PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL

By On Friday, October 25th, 2013 Categories : Sosiologi

Konsep kelompok sangat dominan dalam sosiologi dan antropologi, karena para ilmuwan di kedua disiplin itu sangat berminat mempelajari berbagai hubungan yang bersifat kebiasaan (habitual), melembaga, atau yang bertahan dalam waktu relatif lama, yang biasanya terjalin antar kelompok. Kelompok diartikan dalam banyak cara, namun secara umum hal itu didefinisikan sebagai sekumpulan orang yang disatukan oleh suatu prinsip, dengan pola rekrutmen, hak dan kewajiban tertentu. Siapa saja yang memenuhi syarat rekrutment akan diterima sebagai anggota berstatus setara, lengkap dengan segala hak dan kewajibannya. Kelompok itu sendiri dipandang sebagai elemen penting dalam struktur sosial. Pandangan seperti itu dikritik agak lemah, karena mengisyaratkan bahwa setiap masyarakat tersusun atau kelompok-kelompok terpisah, sehingga menyulitkan analisis terhadap proses-proses sosial yang berlangsung di dalamnya. Namun itu bisa dimaklumi, karena yang hendak dipelajari bukan proses-proses tersebut, melainkan keberadaan dan peran peran kelompok sebagai aktor-aktor sosial. Lagipula, setiap kelompok hanya dibedakan berdasarkan ideologi yang dianut para anggotanya. Kelompok referensi yang dirumuskan Merton dan Kitt (1950) merujuk pada suatu hal yang menjadi sumber identifikasi sekumpulan orang, sekaligus menandai aspirasi mereka. Namun manifestasi kelompok dalam situasi aktual interaksional tidak bisa diketahui semata-mata dari keberadaannya. Jadi, interaksi itu pun perlu ditelaah secara terpisah, lengkap dengan proses-prosesnya, yang biasanya menjadi petunjuk mengenai pola perilaku atau interaksi yang dijalankan oleh para anggota kelompok yang bersangkutan. Lagipula, suatu kelompok tidak bisa dilihat sebagai entitas yang terlepas dari konteks kultural atau preferensinya. Dalam hal ini ada dua pandangan yang kontras, yakni yang melihat masyarakat sebagai kumpulan kelompok-kelompok yang relatif permanen (model kognitif), dan yang melihat masyarakat sebagai ajang koalisi longgar (yang dilihat adalah interaksi dan proses aktualnya). Hai inilah yang melandasi pembedaan konseptual antara struktur sosial dan organisasi sosial (Firth 1951), yang kemudian juga memicu dikembangkannya analisis jaringan, serta konseptualisasi kelompok sebagai entitas sosial dan sebagai kategori-kategori sosial.
Sebuah kategori sosial (social category) adalah sekumpulan individu yang secara konseptual mengelompok atas dasar karakteristik tertentu (usia, jenis kelamin, pekerjaan, agama, kesamaan asal-usul, kekerabatan, dan sebagainya). Sedangkan kelompok sosial (social group) terdiri dari individu-individu yang sengaja mengelompok dan terikat dalam suatu jaringan interaksi baku yang membagi mereka pada sejumlah peran (ekonomi, politik, ritual, bidang pekerjaan). Di sini, keanggotaan tidak bersifat otomatis, melainkan harus melewati prosedur tertentu. Lebih lanjut, jenis kelompok dapat dipilah lagi menjadi kelompok primer yang anggotanya berinteraksi secara tatap muka (keluarga atau rumah tangga), dan kelompok sekunder yang para anggotanya tidak hanya harus berinteraksi secara tatap muka (kelompok politik atau asosiasi profesi). Ada kelompok khusus, yakni perusahaan, atau kelompok yang memiliki karakter perusahaan, yakni kelompok-kelompok yang menerapkan aturan tentang pembagian kerja dan kepemilikan, baik yang bersifat materi (bangunan, tanah) maupun non-materi (keterampilan, pengetahuan). Kepemilikannya bisa terpusat, bisa pula tersebar (setiap anggota ikut memiliki). Kelanggengan kelompok seperti ini biasanya relatif lama, karena secara langsung menyangkut kepentingan para anggotanya. Kelompok tetap bertahan, sekalipun anggotanya silih berganti. Pada titik ekstrim yang lain, terdapat kelompok aksi atau gugus tugas (task force) yang terdiri dari para individu yang mengorganisasikan diri untuk menjalankan suatu tugas atau kegiatan secara bersama-sama. Keberadaan kelompok aksi (action group) relatif terbatas. Artinya mereka hanya ada untuk menyelesaikan suatu perkara; jika perkara itu sudah beres, maka kelompok itu pun bubar. Apa yang membedakan kelompok aksi ini dari kelompok-kelompok lain, termasuk kerumunan (crowd), yang keberadaannya juga bersifat sementara, adalah para anggota kelom-pok aksi ini cukup berinteraksi satu sama lain; mereka saling mengenal, dan sama-sama mengetahui kondisi dan keberadaan organisasi (hal ini menjadi topik tersendiri).

PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL | ok-review | 4.5