PENGERTIAN KAPAK

By On Friday, April 11th, 2014 Categories : Antropologi, Budaya

PENGERTIAN KAPAK – Salah satu unsur tekfiologi ipanusia yang telah dipakai sejak jaman prasejarah. Kapak dari ja­man prasejarah biasanya terbuat dari batu, tetapi ada pula yang terbuat dari perunggu. Para ahli meng­golongkan alat kuno ini menjadi beberapa jenis, misalnya kapak genggam, kapak genggam diskus lon­jong, kapak persegi, kapak bertangga, dan kapak perunggu. Kapak-kapak itu bervariasi dalam hal ben­tuk, tempat, dan periode penyebarannya.
Kapak genggam disebut juga kapak berimbas. Ka­pak ini umumnya terbuat dari batu lempung yang di­pertajam pada satu sisinya. Kapak genggam tidak bertangkai, dan penggunaannya adalah dengan cara menggenggam dalam tangan. Kapak ini diperkirakan dipakai pada jaman batu tua (palaeolithicum). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapak ini ditemukan pada lapisan tanah tempat ditemukannya makhluk pi­thecanthropus. Kapak ini ditemukan tersebar di ber bagai wilayah Indonesia, misalnya di Sukabumi, Cia mis, Pacitan, Gombong, Bengkulu, Lahat, Awang- bangkai (Kalimantan Selatan), Cabbenge (Sulawesi Selatan), Bali, Flores, dan Timor. Di luar daerah In­donesia, kapak ini ditemukan di Malaysia, Filipina, Thailand, Birma, Vietnam, Pakistan, dan Cina.
Ada pula kapak genggam yang berbentuk diskus lonjong. Salah satu sisinya merupakan bekas pecahan kasar, sedangkan sisi luarnya tampak lebih halus. Ka­pak ini sering diasah pada bagiannya yang tajam. Ka­pak diskus lonjong dikembangkan pada jaman batu madia (mesolithicum). Sisa kapak ini ditemukan pada bukit-bukit kerang bekas timbunan sampah dapur (kjokkenmoddinger) yang ditemukan di Sumatra Ti­mur dan Utara dekat Medan, dekat kota Langsa di Aceh, dan di Malaysia, yakni di Perak, Kedah, dan Pahang. Kapak ini juga ditemukan di daerah Jawa Ti­mur, seperti di gua Sodong (Besuki), gua Pretruruh (Tulungagung), dan gua Sampung (Ponorogo). Di luar Indonesia, kapak ini ditemukan dalam bukit-bu­kit kerang Pegunungan Bacson (Vietnam Utara), gua- gua di Propinsi Hoa-binh, Hoa-nam, dan Tan-hoa,di sebelah seikan Hanoi, serta Propinsi Guang-binh di Vietnam Tengah.
Kapak lonjong disebut juga kapak bulat. Kapak ini menunjukkan penampang lintang yang bulat atau oval dan runcing pada bagian belakangnya. Pada umum­nya kapak lonjong dibuat dari batu kali yang berwarna kehitam-hitaman. Kapak ini diupam sampai halus, diasah hingga mengkilat, dan diikat pada tangkai kayu atau rotan. Para ahli prasejarah menyebutnya walzen- beil- Kapak ini berkembang pada jaman batu muda (neolithicum), dan persebarannya diperkirakan mulai dari Cina Selatan ke Taiwan, Filipina, Sulawesi Utara, Halmahera, Maluku Selatan, Irian, dan terus ke Mela­nesia. Penyebaran ini terjadi sekitar tahun 3000 SM. pada masa kini, kapak lonjong masih dipakai sebagai alat bercocok tanam oleh masyarakat di daerah Pegu­nungan Jayawijaya, Irian Jaya.
Kapak persegi yang juga biasa disebut beliung per­segi terbuat dari batu yang garis irisan melintangnya niemperlihatkan sebuah bidang berbentuk segi pan­jang. Seperti halnya kapak lonjong, kapak persegi ini pun diasah mengkilat dan diikat pada tangkai kayu atau rotan. Para ahli prasejarah menyebut kapak per­segi ini vierkantbeil. Teknologi kapak persegi ini ber­kembang pada masa bercocok tanam, dan penyeba­rannya dimulai pada masa 2.500 SM. Kapak ini ditemukan di Teluk Tonkin, Malaysia; sedangkan di Indonesia ditemukan di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara. Unsur-unsur kebudayaan kapak per­segi terdapat pula di Irian, tersebar sampai jauh ke pe­dalaman. Kapak persegi yang berbentuk gepeng, pan­jang, dan besar masih dipergunakan di daerah Pegunungan Hagen (Irian Tengah). Penduduk daerah itu menggunakannya sebagai kapak perang atau upa­cara. Di daerah hulu Sungai Membramo ditemukan pula kapak persegi, yang oleh para ahli sejarah disebut kapak Papua.
Kapak bertangga, yang sejenis dengan kapak per­segi, ditemukan di Kalimantan dan Minahasa (Sula­wesi Utara). Bagian distal kapak ini diberi tangga- tangga atau takik. Kapak ini termasuk dalam jaman neolithicum Filipina, tempat berkembangnya kebuda­yaan Polinesia.
Kapak perunggu yang disebut juga kapak corong terbuat dari perunggu. Kapak ini mempunyai kelom- pang sehingga dinamakan “kapak sepatu.” Bentuk ka­pak perunggu beraneka ragam; ada yang berbentuk pahat, jantung, atau seperti tembilang. Kapak ini ka­dang-kadang dihiasi gambar mata oval atau ragam hias geometris, pilin berganda, dan hiasan pola to­peng. Tipe kapak dari Rote menunjukkan bentuk in­dah, tangkainya panjang dan menyatu dengan kapak. Kapak tipe ini tidak digunakan untuk keperluan seha­ri-hari. tetapi khusus untuk kepentingan upacara.
Di Indonesia, kapak perunggu ditemukan di Suma­tra, Jawa, Bali, Sulawesi, Selayar, Buton, Banda, Flo­res, dan pantai utara Irian. Di luar Indonesia, kapak perunggu ditemukan di Cina, Siberia, dan Eropa Ti­mur. Kapak corong dianggap sebagai ciri bagian tera­khir jaman perunggu.

PENGERTIAN KAPAK | ok-review | 4.5