PENGERTIAN KANO

By On Wednesday, April 9th, 2014 Categories : Budaya

PENGERTIAN KANO – Atau perahu lesung, suatu alat transportasi air sejenis sampan atau biduk yang digunakan suku- suku Indian primitif untuk memancing, berburu, pe­rang, dan menjelajah. Bertumpu pada kedua ujungnya yang tajam, kano lebih mudah membelah air. Karena cukup ringan, kano dapat dengan mudah digerakkan oleh kayuhan dayung walaupun layar kadang-kadang digunakan. Istilah kano berasal dari kata Karibia ka- nu, istilah untuk perahu dari batang kayu yang dilu­bangi tengahnya. Kano yang terbuka dari ujung ke ujung sering kali disebut kano jenis Kanada. Yang lain, jenis kayak, merupakan kano yang seluruh ba­gian atasnya tertutup, kecuali bagian pinggang tempat pengayuh duduk. Jenis Kanada dilengkapi dayung berbilah tunggal, sedangkan kayak mempunyai da­yung yang berbilah pada kedua ujungnya.
Panjang kano bervariasi dari 3,5f sampai 6 meter dan lebarnya, tepat di bagian tengah, berkisar antara 0,8 dan 1 meter. Bentuknya mengecil ke depan dan ke belakang. Kedalamannya bervariasi dari 30 sampai 40 sentimeter. Kano dapat dibuat iari aluminium, kaca serat, plastik, karet, atau kayu dan kanvas.
Kano yang terbuat dari kulit mula-mula diciptakan oleh orang Eskimo. Mereka merentangkan kulit bina­tang di atas kerangka kayu atau tulang ikan paus, yang kemudian dijahit dengan otot ikan. Kulit diperpan­jang hingga menutup bagian atas perahu dan mem­bentuk dek yang kedap air, kecuali pada tempat duduk pendayung.
Di akhir pertengahan abad ke-19, kano mulai diper­lombakan dalam beberapa jenis pertandingan, terma­suk pertandingan maraton, pertandingan di arus deras, dan di air tenang. Jenis maraton biasanya berlangsung di danau.
Seluruh peserta harus menempuh jarak 32 kilometer. Pertandingan di arus deras dilakukan di su­ngai beraliran deras yang mempunyai banyak jeram. Di sini daya tahan, keahlian, dan kekuatan tiap peserta diuji. Kano juga dilombakan dalam Olimpiade, biasa­nya di danau yang berair tenang. Satu, dua, atau empat pendayung pada sebuah kano harus menempuh jarak sejauh 5.000 atau 10.000 meter.
Dayung biasanya dibuat dari kayu, tetapi ada juga yang terbuat dari aluminium dan plastik. Dayung
yang terbuat dari jenis kayu keras, umumnya lentur dan kukuh tetapi mungkin terlalu berat untuk anak- anak dan pendayung yang belum berpengalaman. Yang terbuat dari jenis kayu lunak seperti pinus atau jeungjing, lebih ringan tetapi lebih mudah patah. Pan­jang dayung sangat bervariasi. Yang ideal adalah da­yung yang bila diberdirikan tingginya sebatas mata orang berdiri.

PENGERTIAN KANO | ok-review | 4.5