PENGERTIAN KAPITAYAN

By On Sunday, April 13th, 2014 Categories : Agama, Budaya

PENGERTIAN KAPITAYAN – Sebuah organisasi Kepercayaan ter­hadap Tuhan Yang Maha Esa yang dibentuk R. Soekandar Sastroatmodjo pada tahun 1972 di Situbondo, Jawa Timur. Kapitayan berasal dari kata pitaya yang berarti percaya kepada Sang Hyang Taya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Kapitayan diwariskan secara turun- temurun berupa pitutur luhur yang terbagi atas bebe­rapa bab, yaitu Adanya Kapitayan, Adanya Zat dan Sifat Tuhan Yang Maha Esa, Adanya Raga adalah Zat Makhluk, Adanya Jiwa adalah Sifat Makhluk, Ang- ger-angger Langgeng adalah Hukum Abadi dan Pa­tokan Nyata, Paugeran (pedoman hidup), Wewaler (larangan), Pranatan Sembahyang (penataan sembah­yang), Pranatan Banten (sesaji), Tambahan Pranatan Sembahyang/Banten, Tuntunan Sembahyang/Banten, Adanya Pemijang Kapitayan (yang memberi wejang­an, penjelasan, pengajaran).
Paugeran berisikan lima kapitayan, yaitu (1) bahwa tiada pencipta dunia raya selain Tuhan Yang Maha Esa (Sang Hyang Taya); (2) bahwa Tuhan Yang Maha Esa memiliki sakti yang disebut tuah, yaitu daya ke­saktian sebagai angger-angger langgeng (hukum aba­di); (3) bahwa kebudayaan adalah pengejawatahan daya tuah, kesaktian kapitayan yang dipelihara seba­gai sarana bebrayan agung; (4) bahwa penghormatan, sembah sungkem, semadi atau sembahyang dan pela­yanan, sembah bekti, sesaji atau banten terhadap Tu­han yang Maha Esa dan makhluk berdasarkan angger- angger adalah inti pelaksanaan hidup; (5) bahwa inti pelayanan sembah bekti, sesaji atau banten adalah perjuangan hidup.

PENGERTIAN KAPITAYAN | ok-review | 4.5