PENGERTIAN INDOKTRINASI

By On Monday, March 31st, 2014 Categories : Filsafat, Review

PENGERTIAN INDOKTRINASISuatu usaha yang dilakukan oleh suatu organisasi, badan atau lembaga, termasuk ne­gara. yang ditujukan kepada anggotanya (rakyat) un­tuk memperdalam pengertian tentang hal-hal atau per­soalan yang dianggap penting, seperti hakikat dan eksistensi suatu negara, ideologi dan dasar negara, haluan dan tujuan negara, atau hak dan kewajiban warga negara. Sampai taraf ini, indoktrinasi perlu dilaksanakan oleh suatu negara, agar warga negara­nya semakin mengetahui tanggung jawabnya, baik sebagai warga masyarakat, warga negara, maupun warga dunia. tapi, dalam pelaksanaannya acap kali terjadi penimpangan, misalnya yang terjadi di Uni Soviet dan RRC, serta beberapa negara komunis lain. Usaha untuk membuat rakyat memahami masalah-masalah penting tentang bangsa dan negaranya tidak lagi di­lakukan secara tulus dan sadar, melainkan secara pak­sa, bahkan dengan mengesampingkan hak-hak asasi manusia. Masyarakat dipaksa untuk menerima apa saja yang disampaikan kepadanya. Proses semacam ini sering dikenal dengan istilah cuci otak. Warga masyarakat yang menentang usaha ini dapat dipen­jara. Hal semacam ini pernah dilaksanakan oleh Stalin terhadap rakyatnya di Uni Soviet, sehingga banyak penduduk Soviet yang dibuang untuk kerja paksa di daerah Siberia.
Bagi beberapa kalangan di Indonesia, istilah indok­trinasi tidak begitu disenangi karena mempunyai ko­notasi yang tidak menggembirakan. Peristiwanya ber­langsung pada jaman Demokrasi Terpimpin. Dalam rahgka melaksanakan ide-idenya, Presiden Sukarno, terutama pada $etiap hari besar menyampaikan pidato-pidato yang kemudian dijadikan ajaran dan di­sahkan oleh lembaga-lembaga yang dibentuknya un­tuk menjadi acuan bernegara atau bermasyarakat. Pa­da masa itu dikenal tujuh bahan indoktrinasi, yang disebut Tubapi (Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi). Bahan pokok itu antara lain Lahirnya Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Manifesto Politik Re­publik Indonesia (Manipol), Penjelasan Manipol dan Usdek, dll.
Dalam rangka meningkatkan penghayatan dan pengamalan Pancasila, pemerintah Orde Baru telah pula melakukan usaha-usaha pendalaman tentang Pancasila, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Garis-garis Besar Haluan Negara, yang dikenal dengan Penataran P4 (Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Meskipun indoktrinasi dan Penataran P4 sama-sama bertujuan memperdalam pengertian mengenai dasar, tujuan, pe­doman, dan langkah-langkah yang harus dijalankan oleh negara, Penataran P4 tidak sama dengan indok­trinasi sebagaimana yang dijalankan pada tahun 1960-an. Penataran merupakan gerakan untuk mema­hami kembali, meresapi, menghayati, dan mengamal­kan gagasan-gagasan kita mengenai masyarakat yang kita cita-citakan seperti yang diamanatkan oleh Pem­bukaan Undang-undang Dasar 1945. Dalam penatar­an, para peserta diminta untuk mendalami materi penataran secara terbuka dan penuh dengan argumen­tasi pendukungnya, tanpa menghilangkan kreativitas pengembangan penjabaran tanpa harus mengubah sendi-sendi yang telah menjadi konsensus bangsa.

PENGERTIAN INDOKTRINASI | ok-review | 4.5