PENGERTIAN JAM

By On Thursday, April 3rd, 2014 Categories : Review, Teknologi

PENGERTIAN JAM – Suatu alat untuk mengukur atau menunjuk­kan berjalannya waktu. Alat ini menunjukkan waktu dengan membagi setepat mungkin suatu periode ke dalam interval yang sama. Jam mekanik pertama kali berkembang di akhir tahun 1200-an. Sebelum ditemu­kan jam mekanik, manusia menandai berjalannya waktu dengan menggunakan sinar matahari, jam pa­sir, atau air. Kini jam sudah berkembang menjadi ber­bagai bentuk dengan bermacam-macam penampilan penunjuk waktunya, mulai dari jam tangan, jam meja, jam dinding, sampai jam besar dengan genta-genta yang berbunyi nyaring.
Penunjuk waktu yang memanfaatkan gerakan ma­tahari sudah ditemukan di Babilonia sekitar tahun 2.000 SM. Pada jaman itu, waktu sepanjang hari da­pat diketahui dengan melihat bayangan yang tercipta dari sinar matahari. Sewaktu matahari bergerak me­lintas angkasa, panjang bayangan berubah-ubah. Ba­yangan pendek berarti waktu telah mendekati siang hari.
Bayangan panjang berarti hari baru dimulai (pjj gi) atau akan berakhir (sore). Jam air dan pasir sudah dibuat di Mesir pada sekitar tahun 1380 SM. Pada per. alatan ini, pasir atau air mengalir dari sebuah wadah ke dalam wadah lainnya dengan kecepatan tetap. Ga­ris-garis batas di dalam wadah menunjukkan interval waktu tertentu.
Jam adalah satuan pembagian waktu. Satu hari di. bagi dalam 24 jam; jam dibagi menjadi 60 menit; satu menit sama dengan 60 detik. Jam konvensional biasa- nya memiliki tiga jarum yang menunjuk angka-angka untuk detik, menit, dan jam. Dewasa ini ada jam di- gital, yakni jam yang menunjukkan waktu dengan angka pada permukaan jam. Beberapa macam jam dilengkapi dengan bel atau suara musik sebagai bunyi tanda.
Umumnya jam memiliki mekanisme penyesuai wak­tu yang bekerja berdasarkan frekuensi gerak alat tertentu yang berulang-ulang secara tetap, termasuk ayunan bandul. Jam elektronik yang baik mungkin hanya meleset satu menit dalam setahun. Jam atom, jam paling akurat yang pernah dibuat, bekerja ber­dasarkan getaran atom atau molekul tertentu. Jam atom mengalami penyimpangan waktu hanya bebe­rapa detik dalam kurun waktu 100.000 tahun.
Pada dasarnya jam terdiri atas dua bagian utama, badan pembungkus dan mesinnya. Mesin jam meru­pakan paduan bagian-bagian yang beraksi bersama- sama untuk menjalankan tiga fungsi, yakni sebagai penunjuk waktu, pencatu tenaga untuk menjalankan jam, dan penyesuai waktu. Jam dapat dibedakan atas dasar bagaimana alat ini menjalankan fungsi-fungsi itu. Jam dapat dibagi menjadi dua macam berdasar­kan cara kerjanya, mekanik dan elektrik.
mekanik pertama diperkirakan ditemukan di Cina pada akhir tahun 100; tetapi penemuan ini tidak pernah dikembangkan lebih lanjut. Jam mekanik per­tama di dunia Barat dikembangkan oleh sejumlah pe­nemu selama akhir tahun 1200-an. Jam itu umumnya menggunakan pemberat sebagai penggeraknya, tetapi tidak memiliki bandul atau jarum. Berselangnya inter­val waktu tertentu ditunjukkan dengan dering bel. Pada akhir tahun 1300-an, jam sudah dilengkapi de­ngan jarum dan piringan. Salah satu jam mekanik yang pertama kali diketahui dibuat di Perancis sekitar tahui 1360. Bentuk badannya besar, terbuat dari be­si, dan memiliki pemberat yang bobotnya mencapai 220 kilogram. Jam ini dibuat oleh Henry de Vick atas pesanan Raja Charles V. Jam lain yang lengkap dan rumit diciptakan oleh Giovanni Dondi di Italia pada sekitar tahun 1364. Salah satu jam mekanik generasi pertama adalah jam yang terpasang di Katedral Salis­bury, Inggris, buatan tahun 1386.
Arloji atau jam tangan pertama mungkin ditemu­kan di Italia pada sekitar tahun 1450, tetapi yang ter­catat sebagai penciptanya pertama kali adalah Peter Henlem, warga Jerman, pada permulaan tahun 1500- an. Namun jam tangan baru dikenal masyarakat umum dan populer sekitar tahun 1650-an. Saat itu arloji dilengkapi dengan rantai untuk digantungkan di leher atau disimpan dalam saku. Arloji yang di­pakai di pergelangan tangan baru diperjualbelikan un­tuk umum pada sekitar tahun 1800-an, dan khusus di­ciptakan untuk wanita. Namun sebelum itu, seorang pembuat jam, Bartholomew Nemsam, pada tahun 1571 menciptakan arloji khusus untuk Ratu Elizabeth. Juga seorang Perancis, Nitot, pada tahun 1809 mem­buat arloji untuk istri Napoleon, Josephine.
Kini, jam mekanik umumnya digerakkan oleh pe­gas (per) atau pemberat. Jam pertama digerakkan oleh pemberat yang digantungkan pada rantai. Gravitasi bumi menyebabkan pemberat turun dan rantai per­lahan-lahan memutar roda gigi dalam jam itu. Bila pemberat telah sampai di bawah, pemberat itu ditarik ke atas lagi. Jam semacam ini umumnya tidak akurat sampai ditemukannya bandul dan peralatan pelengkap lainnya. Penyesuai waktu dapat dipenuhi oleh bandul yang berayun pada interval waktu yang sama karena gravi­tasi bumi. Bandul berkembang selama pertengahan abad ke-17. Jam dengan bandul pertama kali dicip­takan oleh ahli matematika, fisika, dan astronomi Belanda, Christian Huygens, pada tahun 1673. Ka­rena ketepatan gerakan bandul dan suatu mekanisme bernama escapement, yang menjaga agar pemberat tidak turun lebih cepat, kecepatan berlalunya waktu pada jam dapat diatur dengan tepat.
Sebuah escapement terdiri atas roda pelari dan se­buah ambang. Roda pelari terkait pada serangkaian roda gigi dan ikut berputar ketika jam sedang ber­jalan. Bandul yang berayun dengan kecepatan tetap menyebabkan ambang yang mempunyai dua ujung bergerak dari tepi ke tepi dengan interval yang sama pula. Pada setiap gerakannya, dua pengait—satu pada setiap ujung ambang—selalu menyangkut secara ber­gantian pada roda pelari dan menyetopnya sesaat. Ke­tika bandul berayun balik, dua pengait itu lepas dari roda pelari, sehingga roda pelari berputar sedikit dan semua roda gigi ikut berputar selangkah. Proses yang berulang-ulang secara tetap ini mengatur kecepatan roda pelari dan roda gigi di dalam mekanisme. Dua pengait itulah yang menimbulkan bunyi tik-tok tik- tok.
Jam berpenggerak per dilengkapi gulungan per. Dengan tombol pemutar, per diputar merapat hingga menjadi tegang. Karena daya pegasnya, per dapat ber­putar kembali dan meregang secara. Putaran ini meng­gerakkan rangkaian roda gigi. Jam tangan generasi pertama menggunakan gulungan per dari baja tipis yang panjangnya mencapai 2,7 meter. Sekarang gu­lungan per ini cukup sepanjang 25 hingga 60 senti­meter. Beberapa jam modern yang berpenggerak per menggunakan energi listrik baterai untuk memutar kembali per secara otomatis, sebelum tegangannya habis.
Fungsi penyesuai waktu pada jam berpenggerak per dijalankan oleh roda penyeimbang sebagai ganti ban­dul. Tetapi escapementnya lebih kurang sama. Sebuah gulungan per yang disebut per penyeimbang merupa­kan mekanisme pelengkap roda penyeimbang. Per dan roda penyeimbang ditemukan pada tahun 1670. Gu­lungan per ini menyebabkan roda penyeimbang ber­ayun maju-mundur pada kecepatan tetap. Ayunan- nya menyebabkan ambang menggerakkan pengait. Dua pengait berganti-ganti menahan dan melepaskan roda pelari sehingga dapat mengatur kecepatan ber­larinya rangkaian roda gigi. Penemuan bandul dan per penyeimbang memperbesar perubahan ketepatan pen­catat waktu sehingga kebanyakan jam dilengkapi de­ngan jarum menit dan detjk.
Jam listrik mulai diperkenalkan pada pertengahan abad ke-19 dan segera populer di banyak rumah di Eropa dan Amerika Serikat sejak akhir tahun 1920-an. Jam jenis ini menggunakan tenaga listrik sebagai peng­geraknya. Ada dua macam jam listrik, yaitu yang menggunakan baterai dan yang menggunakan listrik arus bolak-balik. Jam bertenaga baterai pertama di- ciptakan oleh penemu Inggris, Alexander Bain, pada tahun 1840. Sejak saat itu banyak percobaan dilaku­kan. Tetapi tidak ada yang hasilnya memuaskan hing­ga munculnya jam kuarsa yang dipelopori oleh Alter G. Cady pada tahun 1922. Cady menggunakan kristal kuarsa sebagai penyesuai frekuensi getaran untuk me­nepatkan waktu. Peningkatan ketepatan jam memun­cak setelah ditemukannya jam atom pada tahun 1949, dan pada tahun 1969 terciptalah jam atom dengan ke­tepatan sampai per semiliar detik sehari.
Jam bertenaga baterai umumnya memiliki roda pe- nyeimbang atau bandul sebagai pengatur kecepatan. Yang lainnya memiliki garpu penyetem mini atau ba­tang kristal kuarsa kecil untuk menyesuaikan waktu. Baterai mengaktifkan garpu penyetem atau kristal kuarsa dengan menggetarkannya pada frekuensi tetap. Kristal kuarsa umumnya bergetar 32.768 kali setiap detik. Sebuah IC merekam getaran ini dan mengubah­nya ke dalam pulsa-pulsa listrik untuk selanjutnya diterjemahkan menjadi informasi waktu. Umumnya kuarsa di dalam jam memiliki penyimpangan tak le­bih dari 60 detik setahun. Henry Warren, penemu bangsa Amerika, pada tahun 1917 berhasil mencip- takan jam listrik yang menggunakan aliran listrik arus bolak-balik sebagai pencatu tenaga.
Jam digital umumnya bertenaga listrik. Digit-digit itu d1*tampilkan dalam beberapa cara. Ada yang di­cetak di atas kartu, drum yang berputar, atau dalam bentuk layar digital elektronik, yang meliputi LCD {liquid crystal display) dan LED (light emitting diode display).
 
PENGERTIAN JAM ATOM – Suatu peranti untuk mengukur selang waktu dengan mengukur frekuensi gelombang-gelom­bang elektromagnet yang dipancarkan atau diserap oleh atom atau molekul. Dalam jam atom, frekuensi semacam itu luar biasa stabilnya. Jam atom meleset tak lebih dari satu detik dalam 100.000 tahun. Dalam jam atom digunakan antara lain atom stasium, atom hidrogen dan molekul gas amonia. Dalam tahun 1964 ilmuwan sedunia sepakat untuk mendef nisikan satu detik sebagai 9.192.631.770 kali daurra* diasi yang dipancarkan oleh atom sesium-! 33 oleh ada nya transisi antara dua tingkat dalam keadaan dasar- nya. Atom sesium itu didinginkan pada suhu tertentu.
 
PENGERTIAN JAM GADANG – Jam besar yang menjadi ciri kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Jam itu terletak di atas sebuah menara menjulang tinggi di pusat kota. Me­naranya terbuat dari tembok beton lima tingkat. I)j atas jam dengan empat sisi itu terdapat satu tingkat bangunan beratap khas Minangkabau. Konstruksi ba­ngunan jam ini dibuat pada tahun 1927 oleh peme- rintah Belanda. Sampai kini baik bangunan maupun jam itu masih terpelihara baik.
 
PENGERTIAN JAM KERJA – Menurut definisi yang ditetapkan da­lam Konferensi Buruh Internasional tahun 1962, ada­lah “jumlah jam kerja yang ditetapkan dalam Undang-undang Ketenagakerjaan, Peraturan-peratur­an, Kesepakatan Kerja, atau, bilamana tidak ditetap, k an, jumlah jam tertentu yang sudah dianggap sebagai jam kerja resmi, sehingga apabila waktu bekerja le­bih dari jumlah itu kelebihannya dianggap lembur dan pekerja berhak mendapat imbalan tambahan.”
Dalam pelaksanaannya ternyata banyak perbedaan pendapat mengenai unsur-unsur yang termasuk dalam jumlah kerja normal tersebut. Di Indonesia, yang di­maksud “jumlah jam kerja” adalah jam yang benar- benar digunakan untuk melaksanakan pekerjaan, ti­dak termasuk jam makan, jam istirahat, dan sebagai- nya. Pengaturan jumlah jam kerja normal ini dicakup dalam Undang-undang No. 1/1951 pasal 10 dan di­tetapkan 7 jam sehari dan 40 jam seminggu.
Pengusaha yang ingin mengadakan perubahan jam kerja, misalnya menjadi 8 jam per hari dengan lima hari kerja per minggu, wajib meminta izin dari Kan­tor Wilayah Direktorat Jenderal Pembinaan Hubung­an Industrial dan Perlindungan Tenaga Kerja se­tempat.
Instansi pemerintah di Indonesia pada umumnya melaksanakan pola enam hari kerja (Senin-Sabtu) de­ngan jumlah kerja 35—42 jam per minggu. Kantor dan pabrik swasta pada umumnya menerapkan pola 40 jam kerja normal per minggu dengan pengaturan yang berbeda-beda. Hampir semua kantor swasta asing me- nerapkan pola lima hari kerja (Senin-Jumat) dengan 8 jam kerja per hari, sedangkan kantor swasta nasio­nal sebagian mengikuti pola lima hari kerja, dan lain­nya memilih enam hari kerja dengan peraturan 7 jam pada hari-hari kerja biasa dan 5 jam pada hari Sabtu.
 
PENGERTIAN JAM PASIR – Atau hourglass, pada jaman duludigunakan sebagai alat pengukur waktu. Alat ini ter­diri atas dua bulatan—atas dan bawah—yang dihu­bungkan di bagian tengahnya oleh pipa kecil. Bulat­an atas berisi pasir kering. Pasir ini akan perlahan- lahan menetes ke bawah. Bila semua pasir telah jatuh ke bulatan bawah, rentang waktu 1 jam telah lewat. Jam pasir kemudian dibalik agar bagian yang berpasir terdapat di atas kembali. Pernah dicoba mengganti pasir dengan merkuri, tetapi kemudian pasir terbukti jebih baik. Kecepatan menetes pasir relatif stabil tak peduli berapa banyak pasir yang terdapat di dalam tabung. jam pasir yang lebih kecil dipakai untuk mengukur waktu setengah jam. Beberapa yang lebih kecil lagi digunakan untuk mengukur waktu merebus telur.

PENGERTIAN JAM | ok-review | 4.5