PENGERTIAN KANCIL

By On Tuesday, April 8th, 2014 Categories : Ilmu Alam

PENGERTIAN KANCIL – Suatu jenis hewan memamah biak yang berukuran kecil. Panjang tubuhnya 30—50 sentime­ter, tidak termasuk ekor yang panjangnya 6—10 sen­timeter. Bobotnya 1,5—2,§ kilogram. Tinggi bahunya 20—25 sentimeter. Kancil berperawakan menyerupai anak rusa, namun tidak mempunyai tan­duk. Kancil jantan memiliki taring panjang yang men­cuat ke luar sepanjang 3 sentimeter. Warna badannya cokelat kemerahan dengan garis-garis putih pada kerongkongan, bercak-bercak fi i tam dj punggung dan sisi badan, serta putih kekuningan pada sisi dalam ekor dan tungkainya. Garis putih pada kerong­kongannya membentuk gambaran seperti mata anak panah atau huruf V.
Daerah penyebaran kancil Thailand, Indocina, laysia, dan Indonesia yang meliputi Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Binatang ini dijumpai di hutan atau semak-semak kering di tepi sungai, pada daerah berketinggian 0—600 meter di atas permukaan laut.
Kancil aktif mencari makan pada malam hari. Hi. dupnya sendirian. Pada musim kawin, kancil jantan mendatangi kancil betina yang sedang berahi. Pa^ saat itu, di antara kancil jantan sering kali terjadi per. kelahian untuk memperebutkan betina. Perkelahian diawali suara lengkingan keras. Kemudian kedua jan­tan yang bersaing itu saling mendekati sambil menyeringai memperlihatkan taringnya yang panjang. Setelah itu, kedua hewan ini saling memutari, mencari kelengahan lawan. Akhirnya, keduanya saling me­nyerang dengan tendangan kaki depan dan menggunakan kukunya yang cukup runcing. Siapa yang lengah, akan terobek perutnya oleh taring tajam. Yang kalah bertanding biasanya mati. Sementara jantan berkelahi, sang betina berbaring di dekatnya seolah- olah menonton perkelahian itu.
Pada musim kawin, kancil sering kali kehilangan kewaspadaan terhadap musuh-musuhnya atau menja­di lengah karena kecapaian seusai perkelahian. Karena itu, musim kawin merupakan saat yang tepat untuk berburu kancil, seperti yang dilakukan penduduk Aceh di daerah tertentu.
Setelah bunting selama 140—177 hari, kancil me­lahirkan anak, yang umumnya hanya seekor atau ka­dang kala dua ekor setiap kelahiran. Dalam setahun, hewan ini beranak dua kali. Usia akil balignya sekitar 4—5 bulan. Sehari atau dua hari sesudah melahirkan, induk kancil dapat kawin lagi. Pada waktu lahir, bayi kancil yang cepat tumbuh besar ini hanya sebesar ti­kus dewasa dan sudah berbulu lebat. Beberapa menit kemudian, bayi itu sudah bisa berdiri dan mencoba makan makanan padat. Anak kancil hanya sekali se­hari menyusu induknya.
Makanan kancil berupa dedaunan dan buah-buah­an, kadang kala juga rerumputan. Di tempat pelihara­an, kancil mau makan daun ubi jalar dan kangkung, daun singkong, daun dadap, dan daun nangka langtangkainya. Dedaunan yang sudah jatuh di tanah atau lantai tidak didoyaninya. Di hutan, kancil diketahui makan buah-buahan yang jatuh di tanah seperti buah kayu besi dan ceplukan. Biji buah-buahan yang dimakan dimuntahkan kembali pada saat mema­mah biak. Karena itu, kancil dikatakan berperanan se­bagai pemencar biji.
Di Jawa, dalam beberapa dongeng, kancil dikenal sebagai binatang yang sangat cerdik, karena penuh ti­pu daya. Misalnya, dikenal dongeng kancil mencuri mentimun pak tani. Begitu populernya binatang ini, sehingga orang yang cerdik dikatakan cerdik seperti kancil. Berdasarkan penyelidikan para ahli binatang memang tidak terlalu salah atau berlebih-lebihan jika kancil dikatakan cerdik. Banyak peristiwa mengung­kapkan bahwa kancil memang cerdik. Contohnya, pernah seorang petani terkecoh oleh hasil buruannya, karena pada saat terjerat, kancil tampak seolah-olah sudah mati, sehingga petani itu lengah. Ternyata, se­telah jerat dilepas, kancil itu bergerak dan meloncat pergi. Pernah pula pemburu tiba-tiba kehilangan jejak binatang buruannya, karena ternyata kancil yang di­burunya bergantung dengan taringnya pada ranting pohon. Di daerah yang dekat air, kancil menghindar dari pemburu dengan terjun ke air dan menyelam, de­ngan hidungnya saja yang muncul di permukaan air untuk bernapas.
Bila dipelihara, kancil mudah mengalami tekanan (stress), sehingga menyulitkan usaha pengembang­biakannya. Ada pula yang melaporkan bahwa jika ma­ta kancil kena sorot lampu senter pada malam hari, binatang itu akan mendekat atau diam saja. Perilaku yang bodoh, ini mungkin berkaitan dengan sifatnya yang mudah tertekan.

PENGERTIAN KANCIL | ok-review | 4.5