PENGERTIAN JALAN CEPAT

By On Thursday, April 3rd, 2014 Categories : Review

PENGERTIAN JALAN CEPAT – Salah satu nomor dalam olahraga atletik. Jalan cepat berbeda dengan gerak jalan. Jalan cepat mengacu pada prestasi dalam hitungan waktu, sedangkan gerak jalan lebih mengutamakan kesegaran jasmani.
IAAF memberikan definisi terhadap olahraga ja­lan cepat sebagai berikut: “Berjalan (cepat) merupa­kan suatu gerak laju dengan langkah-langkah kaki, yang harus dilakukan sedemikian rupa sehingga hu­bungan ke dua kaki dengan tanah tetap terpelihara.” Pada setiap langkah, kaki yang bergerak maju harus menyentuh tanah terlebih dahulu sebelum kaki be­lakang meninggalkan tanah.
Olahraga ini dibina oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) sebagai anggota IAAF, Federasi Internasional Atletik Amatir. Jalan cepat, yang dibagi dalam nomor lintasan dan jalan raya, dilombakan di tingkat nasional, regional dan internasional. Jarak tempuhnya 5 kilometer, 10 kilometer, dan 20 kilometer untuk putra dan putri.
Penilaian dan Diskualifikasi.
Dalam lomba jalan cepat, para juri yang ditunjuk harus memilih seorang ketua juri. Semua juri bertindak atas namanya sendiri untuk memberikan penilaian terhadap peserta. Bila gerak laju peserta tak memenuhi ketentuan olahraga jalan cepat, dikenakan diskualifikasi. Tindakan ter­sebut dilaporkan kepada ketua juri, yang selanjutnya akan menyampaikan keputusan tersebut kepada pe­serta yang bersangkutan. Peserta yang terkena dis­kualifikasi harus segera meninggalkan lintasan.
Bila cara jalan peserta melanggar peraturan, peserta lomba itu dapat diberitahu dan diperingatkan. Pe­ringatan itu tak boleh diulang sampai dua kali. Cara menyampaikan peringatan serupa dengan yang dilaku­kan pada saat memberitahukan diskualifikasi, biasa­nya dengan pengibasan bendera putih. Untuk pem­beritahuan diskualifikasi digunakan bendera merah.
Penyegar.
Dalam lomba gerak jalan internasional dengan jarak tempuh lebih dari 30 kilometer, panitia penyelenggara diharuskan menyediakan pos penyegar. Pos penyegar ditempatkan pada kilometer 10, dan se­lanjutnya pada jarak setiap 5 kilometer. Peserta di­larang membawa atau mengambil penyegar lain se­lain yang disediakan pihak penyelenggara. Penyegar ditempatkan pada tempat yang mudah diambil oleh peserta. Peserta yang mengambil penyegar di luar tem­pat yang sudah ditetapkan dapat dikenai diskualifi­kasi.
Untuk mencegah kelesuan peserta, pada umumnya disediakan pos pembasuh tubuh setelah 20 kilometer. Pos ini menyediakan air yang dapat diguyurkan untuk membasahi tubuh.
Pada jenis lomba jalan cepat di jalan raya, pihak penyelenggara diwajibkan menjaga keselamatan pe­serta lomba. Pada lomba jalan Olimpiade, penyeleng­gara lomba harus memberi jaminan bahwa jalan yang digunakan tertutup bagi kendaraan bermotor. Hal se­macam ini belum dapat dilakukan di Indonesia.
Prestasi.
Rahmad Sumarsono (Polri) adalah juara jalan cepat putra untuk 10 kilometer (45’19,01″) dan 20 kilometer (1:36’45”) (Jakarta, 1987). Rekornas 10 kilometer putri dipegang oleh Hasiati (Sulawesi Utara) dengan waktu 53’08,90″. Rochidin (Jawa Barat) me­megang rekornas 20 kilometer putra (1: 36’51”), Rachmad S (Lampung), dengan 54’34,40″ sebagai rekor­nas dalam 10 kilometer putra, Jakarta, 1985.

PENGERTIAN JALAN CEPAT | ok-review | 4.5