduanya adalah anak Kertarajasa dengan Gayatri. Selain keempat putri Kertanegara, disebut-sebut pula bahwa Kertarajasa kawin dengan putri Indreswari atau Dara Petak. Dalam Nagarakretagama, Pararaton, Kidung Panji Wijayakrama, dan Kidung Harsawijaya disebutkan bahwa putri Indreswari adalah putri yang dibawa oleh Maheso Anabrang, pemimpin ekspedisi Pamalavu yang pulang beberapa hari setelah peperangan dengan tentara Mongol selesai. Dari putri Indreswari ini, menurut Nagarakretagama, lahir seorang putra bernama Jaya- nagara, yang setelah Kertarajasa meninggal naik takhta di Kerajaan Majapahit.
Pada tahun saka 1231 atau tahun 1309 M, Kerta­rajasa Jayawardhana meninggal dunia. Ia kemudian dicandikan sebagai Siwa dalam candi Sumberjati di Samping dan candi Budha di Antahpura.

PENGERTIAN KERTARAJASA JAYAWARDHANA | ok-review | 4.5