PENGERTIAN KAPUSIN

By On Monday, April 14th, 2014 Categories : Agama, Budaya

PENGERTIAN KAPUSIN – Cabang termuda Ordo Fransiskan. Pada tahun 1525 Pater Mateus dari Bascio (1495-1552) berniat menegakkan kembali kesederhanaan asli S. Fransiskus. Pater Mateus menganggap bahwa pemba­haruan S. Bonaventura dan S. Bernardin dari Siena menyimpang dari cita-cita semula sang pendiri. Ia mengenakan tudung lancip (capuce) seperti yang da­hulu dipakai S. Fransiskus, bersandal dan berjenggot. 5 Bersama rekan-rekannya, Mateus merawat para kor­ban wabah pes dan menetap di pedesaan atas persetu­juan Paus Klemens VII (1528), untuk hidup kontemplatif. Anggaran dasar menekankan ci­ta-cita hidup Fransiskan murni: kehidupan doa, kemiskinan, pertapaan serta pengabdian kepada karya amal.
Gerakan pembaharuan ini hampir saja dilarang, waktu Vikaris Jenderal Bernardino Ochino (1487- 1564) menjadi Protestan (1542). Tetapi sejak berdika­ri sepenuhnya (1619), semangat misioner dan khotbah 0ara imam Kapusin menjadi senjata ampuh gerakan jContra-Reformasi dan misi kepada bangsa-bangsa vang belum mengenal Injil. Secara teratur misi Kapu­sin diorganisasikan oleh Pater Josef dari Paris, yang mengutus misionaris ke Suriah, Persia dan India pada pertengahan abad ke-17. Mereka berkarya terutama di antara orang Kristen yang tidak bersatu dengan Roma. Selain itu, para Kapusin menguatkan budak belian yang beragama Kristen dan ditangkap perompak di Laut Tengah lalu dijual ke Afrika Utara.
Sejak pertengahan abad ke-19 Ordo Kapusin ber­kembang cepat, setelah berhasil mengatasi krisis yang disebabkan antara lain oleh Revolusi Perancis dan ja­man Kaisar Napoleon. Sekarang terdapat sekitar 12.000 anggota Ordo Kapusin di seluruh dunia.
Di Indonesia para Kapusin mengambil alih dari pa­ra imam Yesuit seluruh Kalimantan (1905) dan Suma­tra (1911) sebagai daerah misi mereka. Kemudian kedua daerah itu dibagi lagi, sehingga sekarang dae­rah misinya hanya Keuskupan Agung Pontianak, dan Medan serta Keuskupan Sibolga; tetapi mereka berkarya juga di Keuskupan Agung Jakarta dan Keus­kupan Sanggau. Pada 1976 didirikan Propinsi Kapu­sin Indonesia dengan tiga daerah, yaitu Medan, Pontianak dan Sibolga; lembaga pendidikan di Prapat (novisiat) dan Pematangsiantar (filsafat dan teologi). Biara suster Klaris Kapusines (OSCCap) terdapat di Singkawang (Kalimantan Barat; 1937) dan Gunung Sitoli (Nias; 1976).

PENGERTIAN KAPUSIN | ok-review | 4.5