PENGERTIAN INTERPRETASI MOTIVASIONAL DAN DISTORSI

By On Saturday, November 23rd, 2013 Categories : Psikologi

Distorsi yang berjalan sendiri diinterpretasikan dalam berbagai cara. Yang paling jelas dan paling sederhana ialah bahwa atribusi yang berjalan sendiri semacam itu akan memberikan penilaian yang lebih tinggi kepada diri sendiri. Kita akan lebih puas dengan diri sendiri jika menurut anggapan kita diri kita sendirilah yang bertanggung jawab atas segala keberhasilan yang kita capai tanpa mempersalahkan kegagalan yang kita hadapi. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa mempertahankan harga diri memang merupakan faktor penting. Jika orang mengalami keberhasilan, maka atribusi intern memberikan perasaan positif lebih besar kepada mereka baik dalam perasaan hati yang lebih positif maupun harga diri lebih besar, dibandingkan atribusi ekstern semacam kemudahan tugas atau kebetulan. Jadi subjek mendapat keuntungan dalam hal penilaian diri sendiri, guna menuntut keberuntungan atas keberhasilan secara intern dan bukan membaginya secara merata. Distorsi yang berjalan sendiri akan bekerja semakin kuat di mana ego terlibat secara mendalam. Jika suatu tugas yang bersifat pribadi menjadi semakin penting, maka orang akan lebih dimotivasikan untuk mempengaruhi atribusinya guna melindungi ego yang terluka. Selanjutnya, distorsi yang berjalan sendiri lebih kuat pada para aktor ketimbang pada para pengamat. Hal ini mungkin karena aktor lebih banyak diserap secara emosional. Oleh karena itu, seperti sudah dapat diduga, aktor juga menunjukkan distorsi yang berjalan sendiri. Gould dan Sigall (1977) misalnya, menyuruh para subjek agar melakukan empati dengan orang yang dijadikan sasaran: “Sementara Anda mengawasinya, gambarkan dalam diri Anda bagaimana perasaannya usahakan untuk melupakan diri Anda sendiri.” Kemudian, mereka tahu apakah orang yang jadi sasaran berhasil atau gagal dalam tugasnya. Dengan empati, subjek mengatribusikan keberhasilan orang yang jadi sasaran kepada faktor intern dan kegagalannya kepada faktor ekstern.
Semua penemuan ini menunjukkan bahwa distorsi yang bekerja sendiri semakin diperbesar dengan meningkatnya pertaruhan emosional atas hasil pekerjaan; yaitu, jika keberhasilan dan kegagalan menjadi lebih penting bagi individu tersebut. Jadi terdapat bukti kuat bahwa kebutuhan memperbesar harga diri dan untuk melindungi diri sendiri dari kemerosotan harga diri, paling tidak sebagian merupakan penyebab terjadinya distorsi yang bekerja sendiri dalam atribusi.

PENGERTIAN INTERPRETASI MOTIVASIONAL DAN DISTORSI | ok-review | 4.5