PENGERTIAN KEBIJAKAN REGIONAL

By On Wednesday, January 22nd, 2014 Categories : Ekonomi

REDUNDANCY / KELEBIHAN adalah pegawai-pegawai yang kehilangan pekerjaan sebagai akibat dari RASIONALISASI (RATIONALIZATION) dan reorganisasi perusahaan yang dilakukan sehubungan dengan turunnya permintaan atau peningkatan PRODUKTIVITAS (PRODUCTIVITY). Lihat UNEMPLOYMENT.
REFUSAL TO SUPPLY / PENOLAKAN UNTUK MEMASOK adalah suatu tipe PRAKTEK PERDAGANGAN YANG MEMBATASI (RESTRICTTVE TRAM?PRACTICE) di mana seorang penjual dengan sengaja menahan pasokan pada konsumen sebagai suatu alat untuk memaksa TRANSAKSI EKSKLUSIF (EXCLUSIVE DEALING) , pengaturan PENJUALAN YANG BERKELANJUTAN (TIE-INSALES) dan PEMELIHARAAN HARGA PENJUALAN KEMBALI. Lihat COMPETITION POLICY.
REGIONAL POLICY / KEBIJAKAN REGIONAL adalah suatu kebijakan yang berhubungan dengan peniadaan ketidakseimbangan yang sangat berarti antara wilayah- wilayah dari sebuah perekonomian dalam kaitannya dengan tingkat PENGANGGURAN (UNEMPLOYMENT) dan TINGKAT PENDAPATAN PER KAPITA (INCOME PER HEAD) . Pendekatan utama yang digunakan adalah bahwa penyebaran kegiatan industri di sekitar wilayah tersebut dapat mencegah pengangguran sumber daya tenaga keija dan modal dalam DAERAH-DAERAH MINUS (DEPRESSED AREAS) dan hambatan yang tidak semestinya di daerah-daerah yang lebih makmur. Suatu penekanan khusus dari kebijakan regional adalah regenerasi daerah-daerah yang telah jatuh ke dalam penurunan industri dengan mendorong perusahaan-perusahaan dan industri-industri baru untuk berlokasi dan berinvestasi di daerah-daerah ini (pendekatan “investasi dari dalam”, yang mencakup penyediaan lapangan kerja). Dasar pemikiran di balik pendekatan ini adalah bahwa permasalahan daerah minus secara luas berasal dari pelaksanaan spesialisasi yang berlebihan dalam industri-industri yang telah menuju ke arah penurunan (contoh, tambang batu bara di Wales Selatan, pembangunan kapal di Timur Laut Inggris, kapas di Lancashire, dan lain sebagainya), daripada berasal dari permasalahan perekonomian yang mendasar lainnya. Oleh karena itu, apa yang seharusnya dilakukan adalah suatu diversifikasi industri dasar dari daerah-daerah yang demikian, sehingga dapat memberikan kesempatan kerja yang baru, yang meningkatkan pengeluaran lokal yang akan mendorong investasi, dan melalui dampak-dampak PENGGANDA (MULTIPLIER) , meningkatkan pendapatan.
Pendekatan “investasi dari dalam” pada kebijakan regional dilaksanakan dengan tiga cara utama:
(a) penyediaan dukungan keuangan (bantuan-bantuan investasi, pinjaman lunak dengan tingkat bunga rendah, pembebasan pajak, pabrik- pabrik yang bebas sewa, dan lain sebagainya) bagi perusahaan-perusahaan yang bersedia untuk berlokasi dalam DAERAH-DAERAH PENGEMBANGAN (DEVELOPMENT AREAS) yang ditunjuk atau DAERAH-DAERAH MENENGAH (INTERMEDIATE AREAS) .
(b) penggunaan pengendalian fisik pada bangunan-bangunan pabrik dan perkantoran untuk mencegah perusahaan-perusahaan pindah lokasi secara besar-besaran dari daerah pengembangan ini melalui penerbitan sertifikat pembangunan industri;
(c) investasi oleh pemerintah dalam modal INFRASTRUKTUR (INFRASTRUCTURI’J), khususnya pada jalan, jaringan kereta api, dan fasilitas- fasilitas umum.
Para pengeritik pendekatan terhadap kebijakan regional ini menyatakan bahwa memaksa perusahaan-perusahaan untuk berlokasi di daerah-daerah yang mungkin tidak cocok untuk mereka dan mensubsidi kegiatan-kegiatan mereka mungkin akan merusak efisiensi perekonomian. Akan tetapi, ada suatu bukti kecil yang menyatakan bahwa pendekatan ini telah menjadi suatu permasalahan yang serius.
Di Kerajaan Inggris, bantuan selektif regional merupakan alat utama yang digunakan untuk memberikan bantuan pada perusahaan-perusahaan yang melakukan investasi di daerah pengembangan dan daerah tingkat menengah.
Suatu kemungkinan pendekatan alternatif, yaitu yang mendorong manusia untuk pindah dari daerah-daerah miskin (pendekatan “pengambilan para pekerja untuk bekerja”), belum menemukan dukungan, karena selain pendekatan ini cenderung hanya mementingkan permasalahan dari daerah-daerah minus itu sendiri (kehilangan pekerja- pekerja yang ahli, pengeluaran dan pendapatan lokal yang menurun, dan lain sebagainya), pendekatan itu juga menciptakan kesulitan-kesulitan untuk daerah yang “menerima”, khususnya apabila daerah tersebut sudah terlalu padat dengan rumah, sekolah, dan lain sebagainya.
Lihat ENTERPRISE ZONE, EUROPEAN REGIONAL DEVELOPMENT FUND, STRUCTURAI UNEMPLOYMENT, D EIN D U ST RI ALI ZAT ION, LOCATION OF INDUSTRY, FIRM LOCATION.

PENGERTIAN KEBIJAKAN REGIONAL | ok-review | 4.5