PENGERTIAN JAKSA

By On Thursday, April 3rd, 2014 Categories : Review

PENGERTIAN JAKSA – Menurut pasal 1 butir 6 KUHAP, adalah pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk bertindak sebagai penuntut umum, serta me­laksanakan putusan pengadilan yang telah memper­oleh kekuatan tetap. Penuntut umum adalah jaksa yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk me­lakukan penuntutan dan melaksanakan penetapan hakim.
Dalam pasal 1 butir 7 dinyatakan bahwa penuntut­an adalah tindakan penuntut umum untuk melimpah­kan perkara pidana ke pengadilan negeri yang ber­wenang dalam hal dan menurut cara yang diatur da­lam undang-undang ini dengan permintaan supaya di­periksa dan diputus oleh hakim di sidang pengadilan.
Pada waktu lampau, sebelum KUHAP diberlaku­kan, jaksa juga dapat menyidik suatu perkara pidana. Sekarang berdasar KUHAP, yang melakukan penyi­dikan adalah pejabat kepolisian negara atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melaksanakan pe­nyidikan. Pengecualian berlaku untuk sementara me­ngenai ketentuan khusus acara pidana sebagai tersebut dalam undang-undang tertentu, antara lain:
–  undang-undang tentang tindak pidana ekonomi;
–   undang-undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (pasal 284 KUHAP).
Dalam Undang-undang no. 15 tahun 196J tentang ketentuan pokok Kejaksaan RI dinyatakan bahwa di samping tiap-tiap Pengadilan Negeri ada satu Kejaksa­an Negeri yang mempunyai daerah hukum yang sama. Demikian pula di samping tiap-tiap Pengadilan Tinggi ada satu Kejaksaan Tinggi dengan daerah hukum yang sama.
 

PENGERTIAN JAKSA | ok-review | 4.5