PENGERTIAN KANDUNG KENCING

By On Tuesday, April 8th, 2014 Categories : Kesehatan

PENGERTIAN KANDUNG KENCING – Atau kandung kemih, suatu organ tubuh yang berfungsi menampung air seni se­belum dikeluarkan melalui saluran kencing. Air seni dibentuk oleh kedua ginjal secara terus-menerus. Dari ginjal, air seni disalurkan ke kandung kencing melalui ureter kanan dan kiri. Setelah air kencing ini terkum­pul cukup banyak, otot-otot kandung kencing terang­sang untuk berkontraksi. Akibatnya, pintu kandung kencing yang disebut sfingter akan terbuka. Dengan demikian air kencing dapat dipancarkan keluar mela­lui saluran kencing yang disebut uretra.
Kandung kencing terletak di bagian depan rongga panggul, tepat di belakang tulang kemaluan (simfisis pubis). Organ ini ditambat di tempatnya oleh tali-tali jaringan penyambung, yang disebut ligamentum. Pa­da laki-laki, kandung kencing duduk dan tertambat erat di atas kelenjar prostat, dan di depan rektum. Pa­da wanita, kelenjar ini berada di depan dan di bawah rahim. Bagian belakangnya menempel pada leher ra­him (serviks) dan vagina. Di bagian bawah kandung kencing terdapat saluran, yang disebut uretra. Pada la­ki-laki, panjang uretra sekitar 20 sentimeter, sedang­kan pada wanita hanya sekitar 3 sentimeter. Di leher uretra ini terdapat sfingter yang mengatur penge­luaran air kencing dari kandung kencing.
Bentuk dan ukuran kandung kemih berubah-ubah menurut banyaknya isi. Pada waktu kosong, organ ini mengerut, sehingga dinding atas dan bawahnya saling menempel. Kalau organ ini terisi, ukurannya immbesar dan bentuknya berubah menjadi seperti buah avo- kad. Kandung kencing ini dapat menampung sekitar 500 mililiter air kencing. Namun, organ ini dapat me­nampung cairan lebih banyak lagi bila dipaksakan, se­perti pada waktu menahan kencing di perjalanan. Hal ini akan menyebabkan rasa sakit karena kandung ken­cing teregang. Normalnya, pada tingkat peregangan tertentu mulailah timbul keinginan mengosongkan kandung kencing. Bila terjadi sumbatan uretra, air kencing tidak dapat keluar. Akibatnya, kandung ken­cing akan sangat teregang. Lama-kelamaan otot-otot­nya akan melemas, sehingga kandung kencing dapat berisi lebih dari 2 liter.
Komponen utama kandung kencing adalah dua la­pisan otot polos. Kedua lapisan otot itu saling menyi­lang sehingga dapat bekerja sama untuk me­mompakan isi kandung kencing. Lapisan otot sebelah dalam adalah otot yang berjalan melingkar dan melin­tang terhadap sumbu panjang. Lapisan otot sebelah luar berjalan memanjang. Sfingter dalam dibentuk oleh otot yang melingkar. Di sebelah dalam kedua la­pisan otot tersebut terdapat lapisan otot dengan jaring­an penyambung yang sangat longgar. Jaringan ini memungkinkan pengembangan dan pengerutan kan­dung kemih secara leluasa, tanpa merobek lapisan da­lamnya. Di sebelah luar lapisan otot terdapat lapisan jaringan penyambung yang penuh jaring pembuluh limfa dan pembuluh darah.
Kandung kencing dapat mengalami infeksi kuman, baik yang berasal dari dalam, yaitu melalui ginjal, maupun dari luar, melalui saluran uretra. Infeksi kan­dung kencing (sistitis) lebih sering diderita oleh kaum wanita. Hal ini disebabkan oleh pendeknya uretra wa­nita, yang juga sering terkena perlukaan. Uretra ini ju­ga dekat dengan sumber infeksi, yaitu vagina dan anus. Sistitis biasanya ditandai keluhan sering ken­cing, yang disertai rasa panas. Air kencing kadang ka­la tampak keruh atau bercampur darah. Sistitis dapat diobati dengan antibiotika yang tepat menurut kuman penyebabnya.
Gangguan yang sering terjadi pada pria berusia di atas 45 tahun adalah kesulitan kencing. Kelainan ini sering disebabkan oleh pembesaran kelenjar prostat yang mencekik leher kandung kemih. Akibatnya, air kencing cepat tertimbun sehingga kandung kemih da­pat berisi lebih dari 2 liter. Gangguan lain pada kan­dung kencing dapat berupa pembentukan batu dan gangguan persarafan. Kerusakan sumsum tulang bela­kang akan mengganggu fungsi kandung kencing, sehingga air kencing terus mengalir dengan tidak ter­kendali.

PENGERTIAN KANDUNG KENCING | ok-review | 4.5