PENGERTIAN KASTA BRAHMA

By On Monday, October 7th, 2013 Categories : Antropologi

Secara umum sistem kasta didefinisikan sebagai sistem sosial hirarkis yang bersifat permanen dan dapat diturunkan dari generasi ke generasi. Dengan pengertian yang relatif longgar ini, maka banyak masyarakat di berbagai tempat yang mengenal sistem kasta; mulai dari Jepang, sejumlah negara di Polynesia dan Afrika Timur sampai dengan masyarakat rasial di Amerika Masyarakat hindu merupakan contoh yang paling mencolok. Meskipun demikian banyak pengamat yang menyatakan hakikat stratifikasi seperti itu sesungguhnya bisa ditemukan di berbagai tempat lainnya, tentunya dengan kadar yang berbeda-beda. Morfologi sistem kasta hindu dapat dijelaskan tiga tahap karakteristik kunci (Bouhlen 1971 ‘ 190S]) yang semuanya didasarkan pada nilai-nilai kesucian agama. Karakteristik pe rtam?. adalah adanya hirarki yang secara teoretis di dasarkan pada tingkatan kesucian. Kasta Brahma menduduki peringkat tertinggi karena dianggap tingkat kesucian tertinggi sehingga dinyatakan ternak membawahi semua kasta lainnya, termasuk yang sesungguhnya memiliki kekuatan atau ekonomi yang lebih besar. Karakteristik kedua kesucian secara keseluruhan akan terpelihara iika masing-masing kasta terpisah, dan dari sinilah timbul pembagian kerja antar-kasta. Ketiga, pencemaran kesucian harus dihindari sehingga setiap kasta harus membatasi kontaknya dengan kasta lainnya, khususnya yang lebih rendah. Pemisahan itu sendiri diwujudkan dalam berbagai bentuk mulai dari peraturan perkawinan yang tidak memungkinkan perkawinan antar-kasta, pemisahan tempat tinggal, pembedaan gaya hidup sampai, dengan larangan bagi kasta yang lebih rendah untuk menyentuh anggota kasta lain yang lebih tinggi. Nasib malang pun harus diterima oleh kasta yang paling rendah yang bahkan dianggap najis untuk dilihat oleh anggota kasta yang lebih tinggi, sedangkan kasta Brahma yang tertinggi menikmati berbagai keistimewahan yang luar biasa. Sekalipun mobilitas individual antar-kasta tidak dimungkinkan, mobilitias kelompok bisa saja terjadi, sekalipun kemungkinannya sangat kecil. Sebuah kelompok dari kasta tertentu bisa saja menuntut status yang lebih tinggi dengan menerapkan tradisi atau praktek-praktek yang biasa dilakukan oleh anggota kasta yang lebih tinggi, asalkan kelompok itu memiliki kekuatan ekonomi atau politik yang memadai (misalnya saja kelompok itu menguasai pasokan pangan atau air bersih). Namun hal itu tidak mengubah tatanan sosial, melainkan justru memperkuat status quo tradisional. Lagipula, mobilitas itu pun biasanya hanya bersifat semu. Artinya suatu kelompok yang memiliki status lebih tinggi karena kekayaan atau kekuatannya jika ia berasal dari kasta yang lebih rendah maka selamanya akan tetap dianggap lebih rendah.
Sistem ini sering diibaratkan sebagai sebuah kue lapis yang setiap lapisannya terpisah dan tidak bisa berubah posisi. Perumpamaan yang lebih tepat mungkin adalah kotak mainan Cina. Setiap bagian sudah memiliki posisi tertentu yang tidak bisa diutak-atik. Secara garis besar, masyarakat hindu terbagi menjadi empat kasta, yakni Brahma, Ksatria, Vaisha dan Sudra. Dalam prakteknya, stratifikasinya lebih rumit. Di beberapa tempat kasta Brahma itupun terbagi menjadi beberapa sub bagian, mulai dari sub-kasta para pendeta kepala sampai dengan sub-kasta para pendeta pembantu. Seorang berkasta Brahma hanya bisa menjadi pendeta kepala jika ayah atau kakeknya memegang jabatan itu. Anak dari seorang pendeta rendahan biasanya juga tidak akan memangku jabatan yang lebih tinggi daripada jabatan ayah atau kakeknya. Hanya saja, pemisahan dalam satu kasta relatif longgar, sehingga anggota sub-kasta yang lebih rendah bisa saja berbagi makanan dengan anggota dari sub-kasta yang lebih tinggi. Semuanya berhak mengatakan sebagai anggota kasta Brahma yang paling suci. Sub-kasta itu sering pula disebut sebagai jati yang secara konvensional diterjemahkan sebagai “kasta’ namun lebih akurat jika diartikan sebagai “alur keturunan” atau “spesies”. Kelompok-kelompok yang memiliki status setara terhadap pihak luar ternyata juga memiliki hirarki intemai. Semua anggota kasta Brahma berstatus sama jika mereka berhubungan dengan non-Brahma. namun kepala pendeta lebih tinggi ketimbang pendeta biasa, apalagi pendeta rendahan yang hanya mengurusi soal pemakaman atau layanan doa. Dalam praktek keseharian, pembagian kerja antar-kasta ternyata agak kabur sehingga kita tidak dapat mengetahui kasta seseorang hanya dengan melihat pekerjaan atau tempat tinggalnya. Setiap kasta dianggap memiliki dunia tersendiri yang terpisah satu sama lain. Meskipun menghuni planet yang sama mereka dianggap mahkluk yang berbeda.

PENGERTIAN KASTA BRAHMA | ok-review | 4.5