PENGERTIAN KAMANUNGSAN

By On Thursday, April 10th, 2014 Categories : Agama, Budaya

PENGERTIAN KAMANUNGSAN – Perhimpunan yang didirikan oleh Ki Joedoprajitno pada tahun 1934 di Semarang, Jawa Tengah. Pada tahun 1979 namanya berganti menjadi Warga Kepercayaan Kamanungsan di bawah bimbingan pinisepuh R. Soemantri Tjokrowardojo. Ajaran Kamanungsan tercakup dalam Angger-angger Kapercayan dan Wewaler Kapercayan Kamanungsan berintikan dununge (makna) kapercayan, dununge (makna) kamanungsan, hukum tumrap (bagi) peng­hayat kapercayan kamanungsan, wewatoning (patokan-ukuran) laku tumrap penghayat kapercayan kamanungsan, wajibing penghayat kapercayan kamanungsan, tri pama (tiga unsur-keutuhan) keper­cayaan kamanungsan.
Tri pama memberikan manusia kesadaran utuh Pra- Cahaya yang memungkinkan dirinya bersaksi adanya Tuhan Yang Maha Hidup, Tung gal, dan Kekal-Abadi sebagai sumber segala manisfestasi kehidupan. Kare­na itu manusia memiliki percikan sifat Gusti Yang Maha Tunggal, sadar akan kamanungsannya antarsesama manusia dan segenap titah hidup, wajib bersembah kepada sumber sangkan-paran, berkasih sayang dan beramal antarsesama makhluk hidup.
Lambang kamanungsan berupa saloka banyu mun­crat berbentuk rumah yang memancurkan air bercaha­ya di atasnya. Anggota himpunan ini tersebar di Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

PENGERTIAN KAMANUNGSAN | ok-review | 4.5