PENGERTIAN KANIBALISME

By On Monday, October 7th, 2013 Categories : Antropologi

PLagi-lagi mereka lebih banyak menggu-nakan keterangan dari tangan kedua, sehingga para antropolog pada abad-abad yang lampau tidak pernah berhasil menyajikan kajian yang tuntas mengenai kanibalisme. Praktek mengkonsumsi daging manusia ini sesungguhnya dapat ditemukan di banyak tempat dan dalam berbagai kurun waktu di dunia. Namun dalam kenyataannya, praktek ini tidaklah seperti yang dipercaya oleh banyak orang karena kebanyakan dilakukan dalam kesempatan-kesempatan tertentu yang sangat khusus seperti pada upacara keagamaan, dan yang dimakan bukan manusia utuh seperti kita menyantap ayam, melainkan bagian-bagian tertentu yang dianggap bermakna khusus Gantung, hati). Laporan-laporan etnografi rintisan nampaknya membesar-besarkan kecenderungan ini. Motif dan bentuknya pun beragam dan karena itulah para ilmuwan sosial mengembangkan sejumlah kategori untuk melakukan konseptualisasi pola dan motivasi yang nampak mengerikan ini. Salah satu di antaranya adalah apa yang disebut sebagai endokanibalisme (memakan anak sendiri) yang dikontraskan dengan eksokanibalisme (memakan orang lain). Secara ritual ada kanibalisme untuk maksud persembahan, ada pula kanibalisme untuk memperoleh nutrisi tertentu yang dianggap tidak dapat diperoleh dari bahan pangan lain. Para ilmuwan juga memisahkan kategori kanibalisme pada kondisi darurat seperti pada masa perang atau bencana kelaparan. Oleh karena itu kita perlu menyimak konsep ini secara hati-hati karena kajian intelek-tual mengenai kanibalisme selama ini agak didramatisir. Ada beberapa alasan yang mengharuskan kita demikian. Kanibalisme sesungguhnya telah masuk ke dalam babakan sejarah hampir sama awalnya dengan kebudayaan manusia itu sendiri. Banyak laporan mengenai kanibalisme di berbagai tempat, ternyata mendasarkan data informasinya tidak pada pengamatan langsung melainkan pada keterangan informan yang mengaku merupakan bagian dari satu masyarakat yang mempraktekkan kanibalisme. Karena itu wajar saja kalau informasi yang terkumpul begitu menyeramkan dan kurang sesuai dengan fakta yang ada. Sebagai contoh, literatur Barat mengenai kanibalisme pada awal abad 16 hingga akhir abad 19 mengatakan bahwa kanibalisme itu merupakan dampak yang sulit dihindari akibat penaklukan budaya asing negara-negara Eropa yang ekspansionis.
Para antropolog modern mencatat bahwa tulisan-tulisan tentang kanibalisme itu nampak-nya bertolak dari kengerian atau kecurigaan akan adanya manusia bar-bar dari seberang lautan.  Banyak alasan yang bisa dikemukakan mengenai kebiasaan tersebut. Antara lain, tempat-tempat yang dicurigai mempraktekkan kanibalisme yang sangat terpencil dan sulit dijangkau sehingga bukti-bukti langsung sulit didapat. Dengan berbagai kelemahan pencatatan itu, bisakah kita mempercayai bahwa kanibalisme itu memang benar-benar terjadi? Ya, ada bukti yang mengharuskan kita percaya. Namun prakteknya tidak sesering atau seseram yang diceritakan oleh berbagai tulisan etnografi populer. Ada kanibalisme yang dilakukan untuk mempertahankan hidup pelakunya, namun ada pula kanibalisme yang anti sosial atau bahkan kriminal. Dalam kasus-kasus yang langka, kanibalisme inversi juga terjadi. Pada jenis-jenis yang disebutkan terdahulu sifatnya sporadis dan dilaporkan pernah terjadi di berbagai bagian dunia. Sedangkan pada kasus terakhir yang sangat langka itu, prakteknya hanya bisa ditemukan di tempat tertentu pada acara-acara yang sangat khusus dan sangat jarang terjadi. Peristiwa inversi tersebut menggarisbawahi aturan dasar masyarakat yang memungkinkan dilakukannya suatu tindakan yang tidak lazim guna mempertahankan hal-hal atau elemen-elemen KemasyaraKatan lainnya yang lebih penting. Fakta ini nyaris terabaikan karena label kanibalisme sudah terlanjur digunakan secara seram pangan. Hal serupa fakta dasar bahwa sesungguhnya kanibalisme bukanlah sosok mengerikan seseorang yang gemar memangsa sesamanya melainkan salah satu ciri atau karakter atau inheren setiap manusia.

PENGERTIAN KANIBALISME | ok-review | 4.5