PENGERTIAN INDIVIDUALISME

By On Monday, March 31st, 2014 Categories : Filsafat

PENGERTIAN INDIVIDUALISME – Suatu paham yang menekankan secara berlebihan kepentingan dan nilai individu atau kelompok tertentu dengan mengabaikan kepentingan komunitas yang lebih besar. Dalam filsafat sosial, individualisme diartikan sebagai pandangan masya­rakat yang menekankan nilai individu. Masyarakat menurut pandangan ini bukan satu kesatuan yang riil, melainkan kumpulan sejumlah individu. Pengertian genesis ini mempunyai implikasi bidang moral, yaitu bahwa perkembangan integral dan bebas setiap orang harus menjadi tujuan utama dalam kehidupan sosial. Hak dan kebebasan individu hanya dibatasi oleh ke­samaan hak dan kebebasan individu lain, tidak oleh kesatuan yang erat dan rasa wajib kepada masya­rakat.
Ada tiga macam individualisme, yaitu (1) indi­vidualisme religius, (2) individualisme moral, dan (3) individualisme sosial politik.
Individualisme religius mengatakan bahwa kese­lamatan manusia ditentukan oleh hubungan individu dan Aliahnya. Dalam faham ini agama merupakan urusan individu. Schleiermacher pernah menjelas­kan bahwa pemikiran religius mengikuti pengalaman religius yang bersifat individual daripada kolektif.
Individualisme moral tampak dalam tiga bentuk: (a) sikap praktis yang apatis dan kritis terhadap kebiasaan dan tradisi masyarakat; (b) pandangan bah­wa kewajiban moral timbul dari suara hati setiap orang dan bahwa suara hati itu memuat prinsip heuristik bagi kewajiban moral; (c) pandangan bahwa per­kembangan individu, jika bukan satu-satunya, se­kurang-kurangnya merupakan satu dari tujuan utama kehidupan moral. Bentuk pertama individualisme ini dijumpai dalam pandangan kaum sofis di Yunani Kuno. Gerakan ini pada dasarnya mempertanyakan semua tradisi Yunani dan menempatkan hidup mo­ral yang benar pada masing-masing individu. Bentuk kedua dan ketiga timbul dalam pelbagai variasi. Da­lam filsafat Yunani Klasik, terutama Plato, morali­tas manusia didasarkan pada tujuan untuk mencapai eudaimonia, kebahagiaan yang berakar pada fisis, kodrat manusia. Dalam pemikiran I. Kant, moralitas manusia didasarkan pada kebebasan dan hak individu. Karena itu, selain bersifat internal, kewajiban moral mengacu kepada otonomi setiap orang.
Individualisme sosial politik tampak dalam banyak variasi. Dalam filsafat politik, dikenal ajaran bahwa negara diperuntukkan bagi individu, tidak sebaliknya; dalam kehidupan ekonomi hal ini nyata dalam sistem laissez f aire yang membiarkan kompetisi. Dalam bi­dang hukum, asal dan tujuan hukum adalah me­ngokohkan kebebasan dan martabat individu, se­hingga tindakan dan pengaruhnya dapat dilindungi hukum itu sendiri.
 

PENGERTIAN INDIVIDUALISME | ok-review | 4.5