PENGERTIAN KAPAI-KAPAI

By On Friday, April 11th, 2014 Categories : Antropologi, Budaya, Sosial, Tokoh

PENGERTIAN KAPAI-KAPAI – Sandiwara yang terdiri atas lima ba­gian karya Arifin C. Noer yang ditulis pada tahun 1968-1970 dan terbit pertama kali di majalah Budaja D jaja, Oktober 1970. Sandiwara ini telah berkali-kali dipentaskan di Indonesia, baik oleh penulisnya sendi­ri maupun kelompok teater lain, dan diterjemahkan ke beberapa bahasa untuk dipentaskan di negara lain.
Kapai-kapai mengisahkan takdir dan nasib rakyat kecil yang selalu hidup dalam kemiskinan dan tindas­an sang majikan. Sandiwara ini ditulis secara simbo­lik dengan mengabaikan kenyataan formal sandiwara konvensional. Sandiwara ini bebas waktu, bebas tem­pat, bebas watak, bebas dialog, semuanya disatukan oleh suasana yang memberikan suatu tema. Suasana muram, berat, menekan, yang seolah-olah tak kun­jung habis menyertai tokoh utamanya, Abu.
Sandiwara dibuka dengan dongeng Emak Abu ten­tang sang pangeran maha sakti dengan cermin tipu da­yanya yang mampu menyingkirkan segala masalah dan memenuhi segala keinginan manusia. Abu keluar dari dongeng Emak dan memasuki kehidupannya se­bagai pelayan kantor seorang majikan. Kembali ke dunia simbol dengan tokoh bulan, pangeran, yang ke­lam, dll. semua membicarakan nasib Abu. Kembali ke dunia nyata Abu hidup bersama istrinya, Iyem, serta kemiskinan mereka. Juga anak-anak mereka satu per satu meninggal karena kelaparan pada waktu Abu di­pecat. Abu kembali ke dongeng Emak mencari cermin tipu daya untuk menyingkirkan masalah hidupnya, kemiskinannya. Akhirnya sandiwara diakhiri dengan pensiunnya Abu sebagai makhluk hidup. Sandiwara ini merangkak dalam kurun waktu hidup Abu sejak tahun 1919, 1960, 1974 sampai kematiannya pada ta­hun 1980.
Karya ini dipuji para kritikus drama Indonesia. Ka­rena bentuknya samar dan longgar, teater modern ini dapat diberi struktur makna yang luas. Dengan penga­laman dan keterampilan yang tinggi sebagai orang teater, Arifin C. Noer berhasil membuat naskah ini be­gitu plastis menjelajahi ruang dan waktu, kenyataan dan khayalan, jagat besar dan kecil, kenyataan dan impian, yang melebur menjadi suatu kenyataan sandi­wara.
Kapai-kapai menjadi puncak karya obsesi Arifin tentang kemiskinan rakyat kecil. Mengapa mereka te­rus miskin, mendetita dan tergencet? Siapa dan apa penyebabnya? Tidak jelas. Satu-satunya harapan ha­nyalah cermin tipu daya yang entah di mana. Mereka memperolehnya setelah lepas dari hidup di dunia, se­telah lepas dari kesengsaraan hidup yang berat.
Dengan kelembutan dan kehalusan perasaan pe­nulisnya, jalan hidup Abu dituturkan secara meng­harukan, menarik simpati dan menggiring pembaca atau penontonnya untuk memikirkan permasalahan­nya. Ciri semacam ini dapat ditemujsdalam beberapa drama Arifin C. Noer. Tokoh Emak kdalah tokoh ke­sayangan Arifin dalam beberapa dramanya.

PENGERTIAN KAPAI-KAPAI | ok-review | 4.5