PENGERTIAN KALO

By On Tuesday, April 8th, 2014 Categories : Antropologi, Budaya

PENGERTIAN KALO – Suatu kata yang mengandung simbol dan makna sangat khas dalam kehidupan dan budaya suku bangsa Tolaki di Sulawesi Tenggara. Secara har; iah, kalo berarti suatu benda atau aktivitas manusia berupa lingkaran, yang terbentuk karena adanya pertemuan dua ujung pada satu simpul. Benda yang melingkar itu mungkin terbuat dari rotan, akar, benang, daun pan- dan, bambu, kulit, logam, atau benda tertentu lainnya. Bentuk aktivitas yang melingkar misalnya sejumlah orang yang duduk melingkar dalam satu acara makan bersama, atau sejumlah orang yang berdiri berkeliling dalam rangka tarian massal. Kalo mempunyai fungsi dalam berbagai aktivitas yang terkait dengan bahasa, teknologi tradisional, ekonomi tradisional, organisasi sosial tradisional, kesenian, agama, dan kepercayaan.
Sesuai dengan bahan dan penggunaannya, kalo ter­diri atas berbagai jenis, yang diberi nama tersendiri. Kalo yang terbuat dari rotan saja mempunyai banyak nama, misalnya kalo sara, yang digunakan sebagai salah satu alat dalam upacara perkawinan, upacara pe­lantikan raja di jaman kerajaan yang lalu, upacara per­damaian atas suatu sengketa, alat untuk menyam­paikan undangan dalam rangka pesta keluarga. Kalo eno-eno, yang terbuat dari emas, biasa digunakan se­bagai alat dalam upacara sesaji, sebagai salah satu un­sur mas kawin, dan kalung perhiasan. Kalo yang ter­buat dari akar digunakan sebagai ikat pinggang orang dewasa, sebagai tanda pada patok pemilikan atas ta­nah, dsb. Kalo sara wonna digunakan dalam rangka pelantikan raja, dengan fungsi mempererat hubungan antara raja sebagai pemimpin dan rakyatnya. Kalo ini pun mengandung makna simbolik bahwa rakyat mengharapkan bimbingan dari pemimpinnya dan, se­baliknya, pemimpin mengharapkan dukungan dan bantuan rakyatnya.
Perselisihan antara dua pihak menyebabkan pihak; ketiga menyodorkan kalo agar mereka berdamai. Ka­lo dalam peristiwa seperti ini mengandung makna! yang sama dengan pengertian “jangan, mohon maaf,1 ampun, engkau-dia-aku-dan kita sekalian adalah satu kesatuan; satu di dalam tiga; tiga dalam satu”. Hal ini; berarti bahwa menganiaya orang lain sama dengan; menganiaya diri sendiri, atau sebaliknya. Dalam ka­sus seperti ini, apabila pihak yang berselisih tidak mau berdamai, keduanya dipandang terkutuk, dan se­bagai akibatnya mereka harus dikeluarkan dari kewargaan orang Tolaki atau dihukum dengan hukuman lain sesuai adat.
Kalo juga merupakan simbol untuk mengeks­presikan manusia, alam nyata, alam gaib, serta masyarakat dengan unsur-unsurnya. Kalo mengekspresikan cita-cita orang Tolaki tentang kesatuan dan persatuan kesucian, kebaikan, kemakmuran, kekekalan. Kalr” juga mengekspresikan komunikasi timbal balik antafij sesama manusia, antara manusia dan alam sekitarnya” Secara keseliwuhan kalo adalah simbol yang mencer­minkan asas-asas kehidupan masyarakat dan kebuda­yaan suku bangsa Tolaki. Semua itu dilukiskan secara terperinci oleh A. Tarimana dalam disertasinya pada Universitas Indonesia yang berjudul Kalo sebagi Fokus Kebudayaan Tolaki (1985).

PENGERTIAN KALO | ok-review | 4.5