PENGERTIAN INTERNATIONAL MONETARY FUND (IMF)

By On Sunday, December 22nd, 2013 Categories : Ekonomi

INTERNATIONAL MONETARY FUND (IMF) adalah suatu lembaga multinasional yang dibentuk pada tahun 1947 (setelah konperensi Bretton Woods tahun 1944) untuk mengawasi pelaksanaan dari regim moneter internasional /-yang baru – SISTEM NILAI TUKAR TETAP YANG DAPAT DISESUAIKAN. IMF berusaha memelihara kerjasama dan penetapan mata uang yang teratur antara negara-negara anggota dengan tujuan mempromosikan peningkatan PERDAGANGAN INTERNASIONAL (INTERNATIONAL TRADE) dan keseimbangan NERACA PEMBAYARAN (BALANCE-OF-PAYMENTS EQUILIBRIUM). IMF aktif dalam dua bidang utama:
(a) NILAI TUKAR (EXCHANGE RATES). Sampai tahun 1971, negara-negara menetapkan NILAI TUKAR TETAP (FIXED EXCHANGE-RATE) untuk mata uangnya yang memberikan nilai yang sangat penting dalam penutupan transaksi perdagangan. Suatu negara, dalam penetapan nilai tukar, pertama harus mendapat persetujuan dari IMF untuk mengubah nilai tukar uangnya, penyesuaian tingkat nilai yang lebih tinggi (REVALUASI (REVALUATION)) atau lebih rendah (DEVALUASI (DEVALUATION)) pada tingkat nilai tukar tetap yang baru untuk memperbaiki KETIDAKSEIMBANGAN FUNDAMENTAL (FUNDAMENTAL DISEQUILIBRIUM) dari neraca pembayaran – situasi defisit atau surplus pembayaran yang kronis.
Prosedur ini menjamin bahwa penyesuaian kembali akan diputuskan oleh kesepakatan multilateral bukan tindakan inisiatif secara unilateral. Namun pada awal tahun70-an, dengan melemahnya mata uang dolar Amerika secara terus menerus, sebagai mata uang yang sangat penting dalam kegiatan IMF, dan terjadinya resesi dunia, sejumlah besar mata uang ‘diambangkan’ untuk memberikan tingkat flesibilitas nilai tukar yang lebih tinggi (lihat FLOATING EXCHANGE RATE S\STEM). Hampir semua mata uang utama terus mengambang, walaupun penetapan nilai tukar tetap telah diajukan kembali dengan basis yang terbatas (lihat EUROPEAN MONETARY SYSTEM) . Hal ini telah mengakibatkan IMF kehilangan pengendalian formal atas pergerakan nilai tukar, tetapi negara-negara anggota tetap diwajibkan tunduk pada ‘peraturan perilaku yang baik’ tertentu yang ditetapkan IMF, untuk menghindarkan PENGENDALIAN NILAI TUKAR (EXCHANGE CONTROLS) tertentu dan kebijakan perdagangan luar negeri yang hanya menguntungkan sepihak (lihat BEGGAR-MY-NEIGHBOUR TACTICS).
(b) LIKUIDITAS INTERNASIONAL (INTERNATIONAL LIQUIDITY). Sumber keuangan IMF terdiri dari pengeJompokkan mata uang, iuran ASET CADANGAN INTERNASIONAL (INTERNATIONAL RESERVE) (tidak termasuk emas) dari anggota sesuai dengan ‘kuota’ mereka yang dialokasikan. Setiap negara membayar 75% dari kuota dalam bentuk mata uangnya, 25% dalam’ bentuk aset cadangan internasional. Negara-negara diberikan hak untuk MEMINJAM dan MENARIK (BORROWING or DRAWING, RIGHTS) dari IMF yang dapat mereka pergunakan bersama-sama dengan cadangan internasional yang mereka miliki, untuk membiayai defisit neraca pembayaran.
Fasilitas hak penarikan biasa dalam IMF, anggota-anggota yang mengalami kesulitan neraca pembayaran dapat ‘menarik’ (membeli mata uang asing dari IMF dengan mata uangnya sendiri) sampai batas 125% dari kuota. Dua puluh lima persen pertama dapat ditarik atas permintaan; sisanya 100% dibagi dalam empat kredit, masing-masing sebesar 25%, di mana penarikan di sini adalah ‘tergantung’ pada janji anggota tersebut kepada IMF akan suatu kebijakan program (sebagai contoh, DEFLASI (DE¬¨FLATION), DEVALUASI (DEVALUATION) untuk menghilangkan defisit pembayaran. Anggota tersebut diharuskan untuk membayar kembali penarikannya selama periode tiga sampai lima tahun.
Pada tahun 1970, IMF menciptakan suatu aset cadangan internasional, yaitu SPECIAL DRAWING RIGHT (SDR) untuk menambah persediaan likuiditas internasional, dan hal ini juga memberikan fasilitas tambahan pinjaman kepada negara-negara yang lebih miskin. Lihat juga DOMESTIC CREDIT EXPAN¬SION.

PENGERTIAN INTERNATIONAL MONETARY FUND (IMF) | ok-review | 4.5