PENGERTIAN JAYANEGARA

By On Saturday, April 5th, 2014 Categories : Budaya

PENGERTIAN JAYANEGARA – Raja Majapahit kedua, yang naik takhta kerajaan menggantikan Kertarajasa Jayawarddhana pada tahun 1309, dan memerintah sampai tahun 1328. Pada waktu naik takhta, Jayanagara baru berumur 15 tahun. Menurut Nagarakreta­gama dan Pararaton, ia adalah putra Kertarajasa dari Dara Petak atau putri Indreswari. Menurut sumber lain, ia adalah putra Kertarajasa dari Tribuaneswari. Dia mempunyai dua saudara perempuan, yakni Tri-buanattunggadewi dan Rajadewi Maharajasa, kedua­nya anak Kertarajasa dengan putri Gayatri. Pada ta­hun 1269, ketika ayahnya masih memerintah, Jayanagara dinobatkan menjadi raja muda (Yuwaraja) di Kediri dengan nama Abhiseka Sri Jayanagara.
Jayanagara adalah seorang raja yang lemah. Pada masa pemerintahannya, Majapahit terus-menerus di­guncang oleh pemberontakan. Yang pertama, pembererontakan Ronggo Lawe meletus pada tahun saka J 1231 atau 1309 M, tidak lama setelah ia naik takhta kerajaan. Pada tahun saka 1233 (1311), meletus pemberontakan Lembu Sora, kemudian pada tahun saka 1235 (1313) pemberontakan Juru Demung, dan pada tahun saka 1236 (1314) pemberontakan Gajah Biru. pada tahun berikutnya meletus pula pemberontakan Wagal. Pada tahun saka 1238 (1316), Nambi ikut pula memberontak, disusul dua tahun ke­mudian oleh Lasem dan Semi. Hampir semua pem­berontakan ini dilancarkan oleh pembantu-pembantu utama Kertarajasa pada waktu berjuang mendirikan Majapahit. Konon perlakuan yang kurang adil dari Kertarajasa setelah selesai peperanganlah yang men­dorong mereka memberontak. Semua dapat dipadam­kan.
Pada waktu Majapahit berada di bawah kekuasaan Kertarajasa, mereka tidak berani memberontak, karena pemerintahan pusat terlalu kuat. Oleh sebab itu, setelah Majaphit diperintah oleh raja yang lemah, satu per satu mereka melancarkan pemberontakan. Selain itu, Mahapati, seorang pembesar yang terlalu akrab dengan Raja Jayanagara dan berambisi besar menjadi patih mangkubumi, besar peranannya dalam menyulut pemberontakan. Dia selalu ingin menjatuhkan orang- orang penting saingannya dengan fitnah-fitnahnya.
Selain itu, di Majapahit terdapat sebuah komplotan yang menentang kenaikan takhta Jayanagara, yakni komplotan Dharmaputra, yang terdiri atas Kuti, Semi, Pangsa, Wedeng, Yuyu, Tanca, dan Banyak. Mereka ini pangalasan wineh suka, yakni pegawai yang pada masa Kertarajasa diistimewakan. Pada tahun saka 1241 atau 1319, Kuti mengadakan pemberontakan mendadak terhadap raja. Raja Jayanagara terpaksa melarikan diri dari istana dan mengungsi ke Badan- der. Istana kerajaan dapat direbut dan dikuasai oleh pemberontak Kuti. Hanya karena jasa Gajah Mada, bekel pasukan bayangkara yang bertugas waktu itu, Jayanagara dapat menyelamatkan diri, dan berkat kedudukan Gajah Mada pula pemberontak Kuti dapat diakhiri. Atas jasa-jasanya itu, Gajah Mada kemu­dian diangkat menjadi patih di Daha.
Sekali pun pemberontakan Kuti dapat ditumpas dan Kuti dapat dibinasakan, komplotan Dharmaputra be­lum seluruhnya tertumpas habis. Salah satunya ada­lah Tanca, yang mempunyai kedudukan sebagai tabib istana. Ketika Raja Jayanagara menderita sakit dan Tanca diminta untuk mengobati, kesempatan ini tidak dilewatkan. Jayanagara dibunuhnya. Tanca sendiri kemudian dibunuh oleh Gajah Mada. Raja Jayanagara meninggal pada tahun saka 1250 S atau 1328 M. Ia didharmakan di Candi Sranggapura di Kepopongan. Di Sela Petak dan di Bubad juga didirikan arca Wisnu untuknya. Di Sukalilo, ia dicandikan dengan wujud Amoghasiddhi. Raja Jayanagara tidak berputra. Setelah ia meninggal, takhta Kerajaan Majapahit diduduki oleh adik perempuannya, Tri-buwanattunggadewi.

PENGERTIAN JAYANEGARA | ok-review | 4.5