PENGERTIAN KAPINIS-KAPINISAN

By On Saturday, April 12th, 2014 Categories : Ilmu Alam

PENGERTIAN KAPINIS-KAPINISAN – Suatu suku burung yang berpenampilan luar dan berperilaku mirip kelompok walet-waletan. Namun karena bentuk kaki dan anatomi lainnya berbeda, burung ini masuk dalam kelompok burung petengger. Biasanya, burung ini bertengger pada daerah terbuka, kawat listrik atau telepon, dan dahan pohon. Ketika terbang, burung kapinis lebih sering mengepakkan sayap daripada burung walet-waletan. Terbangnya sangat tinggi, meski sering juga terbang rendah di atas permukaan tanah atau air, dan sangat lincah. Burung jantan dan betinanya berpenampilan serupa. Bentuk tubuhnya ramping, sedang, kan sayapnya panjang dan lurus. Hidupnya berkelom­pok. Sarangnya dibuat dekat pemukiman. Di seluruh dunia, ada 79 jenis burung yang termasuk suku kapinis-kapinisan; di Indonesia ada tujuh jenis, termasuk yang menetap dan pendatang musiman (migran).
Kapinis Putih, atau kapinis gudang, berciri khas pita hitam melintang di bawah kerongkongan, yang memisahkan bagian atas kerongkongan yang berwar­na cokelat dan perut yang putih. Panjang tubuhnya se­kitar 15 sentimeter. Ekornya berbentuk garpu. Warna bulu tubuh bagian atas burung dewasa biru baja, sedangkan kerongkongan dan dahi cokelat; bulu tu­buh bagian bawahnya putih bersih sampai putih keco­kelatan. Bulu tubuh bagian atas burung muda kusam berbintik cokelat. Pita dadanya cokelat tua dan tidak ada pemanjangan bulu ekor.
Kapinis putih tersebar di seluruh dunia, di daerah beriklim sedang, dan bermigrasi ke daerah tropika pa­da musim dingin. Anak jenisnya, Hirundo rusticagut- turalis, bermigrasi dari Siberia dan Jepang ke Suma­tra, Jawa, dan Kalimantan. Berdasarkan data dari eropa, kapinis putih mulai bertelur pada awal Mei. giurnya, yang putih berbintik-bintik, berjumlah 4— 5 butir- Yang betina mengerami telur selama 14—16 hari, sedangkan yang jantan mencari makan. Lalu ke­duanya mengasuh anak sampai dapat terbang. Setelah masa persarangan, burung kapinis membentuk kelom­pok besar sampai mencapai ribuan ekor. Kelompok ini sering bertengger bersama-sama menjelang migra­si ke selatan pada bulan September dan Oktober, atau kembali ke daerah asal pada akhir Maret dan April.
Kapinis Cokelat berciri utama bulu bagian kerong­kongan berwarna cokelat. Panjang total tubuhnya 13-14 sentimeter. Warna bulu tubuh burung dewa­sanya mirip kapinis putih, hanya di dahi lebih cokelat, serta kerongkongan dan dada bagian atas cokelat. Bu­lu bagian bawah tubuhnya kelabu kecokelatan. Pada bagian ujung semua bulu ekor terdapat garis atau titik putih, kecuali bulu bagian tengah ekor. Ekornya pen­dek dan tidak terlalu menggarpu. Pada burung muda­nya, warna bulu kerongkongan dan dada sebelah atas­nya cokelat pucat, bagian atas tubuh berbintik-bintik cokelat, dan dahi sedikit cokelat. Habitatnya terutama dekat perkampungan pada daerah pantai.
Daerah penyebaran kapinis cokelat meliputi India bagian selatan, Andaman, Taiwan, Kepulauan Ryu Kyu, Filipina, Indonesia, Niugini, sampai Tahiti. Di Malaya, burung ini ditemukan juga di hutan dan dae­rah hutan yang telah dibuka. Sarangnya dibuat di ba­ngunan, jembatan, atau patahan dahan pada pohon de­kat sungai. Telurnya berjumlah 3—4 butir, berwarna putih dengan bintik-bintik cokelat merah dan kelabu.
Kapinis Lurik berciri utama bulu tubuh bagian ba­wah berpola lurik dan bulu tongkengnya cokelat pu­cat. Ukurannya cukup besar dibandingkan kapinis lain, dengan panjang total 18 sentimeter. Pada dada­nya tidak terdapat pita. Warna bulu penutup ekor ba­gian bawah hitam; bulu tubuh bagian atasnya biru ba­ja; bulu tubuh bagian bawahnya putih sampai cokelat, dengan tebal lurik bervariasi, bergantung pada anak jenis. Burung ini ditemukan di daerah terbuka di Fili­pina, Taiwan, dan Indonesia yang meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Kepulauan Sunda Kecil, yaitu Lombok, Flores, Alor, Wetar, Sumba, dan Timor.
Kapinis Pohon dewasa berukuran sekitar 13 senti­meter. Warna bulu bagian atas tubuhnya hitam meng­kilap, sedangkan bulu bagian atas kepala cokelat ke­labu; bulu tongkeng dan bulu penutup ekor bagian atasnya putih kelabu; bulu kerongkongan dan dada­nya kelabu; bulu bagian perutnya putih dan bagian sisi tubuhnya berbintik cokelat. Garpu ekornya sedalam 8 milimeter. Panjang ekornya 5 sentimeter, sayap 11 sentimeter, dan kaki 1 sentimeter. Burung ini tersebar di Tasmania dan Australia, dan bermigrasi ke Irian, Kepulauan Sunda Kecil, dan Kepulauan Maluku. Mu­sim berkembangbiaknya pada bulan Agustus sampai Februari. Di Irian bagian selatan, kapinis pohon dite­mukan pada bulan Maret, April, Agustus, September, dan November; diduga, beberapa kapinis membuat sarang di Irian. Sarangnya, yang dibangun dalam lu­bang pohon atau celah bangunan, terbuat dari lumpur yang dilapisi daun kering dan bulu-bulu. Telurnya berjumlah 4 butir dafi berwarna putih dengan titik dan bercak cokelat dan kelabu.
Kapinis Rumah berukuran 13 sentimeter. Warna bulu tubuh bagian atas burung dewasanya biru baja; bulu tubuh bagian bawah, bulu penutup ekor bagian atas, dan bulu tongkengnya putih. Ekornya sedikit menggarpu. Warna bulu di bawah sayapnya cokelat abu; bulu dasar dan dadanya cokelat kelabu tua. Pada burung muda, bulu tubuh bagian atasnya berbintik co­kelat. Daerah penyebarannya mulai Cina, Taiwan, sampai India, Burma, Malaysia, Filipina, Kalimantan, dan Jawa. Biasanya, kapinis rumah terbang tinggi dan mencari makan di hutan dan pegunungan.
Kapinis Tebing berciri utama bulu bagian atas tu­buh berwarna cokelat. Bulu bagian bawah tubuhnya putih dengan pita cokelat pada dada. Panjang tubuh­nya 13 sentimeter. Bulu bagian kerongkongan burung muda berwarna titik-titik kuning. Burung ini tersebar hampir di seluruh dunia, kecuali Australia. Habitatnya daerah rawa, sungai, dan tepi sungai. Daerah perkem­bangbiakannya meliputi India, Cina, dan sekitarnya. Pada musim dingin, burung kapinis tebing bermigrasi sampai ke Irian melalui daerah Wallace, Kalimantan, dan Filipina.
Kapinis Peri berukuran kecil sekitar 12 sentimeter. Ciri khasnya bulu penutup kepalanya berwarna coke­lat, bulu bagian tongkengnya putih, dan ekornya sedi­kit menggarpu. Hidupnya berkelompok di daerah ter­buka, padang rumput, atau dekat air. Penyebarannya terutama di Australia, namun sampai juga ke Irian dan Timor Timur.

PENGERTIAN KAPINIS-KAPINISAN | ok-review | 4.5