PENGERTIAN KALORI

By On Wednesday, April 9th, 2014 Categories : Kesehatan, Review

PENGERTIAN KALORI – Dalam bidang gizi, suatu satuan panas un­tuk energi yang dihasilkan pada oksidasi karbohidrat, lemak, atau protein dalam bahan makanan. Satu Kalo­ri dalam istilah gizi (sama dengan satu kilokalori da­lam fisika) adalah kimlah panas yang setara dengan panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu air sebanyak satu kilogram dari 15 sampai 16°C. Alat pengukur jumlah kalori yang terdapat dalam bahan makanan antara lain adalah kalorimeter bom dari At- water.
Umumnya oksidasi setiap bahan makanan yang mengandung unsur karbon (C) dan hidrogen (H) akan menghasilkan panas. Di dalam kalorimeter, bahan makanan dioksidasi sempurna dan akan meng­hasilkan sejumlah energi panas. Untuk setiap gram, karbohidrat akan dihasilkan 4,1 Kalori, lemak 9,45 Kalori, sedangkan protein 5,65 Kalori. Di dalam tu­buh, lemak dan karbohidrat dapat dioksidasi sempur­na dan menghasilkan kalori sebanyak yang dihasilkan dalam kalorimeter. Tetapi protein dalam tubuh tidak akan terbakar sempurna, yaitu hanya sampai tahap ter­bentuknya urea yang akan dikeluarkan melalui urine. Urea ini masih mengandung sejumlah kalori. Selain itu, dalam proses pencernaan ada sebagian kecil kalori yang terpakai. Pada makanan jenis karbohidrat, kalori yang terpakai mencapai 2 persen; sedangkan pada le­mak 5 persen, dan protein 8 persen. Akibatnya, jum­lah kalori yang dihasilkan pada pembakaran bahan makanan dalam tubuh lebih sedikit daripada jumlah yang dihasilkan dalam kalorimeter. Untuk memudah­kan perhitungan, disepakati bahwa setiap gram karbo­hidrat atau protein mengandung 4 Kalori, dan setiap gram lemak mengandung 9 Kalori.
Kalori yang dihasilkan dari pembakaran bahan ma­kanan dalam tubuh ini akan dipakai untuk tiga hal. Pertama, untuk melangsungkan metabolisme basal, yaitu metabolisme minimal yang diperlukan untuk mempertahankan kerja organ-organ vital pada orang sehat, dalam keadaan istirahat baring, pada suhu ka­mar yang nyaman, setelah berpuasa selama 12 jam. Kedua, untuk melakukan aktivitas ringan sehari-hari. Ketiga, untuk memenuhi kebutuhan kalori dalam me­lakukan kerja tambahan. Karena itu, jumlah kalori dalam diet seseorang perlu disesuaikan dengan aktivitasnya. Sumber kalori utama dalam diet adalah karbohidrat dan lemak, sedangkan protein hanya di­gunakan sebagai sumber kalori jika kedua bahan ter­sebut tidak mencukupi kebutuhan energy
Sangat ringan: aktivitas yang dilakukan sambil duduk atau berdiri, mengecat, mengemudikan mobil dan truk, pekerjaan laboratorium, mengetik, dan seba­gainya (1,5 – 1,3)
Ringan: berjalan (4—5 kilometer/jam), tukang kayu, ber­belanja, melayani di restoran, mencuci baju, golf (2,9 – 2,6)

Sedang: berjalan cepat (5,5—6,5 kilometer/jam), jog­ging, menyiangi rumput, menanjak, naik sepeda, tenis, menari, main voli (4,3 – 4,1)

Berat: berjalan dengan beban ke atas, menggergaji kayu, pekerjaan mengangkat dan menyekop, berenang, memanjat, dan main sepak bola (8,4 — 8,0)

Istilah kalori juga sering dipakai dalam bidang fisi­ka sebagai satuan untuk besarnya energi panas yang setara dengan 4,2 joule. Kesetaraan ini diperoleh dari hasil percobaan Joule yang mengungkapkan hubung­an antara besaran energi mekanis dalam satuan joule dan besaran energi panas dalam satuan kalori. Kemu­dian dirumuskan secara umum bahwa energy dalam berbagai bentuknya, mekanis, termal, listrik, magne­tik dan lain-lain, dapat dinyatakan dalam salah satu satuan energi, yaitu joule atau kalori.

PENGERTIAN KALORI | ok-review | 4.5