PENGERTIAN KAPRIBADEN SURAKARTA

By On Sunday, April 13th, 2014 Categories : Antropologi, Budaya

PENGERTIAN KAPRIBADEN SURAKARTA – Sebuah organisasi yang didirikan oleh Soedihardjo, S.H. di Surakarta pa­da tahun 1975. Organisasi yang terkenal dengan se­butan Paguyuban Kulowargo Kapribaden Pusat Sura­karta ini, menampung dan melakukan pengamatan dan penelitian terhadap kapribaden (sejatinya pribadi) hingga mendekati kesempurnaan. Menurut kapriba­den manusia mempunyai empat saudara, yaitu manu- rogo di perut, berwarna hitam dan menguasai mulut; maradewa di empedu, warna merah dan mengusai te­linga; manoragada di limpa, wama kuning dan me­nguasai mata; dan manorawaraga di tulang, warna pu­tih dan menguasai hidung. Manusia harus dapat memanfaatkan keempat saudara ini, karena dari mere­ka diperoleh pelajaran menuju kebaikan dan kesem­purnaan hidup. Jika manusia tidak mengenalnya, ma­nusia dapat dijajah oleh mereka. Menurut pengalaman kapribaden, keempat saudara ini dapat diajak bicara secara batin atau lisan dalam kondisi penuh kesadar­an. Langkah ini adalah tahap pertama mengenal priba­di manusia sendiri. Tahap selanjutnya berupa usaha mengenal sejatinya pribadi (sejatining pribadi). Hal ini dapat dilakukan jika keempat saudara sudah dikua­sai, sehingga mereka tidak memalsukan keadaan, dan terbukalah jalan mengenal Sang Sukmo Sejati.
Lambang kapribaden berupa bayangan manusia membawa obor duduk di atas bokor yang disinari ca­haya kuning keemasan. Anggota kapribaden ini terse­bar di Surakarta dan Yogyakarta.

PENGERTIAN KAPRIBADEN SURAKARTA | ok-review | 4.5