PENGERTIAN KARTEL

By On Monday, December 2nd, 2013 Categories : Ekonomi

CARTEL / KARTEL adalah suatu bentuk KOLUSI (COLLUSION) atau persengkongkolan antara suatu kelompok pemasok yang bertujuan untuk mencegah persaingan sesama mereka secara keseluruhan atau sebagian. Kartel dapat terjadi dalam beberapa bentuk. Sebagai contoh, para pemasok mengatur agen penjual tunggal yang membeli semua output mereka dengan harga yang disetujui dan mengadakan pengaturan dalam memasarkan produk tersebut secara terkoordinasi. Bentuk lain adalah para pemasok melakukan perjanjian (lihat RESTRICTIVE TRADE AGREEMENT) dengan menentukan harga jual yang sama terhadap produk mereka, sehingga menghilangkan persaingan harga, tetapi bersaingan dalam merebut pangsa pasar dengan strategi PEMBEDAAN PRODUK (PRODUCT DIFFERENTIATION) . Bentuk kartel yang lebih menyeluruh adalah penerapan bukan saja harga jual yang seragam dan pemasaran bersama, tetapi juga pembatasan jumlah produksi termasuk pemakaian sistem kuota terhadap setiap pemasok, dan penyesuaian kapasitas yang terkoordinasi, baik menghilangkan kapasitas yang berlebihan atau perluasan kapasitas dengan berdasarkan koordinasi. Kartel biasanya dilakukan baik untuk tujuan pemanfaatan kekuatan pasar bersama dari para pemasok untuk mendapatkan keuntungan- keuntungan monopoli (MONOPOLY), atau untuk mempertahankan diri dari persaingan yang mematikan dari desakan perusahaan yang beroperasi pada tingkat merugi, yang sering terjadi pada saat permintaan sangat menurun (disebut ‘krisis kartel’). Dalam kasus yang pertama, suatu pengadministrasian yang terpusat dapat menentukan harga dan kuota output dari industri bagi setiap perusahaan untuk membatasi total output dan memaksimumkan keuntungan bersama dari kelompok perusahaan tersebut, sehingga harga dan output cenderung sama dengan keuntungan maksimum monopoli. Untuk berhasilnya suatu kartel beberapa faktor penting perlu diperhatikan, khususnya partisipasi yang berarti dari semua pemasok terhadap produk dan ketaatan yang penuh terhadap kebijakan kartel. Tidak ikut sertanya beberapa pemasok utama dan perlakuan curang dari anggota kartel, bersama-sama dengan kemampuan para pembeli untuk beralih ke barang substitusi dapat merusak atau merongrong kemampuan pengawasan kartel terhadap harga. Di beberapa negara, terutama Amerika dan Masyarakat Eropa, kartel yang berkaitan dengan penetapan harga dan pangsa pasar serta pembatasan produksi dan kapasitas dilarang secara hukum. Lihat COMPETITION POLICY, ORGANIZATION OF PETROLEUM EXPORTING COUNTRIES (OPEC)

PENGERTIAN KARTEL | ok-review | 4.5