PENGERTIAN INFLASI

By On Friday, December 20th, 2013 Categories : Ekonomi

INFLATION / INFLASI adalah suatu peningkatan tingkat harga umum dalam suatu perekonomian yang berlangsung secara terus menerus dari waktu ke waktu. KENAIKAN HARGA tahunan dapat berupa peningkatan YANG KECIL (CREEPING INFLATION) atau TINGGI dan meningkat dengan cepat (HYPERINFLATION) . Tingkat inflasi dapat dihitung dengan menggunakan, misalnya INDEKS HARGA (PRICE INDEX) konsumen yang menunjukkan persentase perubahan harga konsumen per tahun. Inflasi menurunkan DAYA BELI (PURCHASING POWER) dari uang (lihat REAL VALUES).
Pencegahan inflasi telah lama menjadi salah satu tujuan utama dari KEBIJAKAN MAKROEKONOMI (MACROECONOMIC POUCY). Inflasi dianggap sebagai sesuatu yang tidak diinginkan karena memberi pengaruh yang tidak baik terhadap distribusi pendapatan (masyarakat yang berpendapatan tetap menjadi menderita), kegiatan pinjam meminjam (pemberi pinjaman merugi, peminjam beruntung), spekulasi (pengalihan tabungan pada barang properti dan spekulasi komoditi) dan persaingan perdagangan internasional (ekspor relatif lebih mahal dan impor lebih murah). Hiperinflasi adalah suatu masalah yang serius karena masyarakat kehilangan kepercayaan dalam pemakaian uang untuk tujuan alat tukar dan kemungkinan besar sistem ekonomi dapat ambruk.
Ada dua penjelasan mengenai penyebab terjadinya inflasi: (a) adanya kelebihan permintaan pada tingkat kesempatan kerja penuh dari output nasional yang ‘menarik ke atas’ tingkat harga (INFLASI YANG DITARIK ou n PERMINTAAN (DEMAND-PULL INFLATION)); (b) peningkatan biaya FAKTOR INPUT (.FACTOR INPUT) (upah dan bahan baku) yang mendorong ke atas tingkat harga (INFLASI YANG DIDORONG OLEFI BIAYA ( COST-PUSH INFLATION) ).
Menurut aliran moneter (lihat MONETARISM), INFLASI AKIBAT PERMINTAAN (DEMAND-PULL INFLATION) disebabkan oleh penciptaan uang yang berlebihan, dan kaum monetaris menganjurkan kontrol yang ketat atas persediaan uang sebagai suatu alat untuk menurunkan kelebihan pengeluaran (lihat MONETARY POLICY). Sama halnya dengan aliran Keynes yang juga menganjurkan pemotongan pengeluaran sebagai suatu cara untuk mengatasi kelebihan permintaan, tetapi mereka mengutamakan peningkatan pajak dan penurunan pengeluaran pemerintah {lihat FISCAL POLICY). Inflasi karena biaya cenderung berkaitan dengan tingkat upah (yaitu, tingkat upah lebih besar dari yang seharusnya dibayarkan berdasarkan tingkat pertumbuhan produktivitas) dan kadang-kadang ledakan harga komoditi (kenaikan harga minyak OPEC pada tahun 1973 dan 1979 adalah salah satu contohnya). Inflasi karena biaya yang disebabkan oleh permintaan kenaikan upah yang berlebihan dapat dikurangi atau dihilangkan baik secara langsung dengan penggunaan kontrol harga dan pendapatan (lihat PRICES AND INCOMES POLICY) atau dengan lebih tidak langsung dengan pendekatan “bujukan moral” dan penilaian untuk menurunkan kekuatan monopoli dari serikat buruh. Lihat INFLATIONARY, PURCHASING POWER, PHILLIPS CURVE, EXPECTATION-ADJUSTED AUGMENTED PHILLIPS CURVE, ADAPTIVE EXPECTATIONS HYPOTHESIS, QUANTITY THEORY OF MONEY, INDEXATION, INTERNAL-EXTERNAL BALANCE MODEL.

PENGERTIAN INFLASI | ok-review | 4.5