PENGERTIAN KELUARGA BAHASA DRAVIDA

By On Tuesday, February 25th, 2014 Categories : Antropologi

Dipakai di daerah selatan India oleh sekitar 120 juta orang yang merupakan seperlima penduduk India. Keluarga bahasa ini terdiri atas 2G bahasa. Empat bahasa di antaranya telah mengenal tulisan dan menjadi bahasa resmi empat negara bagian di India, yaitu: bahasa Tamul atau Tamil yang dipakai oleh 20 juta penutur di daerah Tamil Nadu, juga Sri Lanka, minoritas India di Malaysia, Kepulauan Fiji, Kepulauan Mauritius, dan Reunion; bahasa Malayam yang dipakai oleh 14 juta penutur di negara bagian Kerala; bahasa Kanara yang dipakai oleh sekitar 800.000 penutur di negara bagian Karnataka; bahasa Telugu yang digunakan oleh 37 juta penutur di negara bagian Andhra Pradesh. Bahasa lain yang belum mengenal tulisan dan jumlah penuturnya tidak banyak, antara lain: bahasa Kodayu yang dipakai oleh 75.000 penutur di daerah sekitar Mercara; bahasa Kota (1.000 penutur) dan bahasa Toda (1.000 penutur) yang dipakai di daerah Pegunungan Nilgiri; bahasa Kolami, Parji dan Gadba (70.000-100.000 penutur) yang dipakai di daerah utara Andhra Pradesh; bahasa Gondi di daerah Madya Pradesh dengan 1,5 juta penutur; bahasa Kurukh (700.000 penutur) di daerah Chota Nagpur; bahasa Malto (250.000 penutur) di daerah barat daya Bengale.
Keluarga bahasa Dravida mengenal vokal a, e, i, o, u panjang dan pendek serta diftong ai dan au. Konsonan oklusif terdiri atas oklusif velar, prepalatal, dental, dan labial. Nomina mengenal sistem jumlah: tunggal dan jamak, pembagian jenis maskulin dan feminin, serta pembagian “kelas tinggi” dan “kelas rendah”. Bentuk nomina jamak tergantung pada kelas kata itu. Perlu dicatat bahwa dalam bahasa Kurukh, nomina yang menunjukkan pria atau wanita adalah kata dari “kelas tinggi” dalam percakapan antarpria atau antara pria dan wanita. Apabila percakapan dilakukan antarwanita, nomina tersebut menerima afiks khusus.
Keluarga bahasa Dravida ditandai dengan penggunaan infiks dan sufiks. Peran sebuah kata ditunjukkan oleh sufiks. Sufiks tertentu menjadi penanda kala kini, kala lampau dan kala akan datang. Dalam bahasa Tamil, bentuk negatif ditandai dengan tidak adanya sufiks penanda kala, contohnya: kan-b-eN “saya akan melihat”, kan deN “saya telah melihat”, sedangkan kan-eN berarti “saya tidak melihat; saya tidak akan melihat” (kala kini dan kala lampau).

PENGERTIAN KELUARGA BAHASA DRAVIDA | ok-review | 4.5