PENGERTIAN KAKAWIN

By On Sunday, April 6th, 2014 Categories : Budaya

PENGERTIAN KAKAWIN – Puisi Jawa Kuno dengan metrum India. Kata kakawin berasal dari bentuk dasar kawi, kata serapan bahasa Sanskerta, dengan afiliasi Jawa Kuno ka- dan -n. Berdasarkan kaidah morfologi Jawa Kuno, afiksasi ka- dan -n pada umumnya membentuk kata benda abstrak baru. Jika bentuk dasar menunjukkan orang, bentuk kan mengandung arti status seseo­rang, pangkat atau kedudukan seseorang, dan yang le­bih umum mengandung arti “bahwasanya ia seorang ….” Contohnya, kawikun, status seorang w i ku, yaitu golongan rohaniwan; kaprabhun, kedudukan seorang prabu atau raja; kapandawan, bahwasanya ia seorang Pandawa.
Pada awalnya kata kakawin mempunyai arti “kedu­dukan sebagai seorang kawi atau penyair, “eksistensi­nya selaku seorang penyair.” Kemudian “kata benda abstrak bentukan ini bergeser menjadi kata benda konkret, sehingga kata kakawin dipandang sebagai padanan tepat untuk kata Sanskerta kavya.
Kaidah metrum pada kakawin dapat dikatakan hampir sama dengan kaidah metrum pada kavya, yai­tu (1) satu bait terdiri atas empat baris; (2) tiap baris mempunyai jurn^h suku kata sama; (3) keempat baris dalam satu bait mempunyai pola metrum sama. Pola metrum kakawin didasarkan kuantitas suku kata yang ditentukan oleh tempatnya dalam baris dan syarat guru-laghu, yaitu panjang-pendek suku kata. Suku lcata dianggap panjang jika mempunyai vokal panjang, a, f, u, d, e, o, ai, dan pada vokal pendek yang diikuti lebih dari satu konsonan. Suku kata terakhir pada setiap ba­ris dapat bersifat panjang atau pendek. Pola metrum tersebut dapat digambarkan dengan tanda – untuk su­ku panjang atau guru, dan tanda v untuk suku pendek atau laghu.

PENGERTIAN KAKAWIN | ok-review | 4.5