PENGERTIAN JAKAPANGASIH

By On Wednesday, April 2nd, 2014 Categories : Review

PENGERTIAN JAKAPANGASIH – Nama kitab kelanjutan serat Pranacitra. Jakapangasih adalah teman sepengabdian kekasih Mendut pada Tumenggung Wiraguna yang memperlakukannya sebagai anak angkat. Setelah Pra. nacitra berangkat rangkat, Jakapangasih men ‘apat tu­gas mencarinya. Arah perjalanannya dari Mataram menuju ke utara sampai wilayah Kadipaten Pandanarang. Di wilayah ini terdapat seorang janda ber­nama Randa Witata, yang mempunyai anak gadis can­tik jelita bernama Rara Sepranti. Gadis ini dipersunting oleh Encik Semail, adipati Pandanarang yang kaya raya, seorang keturunan Cina yang sudah lan­jut usia. Karena itu Rara Sepranti tidak menyukainya tetapi karena janda Witata menerima pinangan adi­pati itu mau tak mau ia diboyong ke Kadipaten Pan­danarang. Walau demikian ia tidak mau melayani ke- mauan Encik Semail, karena itu ia dikenakan uang wadal (uang setoran) seperti yang dialami Mendut. Uang itu diperolehnya dari hasil menjual kuluk kanigara, penutup kepala seperti kopiah bagi para abdi keraton atau penguasa. Kuluk itu dijual di pinggir ja­lan di luar Kadipaten Pandanarang. Dari segala pen­juru datang berjubel-jubel orang membeli kuluk ter­sebut pada gadis rupawan yang murah senyum itu.
Sementara itu Jakapangasih, yang dalam perjalan­annya sampai di wilayah Pandanarang dan diambil anak oleh janda kaya raja bernama Randa Kowar- kawir, ikut berbelanja asmara pada gadis itu. Mereka saling jatuh cinta dan secara sembunyi melarikan diri. Encik Semail marah, lalu menyebar utusan untuk me­nangkap kedua orang yang melarikan diri itu. Mereka tertangkap, Jakapangasih dikeroyok dan dibiarkan tergeletak di pinggir jalan, karena dianggap sudah mati. Rara Sepranti dibawa kembali ke Kadipaten Pandanarang. Di sana telah dipersiapkan pesta per­kawinan besar-besaran antara Rara Sepranti dan Encik Semail. Sementara Jakapangasih yaiv: telah sembuh kembali atas bantuan Ki Samboja, adik Ran­da Kowar-kawir, berhasil membawa lari Rara Sepran­ti. Encik Semail mengirimkan patihnya beserta pasuk­an tentara yang kuat untuk menangkap mereka, tetapi usahanya gagal karena Wiraguna, yang sementara itu diberitahu nasib anak angkatnya, mengirim pasukan untuk melindungi Jakapangasih.
Tema dan alur kisah Pranacitra dan Jakapangasih persis sama, tetapi berbeda dalam akhir cerita. Prana­citra berakhir dengan tragis, sedangkan Jakapangasih berakhir dengan kebahagiaan. Pranacitra dilukiskan dengan bahasa yang hidup, sedang Jakapangasih mempunyai bahasa kurang hidup dan jalan cerita yang lamban dan membosankan. Kitab ini hasil sastra li­san yang beredar lewat canglung dan tidak diketahui siapa penghimpunnya.

PENGERTIAN JAKAPANGASIH | ok-review | 4.5